alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Korona di NTB Meningkat Drastis, Ruang Perawatan di RSUD Semakin Terbatas

MATARAM-Kasus pasien positif di NTB hingga Senin (27/4) malam sudah 206 orang. Ruang isolasi yang tersedia pun kini semakin berkurang.

”Ruang isolasi kita 235, diharapkan selesai bulan Mei 84 tempat tidur (tambahan),” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB  dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, kemarin (28/4).

Dengan laju penambahan kasus yang signifikan, tim sedang kejar-kejaran menyiapkan ruang perawatan bagi pasien positif. ”Yang dirawat saat ini 179 orang. Dompu menjadikan RS Pratama dengan kapasitas 50 tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19,” katanya.

Penambahan ruang isolasi dan alat pelindung diri (APD) paramedis menjadi salah satu fokus tim di NTB. ”Ruang isolasi kita tambah terus semampu kita,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, selaku komando Gugus Tugas  Percepatan Penanggulangan Covid-19 NTB secara terpisah.

Semua ruangan yang bisa dimanfaatkan di RSUD maupun rumah sakit swasta kata dia, akan digunakan sebagai ruang isolasi. ”Sehingga ke depan akan ada 300 lebih ruang isolasi kita,” katanya.

Meski demikian, sebanyak apapun ruang isolasi dan fasilitas kesehatan yang disiapkan, akan percuma kalau pencegahan tidak dilakukan. ”Kalau masyarakat masih berkerumun, tidak pakai masker, tidak jaga kebersihan, cuci tangan, maka itu akan sulit,” katanya.

Agar tidak terjadi over kapasitas, warga harus bergerak sama-sama melakukan pencegahan. ”Tenaga pemerintah dan tenaga kesehatan itu terbatas,” ujarnya.   

Selain rumah sakit, ruang isolasi juga disiapkan pemerintah desa. Data Dinas PMPD-Dukcapil NTB menunjukkan, di desa saat ini tersedia 55 ruang isolasi dengan 146 tempat tidur. ”Tidak semua desa memiliki fasilitas untuk ruang isolasi,” kata Kepala Dinas PMPD-Dukcapil NTB H Ashari.

206 Kasus Positif

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi dalam keterangan persnya tadi malam menyebutkan, dari 106 sampel swab yang diperiksa, 89 sampel hasilnya negatif, enam sampel ulangan masih positif, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19.

Empat orang tidak pernah keluar daerah namu kontak erat dengan pasien positif lainnya, yakni HH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Begitu juga Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Ia punya riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar.

Kemudian RS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan DayanPeken, KecamatanAmpenan,KotaMataram, dan Ny. M, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken,KecamatanAmpenan,KotaMataram.

Tujuh lainnya warga Lombok Barat yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. ”Saat ini mereka menjalani karantina terpusat di Lombok Barat dengan kondisi baik,” jelasnya.

Dengan tambahan 11 kasus baru, jumlah pasien positif Covid-19 di NTB 206 orang. Terdiri daru 23 orang sembuh, empat meninggal dunia, dan 179 orang masih dirawat. ”Mereka yang dirawat kondisinya baik,” katanya.

Untuk mencegah penularan, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien positif.

Populasiberisikoyangdiperiksadenganmetoderapid diagnostic test (RDT) yaitu tenaga kesehatan, orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan  pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG).

Dari 522 tenaga kesehatan yang diperiksa, hasil tidak ada yang reaktif. Dari 1.093 ODP/OTG yang diperiksa 47 orang hasil tesnya  reaktif, 1.996 PPTG perjalanan Gowa Makassar hasilnya 451 orang reaktif, dan dari 101 PPTG Bogor yang diperiksa 14 orang reaktif. ”Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar diagnosa Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan,jumlahpasiendalampengawasan(PDP)sebanyak483orang, dengan perincian 317 orang  dalam pengawasan, 166 orang sembuh. ”Meninggal dunia 15 orang PDP,” katanya.

Untuk ODP jumlahnya 4.824 orang, terdiri dari 804 orang dalam pemantauan dan 4.020 orang selesai pemantauan. Sedangkan OTG yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.821 orang.

Sedangkan PPTG yangpernahmelakukanperjalanandaridaerahterjangkitCovid- 19 sebanyak 49.221 orang. ”Masih menjalani karantina 12.492 orang,” sebutnya.

Langkah Pemerintah

Ada tiga langkah yang dilakukan pemerintah sejauh ini untuk mencegah penularan kasus. Yaitu tes cepat kepada semua PDP, ODP dan PPTG. ”Ini untuk mempercepat indentifikasidanpenanganankasus,kemudiandilakukanpelacakansecaramasif,” jelasnya.

Keduamengisolasi dan tindakan medissecaraketatterhadap pasien Covid-19. Ketiga, terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. ”Menyerukan penggunaanmaskerdan physical distancing,” kata Gita.

Jika masyarakat disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19, akhir Ramadan penularan virus bisa diputus. ”Tetapi jika kita semua tidak disiplin penyelesaiannya membutuhkan waktu jauh lebih lama,” jelasnya.

Gubernur NTB telah mengeluarkan surat edaran tentang protokol pengurusan jenazah Covid-19. ”Kami meminta kepada bupati/wali kota melakukan sosialisasi agar tidak terjadi penolakan,” harapnya.

Selain itu, kegiatan belajar mandiri di rumah diperpanjang kembali sampai tanggal 11 Mei. ”Pendampingan dan pengawasan siswa/siswi belajar mandiri di rumah harus dilakukan,” katanya. (ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks