alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kasus Relokasi Korban Banjir Kota Bima, Periksa Pemilik Lahan

MATARAM-Kejati NTB masih melengkapi berkas penyidikan dugaan  korupsi pengadaan lahan relokasi korban banjir di Sambinae Kota Bima tahun 2017. “Penyidik sudah turun ke Bima memeriksa para pemilik lahan,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, kemarin (26/8).

Di lahan yang dijadikan tempat relokasi korban banjir itu dimiliki oleh empat orang. ”Semuanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap pemilik lahan terkait biaya yang dibayarkan. ”Ya, seputar itu yang ditanyakan,” ujarnya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap tersangka sudah dilakukan. ”Baru dua kali diperiksa,” jelasnya.

Dedi belum memastikan apakah akan diperiksa lagi atau tidak. Jika penyidik masih membutuhkan keterangan tersangka pasti bakal dipanggil lagi. “Itu semua tergantung penyidik,” ujarnya.

Sejauh ini, tersangka belum ditahan. Dedi tak mengetahui pertimbangan penyidik tidak menahan mereka. ”Saya rasa, para tersangka masih kooperatif,” ujarnya.

Dedi mengatakan,  bisa saja masa pandemi Covid-19 menjadi pertimbangan penyidik tidak menahan mereka. Karena, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram belum tentu mengizinkan  tahanan dikeluarkan untuk menjalani sidang.  ”Bisa saja ditahan, tetapi masalahnya nanti terkendala saat proses persidangan. Pihak Lapas tidak mengizinkan tahanan keluar menjalani sidang,” kata dia.

Pada kasus tersebut, jaksa telah menetapkan dua  tersangka. Yakni, Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Bima Hamdan dan ketua panitia pengadaan lahan, Usman.

Diketahui, tahun 2017 Pemkot Bima merelokasi masyarakat terdampak banjir di Sambinae. Dinas Perkim menggelontorkan anggaran  Rp  4,9 miliar untuk membeli lahan tempat menampung korban.

Selanjutnya, dilakukan negosiasi antara Dinas Perkim dengan pemilik lahan. Total ada sebanyak tujuh hektar luas lahan.

Saat negosiasi, pemilik lahan tidak hadir. Masyarakat diwakili Usman. Ditentukan harga tanah Rp 11,5 juta per are. Namun, Usman memberitahukan ke warga lahannya akan dibayar Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per are.

Dari kasus itu memunculkan kelebihan pembayaran. Uang kelebihan pembayaran itu tidak dikembalikan Usman.

Kelebihan pembayaran lahan relokasi Sebagian di setor ke Hamdan yang saat itu menjabat sebagai kadis Perkim. Dari kelebihan pembayaran itu memunculkan kerugian negara mencapai Rp 1,7 miliar. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks