alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Jangan Buat Perencanaan Asal-asalan!

MATARAM-Indeks kapasitas fiskal Pemprov NTB rendah. Sekitar 60 persen dana belanja masih bergantung dari kucuran dana pusat. Kondisi itu membuat daerah tidak leluasa membiayai program pembangunan. Di sisi lain, banyak potensi pendapatan daerah, khususnya retribusi tidak digarap maksimal.

Data Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB menunjukkan, dari Rp 5,2 triliun APBD 2019 kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) hanya 32 persen, dana bagi hasil pajak/bukan pajak lima persen, dana alokasi umum (DAU) 30 persen, dana alokasi khusus (DAK) 31 persen, dan lain-lain pendapatan yang sah dua persen.

Komponen PAD terdiri dari pajak daerah paling besar yakni 80 persen, sedangkan retribusi daerah hanya satu persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan empat persen, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 15 persen.

Sumbangan pajak daerah terbesar adalah pajak kendaraan bermotor (PKB). Dalam dua tahun terakhir tumbuh antara Rp 50 miliar hingga Rp 63 miliar. Tahun 2018 realisasi PKB Rp 389 miliar. Kondisi itu cukup menggembirakan.

Hanya saja pertumbuhan pajak daerah belum mampu diikuti realisasi retribusi daerah yang masih jeblok. Dua tahun terakhir retribusi tidak mencapai target. Tahun 2017 hanya mampu direalisasikan Rp 23 miliar dari target Rp 24,6 miliar. Tahun 2018 terealisasi Rp 21 miliar dari target Rp 59,4 miliar atau hanya 35,40 persen.

Retribusi itu terdiri dari jasa umum Rp 8,6 miliar; retribusi jasa usaha Rp 10,6 miliar hanya 22,03 persen dari target Rp 48 miliar. Serta perizinan tertentu Rp 1,8 miliar. Sementara realisasi jasa umum pada beberapa OPD cukup rendah seperti pada Dinas PUPR NTB dengan target Rp 19,2 juta hanya mampu direalisasikan Rp 3 juta. Sedangkan Dinas ESDM tidak mampu merealisasikan retribusi dengan target Rp 250 juta. Kemudian Balapkes Pengujian dan Kalibrasi Rp 1,3 miliar dari target Rp 2 miliar. Hanya Rumah Sakit Mata NTB mampu menyumbang retribusi cukup banyak yakni Rp 7,2 miliar dari target Rp 7 miliar.

Minimnya realisasi dan kontribusi retribusi daerah menjadi PR besar Pemprov. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam rapat koordinasi dengan OPD pengelola PAD menekankan, semua harus bekerja keras dan sungguh-sungguh. Minimnya kontribusi retribusi menunjukkan OPD masih perlu kerja keras.

Ia meminta kepada semua kepala OPD membedah data. Data itu dipelajari dan dicermati sehingga permasalahannya bisa ditemukan. Kepala OPD diminta tidak membiasakan diri mengambil kesimpulan secara umum dari data mentah, kebijakan yang diambil bisa salah. Tapi kalau buka data secara lebih detail maka kita akan ketemu  solusinya. “Jangan terbiasa mengambil kesimpulan dengan mereka-reka,” tegasnya.

Perencanaan target pendapatan juga harus dilakukan dengan benar. Jangan menetapkan target terlalu rendah dan terlampau tinggi. “Potensi digali semua, bisa diprediksi dan pelaksanaan terukur,” ujarnya.

Kepala OPD harus tahu betul target-target yang ada di instansi yang dipimpin. Dipantau terus hari ke hari progresnya, sehingga bisa dikontrol pelaksanaannya di lapangan. Kalau setiap OPD tahu target-targetnya pasti akan tercapai. “Jangan buat perencanaan asal-asalan,” imbuhnya.

Selaku manajer di OPD, seorang kepala dinas harus memanfaatkan dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di OPD. Bila mampu menggerakkan potensi yang ada target pasti akan tercapai. “Kepala OPD harus menjadi manajer yang baik. Setiap orang di dalamnya harus bekerja.”

Kepala Bappenda NTB H Iswandi mengungkapkan, pendapatan daerah cukup mengkhawatirkan. Pascagempa tantangan semakin besar. Hal itu disebabkan realisasi pendapatan daerah tahun lalu turun dibandingkan sebelumnya. Sementara kebutuhan pembangunan semakin besar.

Provinsi NTB hingga saat ini juga masih sangat bergantung pada kucuran dana pusat. Sehingga indeks kapasitas fiskal NTB masih rendah. “Kita akan mendorong lima tahun ke depan fiskal daerah jadi sedang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, ada kesenjangan yang tinggi antara potensi dan kebutuhan. Masalah-masalah itu akan diatasi bersama.

Karena itu, Bappenda mengumpulkan semua OPD pengelola PAD. Pertemuan itu sangat strategis karena dihajatkan untuk mengoptimalkan kinerja bersama. “Beberapa rencana akan kita bahas di sini mengingat pendapatan bukan hanya dilakukan Bapenda,” tandasnya.

Beberapa rencana yang akan dilakukan antara lain revisi dan sosialisasi perda retribusi daerah, Bimtek bendahara, membentuk tim pembina retribusi daerah, pemutakhiran data potensi berkelanjutan, rapat koordinasi, evaluasi, rekonsiliasi dan monitoring penerapan aplikasi e-retribusi dan e-tiket pada seluruh layanan berbayar. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks