alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Warga Masih Bandel, Dikes NTB : Bulan Mei Korona di NTB Bisa Melonjak Tajam!

MATARAM-Di tengah perang melawan Covid-19, sebagian warga masih bandel. Mereka ke luar rumah tanpa masker. Kondisi itu sangat berbahaya. ”Bila masyarakat masih belum patuh, di akhir Mei angka penderita Covid-19 di NTB melonjak lebih tajam lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin.

Ia sangat prihatin. Banyaknya warga mulai tidak waspada, terkesan acuh tidak acuh terhadap Covid-19. ”Lalu lintas sore ramai, 70 persen pengendara motor dan orang yang lalu lalang tidak mengenakan masker,” ungkapnya.

Para pedagang makanan juga banyak tidak pakai masker. Dia meminta masalah serius itu menjadi perhatian. ”Mohon ini jadi atensi kita semua,” imbuhnya.

Beberapa hari belakangan ini, tim medis melacak dan uji swab kluster Gowa dan Magetan. Ratusan orang hasil tesnya reaktif.  ”Kemungkinan 50 persen positif. Artinya minggu depan angka penderita NTB sudah di angka 200-an,” jelasnya.

Eka meminta masyarakat kembali meningkat kewaspadaan dan mengikuti imbauan pemerintah. Mulai dengan berdiam di rumah, gunakan masker jika terpaksa keluar rumah, laksanakan physical distancing, dan terapkan protokol ke luar masuk rumah. ”Mari bersama kita cegah Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, tim Satpol PP NTB melakukan patroli mengedukasi warga. Sabtu, kemarin, mereka keliling ke pasar-pasar. ”Sasaran kegiatan yaitu penertiban kerumunan dan keramaian pedagang sajian matang di jalan Gora Sindu,” kata Kasatpol PP NTB Lalu Dirjaharta.

Anggota Satpol PP mengimbau pedagang melaksanakan physcal distancing serta penggunaan masker.

Kepala Biro Humas dan Protokol NTB Najamuddin Amy menambahkan, kegiatan itu merupakan ikhtiar pencegahan, sekaligus sosialisasi pemda kepada warga NTB. “Pemerintah terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTB,” katanya.

Satgas NTB, kata Najamuddin, menyisir keramaian warga dari Pasar mandalika, Lingsar, Duman, Sayang-Sayang, hingga kembali ke Mataram. ”Tidak hanya berpatroli, petugas segera turun jika ada keramaian,” tambahnya.

Namun demikian, di beberapa lokasi tampak masih ada keramaian, pedagang masih menggelar dagangannya. Sehingga petugas mengambil tindakan berupa edukasi dan penertiban keramaian. ”Penertiban kita lakukan secara bertahap,” katanya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks