alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

318 Desa NTB Dilanda Kekeringan, Lima Daerah Siaga Darurat

MATARAM-Bencana kekeringan melanda 74 kecamatan dan 318 desa di NTB. Tidak kurang dari 651.735 jiwa penduduk terdampak kekeringan di sembilan kabupaten/kota. ”Kebutuhan air warga yang terdampak ini sedang ditangani pemda masing-masing,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, pada Lombok Post, Minggu (26/7/2020).

Ia menjelaskan, saat ini NTB baru memasuki musim kemarau sehingga kekeringan melanda hampir semua kabupaten/kota di NTB, kecuali Kota Mataram. ”Kalau Mataram suplai air masih tercukupi dari wilayah Lombok Barat,” jelasnya.

Daerah yang saat ini dilanda kekeringan sebagian besar merupakan langganan kekeringan. Daerah-daerah seperti wilayah selatan Pulau Lombok, Sumbawa, Bima, dan Dompu selalu  kesulitan air.

Tapi di sebagian wilayah pada siang hari terasa dingin karena kelembaban udara rendah. Hal itu menunjukkan kandungan air di udara kurang banyak. ”Itu tanda-tanda musim kemarau masuk,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, BPBD sedang menyusun langkah-langkah penanganan untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan. Saat ini lima daerah sudah menyatakan siaga darurat kekeringan yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima. ”Kita akan segera buatkan surat pernyataan gubernur untuk darurat bencana kekeringan di NTB,” katanya.

Beberapa alternatif penanganan sedang disiapkan, mulai dari pemetaan kebutuhan air dan kondisi masing-masing daerah terdampak.

Daerah yang memiliki potensi air akan dibuatkan sumur bor. Tapi bagi daerah yang tidak memiliki sumber air tidak mungkin dilakukan pengeboran. ”Ini pasti akan kita bagikan dengan mobil tangki air,” jelasnya.

Setelah pemetaan kebutuhan air dan sarana prasarana yang dibutuhkan, baru mereka mengusulkan anggaran ke BNPB. ”Untuk saat ini droping air dilakukan masing-masing daerah, kita juga menyiapkan untuk membantu,” jelasnya.

Meski data wilayah terdampak kekeringan cukup luas, namun menurut Ahmadi, beberapa daerah masih ada sumber air, hanya volumenya menurun. ”Mungikin dua minggu berikutnya akan terjadi kekeringan (ekstrem). Sebelumnya kita antisipasi dengan meminta anggaran dari daerah dan BNPB,” jelasnya.

Kekeringan tahun ini lebih menantang sebab bersamaan dengan bencana Covid-19 yang juga menguras banyak sumber daya. Dalam penanganan pandemi Covid-19, air sangat dibutuhkan untuk ketahanan pangan maupun cuci tangan. ”Jangan sampai warga kekurangan air untuk cuci tangan,” katanya.

Khusus kebutuhan air irigasi, hal itu diantisipasi dengan perubahan pola tanam. Petani saat ini diminta tidak menanam tanaman yang membutuhkan banyak air. ”Tapi saya pikir tidak akan berpengruh ke pangan, sebab panen sebelumnya kita surplus,” ujarnya.

BPBD, kata Ahmadi, dalam bencana kekeringan fokus pengadaan air bersih untuk konsumsi warga. ”Karena ini masalah nyawa. Ini dulu yang kami utamakan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman menegaskan, saat ini stok kebutuhan pangan di NTB cukup aman sampai tahun depan. ”Tidak ada masalah meski musim kemarau,” ujarnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks