alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Terus Bertambah, Total 109 Pasien Korona di NTB Meninggal Dunia

MATARAM-Coronavirus disease 2019 (Covid-19) benar-benar virus pembunuh. Hanya dalam waktu empat bulan, sudah 109 orang warga NTB meninggal karena virus yang belum ditemukan obatnya ini.

”Fatalitas (kematian) akibat Covid-19 saat ini juah lebih tinggi dibandingkan demam berdarah,” tegas Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Minggu (26/7).

Eka menegaskan, orang-orang yang menganggap kematian akibat Covid-19 hanya hoax atau konspirasi sungguh salah besar. Sebab, untuk NTB, data menunjukkan, Covid-19 jauh lebih mematikan dibandingkan demam berdarah dengue (DBD) yang selama ini selalu menjadi momok di Bumi Gora.

Inilah perbandingannya. Eka menjelaskan, dalam enam bulan kasus DBD di NTB mencapai 4.024 kasus dengan 13 orang meninggal dunia. Sementara Covid-19, hanya dalam waktu empat bulan terdapat 1.926 orang positif terinfeksi, dengan kasus meninggal 109 orang. ”Itu sebabnya kita seriusin,” ujarnya.

Fakta itu, kata Eka, menunjukkan Covid-19 benar-benar sangat berbahaya. ”Ya kan? Kita bicara angka kematian sajalah. Kasus (DBD) lebih banyak tapi kematian lebih sedikit,” ujarnya.

Data itu juga menunjukkan DBD saat ini sudah mampu dikendalikan. Suatu saat Covid-19 juga bisa dikendalikan seperti DBD. ”Tapi sekarang kita belum mengendalikan,” tegas mantan Kadis Kesehatan Lombok Tengah itu.

Ia menambahkan, pasien Covid-19 yang meninggal masih didominasi orang dengan riwayat komorbid atau penyakit penyerta. ”Lansia semua, yang muda-muda masih dihitung dengan jari sekarang,” ungkapnya.

Tapi minggu lalu pasien meninggal tanpa komorbid bertambah ada dua orang. ”Terus ada lagi anak yang positif Covid-19 meninggal usianya 15 tahun,” jelasnya.

Dilihat dari komposisi usia yang meninggal dunia, 51 persen merupakan pasien usia di atas 61 tahun. Diikuti 30 persen pasien pralansia dengan usia hingga 40-59 tahun.

”Baru habis itu dewasa, muda, dan anak-anak lima orang,” katanya.

Tapi pasien positif Covid-19 justru didominasi orang pada usia produktif. Itu karena mobilitas mereka tinggi, suka keluar dan berkumpul. ”Lansia yang tertular hanya belasan persen,” sebutnya.

Artinya usia muda banyak terjangkit tapi yang meninggal sedikit. Sementara lansia dan pralansia sedikit terjangkit tapi meninggal banyak. ”Jadi lansia dan pralansia itu 30 persen terkena (Korona) tapi 61 persen di antaranya meninggal,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan persnya kemarin menjelaskan terdapat tambahan tiga orang meninggal. Satu orang dari Kota Mataram dan dua orang dari Lombok Timur. ”Ketiga pasien ini memiliki usia rentan 52-70 tahun dan mempunyai riwayat komorbid,” katanya.

Tapi ia mengingatkan, saat ini di beberapa RS rujukan Covid-19. Mereka yang meninggal tidak hanya yang punya komorbid. ”Sekarang kasus non komorbid pun mengalami tren peningkatan,” ungkapnya.

Dari data pasien meninggal, di antara mereka ada pasien usia muda tanpa komorbid. Salah satunya tenaga kesehatan inisial BDI, 29 tahun asal Lombok Tengah meninggal dunia akhir pekan lalu. ”Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan kita,” imbuhnya.

Hingga tadi malam, jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 1.926 kasus. Terdiri dari pasien sembuh 1.218 orang dan masih dalam perawatan 599 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 451 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 246 orang.

”Peningkatan kasus terus berjalan dan proses penularan masih terus terjadi. Untuk itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan dengan kedisiplinan tinggi,” imbuhnya.

 

Teknis Klaim Rumah Sakit

 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan petunjuk teknis klaim bagi rumah sakit yang merawat pasien dengan penyakit infeksi emerging (PIE). Petunjuk teknis itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI nomor HK.01/07/MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

”Pada KMK yang baru dirincikan peran dan fungsi dari kementerian, lembaga, dan badan yang terlibat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati. Lembaga yang terlibat dalam penanganan Covid-19 antara lain Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dinas kesehatan, dan rumah sakit.

Menurutnya, pembiayaan pasien yang dirawat dengan PIE dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan. Ada berbagai kriteria mereka yang mendapatkan fasilitas klaim. Untuk pasien rawat jalan yang tergolong suspek, harus melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto bagian thorax atau dada.  Sedangkan untuk pasien rawat jalan yang termasuk pasien konfirmasi Covid-19 harus melampirkan bukti hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Sementara untuk pasien rawat inap berbeda bisa diklaim jika pasien tersebut termasuk dalam kondisi pasien suspek, probable, atau konfirmasi. ”Kriteria pasien rawat jalan dan rawat inap berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA),”ungkapnya.

Widyawati mengingatkan bahwa rumah sakit yang dapat melakukan klaim biaya penanganan Covid-19 adalah rumah sakit rujukan yang ditunjuk. Bisa juga rumah sakit lain yang memiliki fasilitas untuk melakukan pelayanan kesehatan rujukan pasien. Termasuk rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat. ”Pelayanan yang dapat dibiayai dalam penanganan pasien Covid-19 antara lain administrasi pelayanan, akomodasi, jasa dokter, tindakan di ruangan, pemakaian ventilator, dan pemeriksaan penunjang diagnosis,” tuturnya. Selain itu juga bahan medis habis pakai, obat-obatan, alat kesehatan, ambulans rujukan, pemulasaraan jenazah, dan pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks