alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Klaster Terdeteksi, Korona di NTB Diprediksi Terus Meninggi Hingga Akhir Mei

KASUS positif Covid-19 di NTB mencapai 195 orang. Angka ini melebihi Provinsi Bali yang lebih dahulu menjadi zona merah Covid-19. Secara nasional, NTB berada di urutan ketujuh sebagai daerah dengan kasus positif virus Korona terbanyak.

”Memang (diperhitungkan) akan terus naik sampai akhir Mei, karena klasternya sudah teridentifikasi dan contact tracing semakin dikuatkan,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik, selaku koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Gugus Tugas NTB, kemarin (26/4).

Bali sendiri pada kemarin, mencatat laporan positif Korona 186 kasus. Sementara provinsi tetangga lain yakni NTT melaporkan kasus positif 1 orang.

Menurut Khalik, NTB lebih banyak karena lebih cepat mendeteksi pasien yang berpotensi terjangkit virus Korona. ”Contact tracing dibarengi uji swab di RSUD NTB dan RS Unram,” jelasnya.

Selain itu, banyak warga NTB yang ikut tablig akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. Jamaah tablig yang tercatat resmi 700-an orang dan 600-an orang pulang secara mandiri. ”Semua sudah dilacak dan ketemu, lalu di-rapid test. Mereka yang hasilnya reaktif diisolasi dan diuji swab,” jelasnya.

Dengan langkah itu, upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus akan lebih cepat. Seperti pasien klaster Jakarta yang dibawa pimpinan pondok pesantren di Aikmel, Lombok Timur sudah tuntas ditangani. ”Semua pasien sudah sembuh,” katanya.

Begitu juga klaster Jakarta yang dibawa guide asal Mataram, Pemprov mengklaim sudah memutus mata rantai penyebarannya. ”Klaster Sukabumi yang dibawa anggota polisi juga tidak menularkan ke warga lain,” katanya.

Dari peta penularan virus yang dibuat Gugus Tugas NTB, hanya klaster Gowa yang masih agresif menularkan virus dan melahirkan kasus-kasus baru. Sementara klaster lainnya relatif landai.

Bahkan, sebagian besar kasus-kasus baru saat ini berasal dari klaster Gowa. Kemarin, tambahan 15 kasus positif di NTB berasal dari klaster Gowa. Tiga orang di antaranya tertular orang yang pernah ke Gowa dan 13 lainnya jamaah tablig yang pulang dari Gowa.

Klaster Gowa Masih Aktif

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB H Lalu Gita Ariadi menyebut, dari 105 sampel swab yang diperiksa, 82 sampel negatif, delapan sampel ulangan masih positif, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus-kasus baru itu antara lain, pasien nomor 181, MD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken,KecamatanAmpenan.Pasien nomor 190, APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk DesaDorobelo, KecamatanManggalewa,KabupatenDompu, dan pasiennomor194,  NH, perempuan, 20 tahun, penduduk Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

”Ketiganya tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 tapi kontak erat dengan pasien Covid-19 klaster Gowa,” jelasnya.

Sementara 13 orang lainnya merupakan jamaah tablig yang pulang dari Gowa Makkasar. Saat ini, mereka dirawat intensif di daerah masing-masing. Seperti pasien nomor 182, MZ, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan.

Kemudian tujuh dari Kabupaeten Dompu yakni pasien nomor 183, Tn. I, laki-laki, 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu. Pasien nomor 184, Tn. R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu.

Selanjutnya sama-sama dari Kecamatan Pekat, pasien nomor 185, Tn. J, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Soritatanga. Pasien nomor 186, Tn. W, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Nangakara. Pasiennomor187,Tn.J,laki-laki,usia60tahun,pendudukDesaTambora. Pasien nomor 188, an. Tn. RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, dan pasiennomor189,Tn.MSR,laki-laki,usia65tahun,pendudukDesaPekat.

Sementara, pasien nomor 191, LASS, laki-laki, usia 34 tahun, berasal dari Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasiennomor192,Tn.YA,laki-laki,usia33tahun,pendudukDesaOiSaro,Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Pasien nomor 193, Tn. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Mangge,Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dan pasien nomor 195, Tn. YY, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Selain penambahan kasus baru, dua orang pasien dinyatakansembuh. Keduanya juga merupakan pasien klaster Gowa. Mereka adalah pasien nomor 11, Tn. N, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kecamatan Kayangan, Kabupaten LombokUtara dan pasien nomor 49, Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, KotaMataram.

Dengan demikian, kasus positif di NTB mencapai 195 orang, dengan perincian 23 orang sembuh, empat meninggal dunia, serta 164 orang masih dirawat. ”Untuk mencegah penularan petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua yang pernah kontak dengan pasien positif,” jelasnya.

Dengan pergerakan angka itu, Sekda Gita mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan. ”Masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia mencontohkan, kegiatan jual beli di sejumlah pasar tradisional, rumah makan/lesehan, pusat-pusat perbelanjaan, serta pedagang makanan untuk berbuka masih ramai. ”Banyak warga yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing,” sesalnya.

Kerumunananakmudamenjelangberbukapuasa,menggunakansepeda motor tanpa helm dan masker sangat mengkhawatirkan. ”Kami minta bupati/wali kota melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas,” harapnya.

Gita berharap, surat edaran gubernur NTB tentang pengendalian transportasi dan ketertiban umum diindahkan masing-masing daerah. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks