alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

NTB Punya 2000 Alat Rapid Test Korona, Tapi Sayang, Bukan Untuk Masyarakat Umum

MATARAM-Tes cepat atau rapid test pendeteksi dini Covid-19 tidak untuk masyarakat umum. ”Tes ini terfokus pada ODP dan petugas, jadi tidak masal,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, kemarin (27/3).

Seperti dirilis sebelumnya, NTB mendapatkan 2.000 alat tes cepat dari pusat. Rapid test merupakan metode uji cepat untuk melacak virus. Dengan tes itu diharapkan korban infeksi dan potensi munculnya Covid-19 bisa terdeteksi lebih awal. ”Sesuai aturan Kemenkes, (rapid test) bukan untuk umum,” kata Eka.

Alat tes yang datang ke NTB bukan tes diagnosis, tetapi tes surveilans atau pengamatan. ”Sehinggga tidak bisa untuk masyarakat awam, kecuali yang sudah berisiko,” tegasnya lagi.

Eka mengingatkan, tes cepat tidak bisa diandalkan menguji orang positif Covid-19 atau tidak. Meski rapid test menunjukkan positif, belum tentu mereka positif terjangkit virus Korona. Demikian sebaliknya, kalau hasilnya negatif belum tentu negatif Korona. ”Rapid test itu hanya untuk surveilans cepat,” terangnya.

Misalnya, dari 50 orang yang dites dan 20 yang positif, mereka langsung disisihkan untuk dikarantina selama 14 hari.

Saat karantina, kesehatan mereka dicek, termasuk memberikan obat-obatan. Tapi belum bisa dikatakan dia positif Covid-19. ”Kalau hasil uji laboratorium positif baru dia dinyatakan positif Covid-19,” ujar mantan Kadikes Lombok Tengah itu.

Hingga kemarin, jumlah warga NTB positif Covid-19 tetap dua orang. Total orang yang sudah diperiksa mencapai 636 orang, 39 orang diantaranya masuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan 597 orang orang dalam pemantauan (ODP).

Jumlah ini terus meningkat, namun hampir separo PDP dan ODP sudah bebas pengawasan dan dinyatakan negatif Korona. Sebanyak 18 orang PDP telah negatif Covid-19 dan 21 orang masih dalam diisolasi.

Demikian pula dengan ODP, dari 597 orang dalam pemantauan, baru 165 orang bebas pemantauan. Sementara sisanya 432 orang saat ini masih dipantau kondisinya sampai masa inkubasi selesai. (ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks