alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Realisasi DAK Fisik Baru Rp 119,9 Miliar

MATARAM-Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang mampu dicairkan pemda di NTB hingga saat ini mencapai Rp 119,9 miliar, atau 4,68 persen dari total DAK Rp 2,5 miliar.

Dari 11 pemda baru empat yang mencairkan. Yakni, Pemprov NTB, Lombok Timur, Lombok Utara dan Kota Mataram. Sementara tujuh pemda realisasi DAK fisiknya masih nol. Yakni, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Kota Mataram.

Kepala Seksi PPA II C, Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb NTB Firdaus Dwi Kuncoro menjelaskan, untuk pemprov terbit enam surat perintah pencarian dana (SP2D) atau enam pekerjaan. Kemudian di Lombok Timur sembilan pekerjaan, Lombok Utara lima pekerjaan dan Kota Mataram dua pekerjaan.

Kepala Kanwil DJPb NTB Syarwan sebelumnya mengimbau kepada seluruh pemda untuk segera mencairkan dana DAK fisik. Batas terakhir pengajuan dana yakni 22 Juli mendatang, bila dana tidak kunjung diajukan maka pemda terancam tidak akan bisa mendapatkan DAK tersebut. “Kalau telat tidak ada toleransi,” katanya.

DJPb mengapresiasi pemda yang telah mencairkan DAK fisik tersebut. Menurut Syarwan, pencairan dana lebih cepat akan berdampak pada pembangunan di daerah. Jika dana – dana tersebut segera terserap maka manfaatnya akan lebih cepat dirasakan masyarakat. Termasuk dana desa yang langsung dibelanjakan ke desa.

“Kami selalu mendorong pemda mempercepat pencairan, kalau ada kendala kami siap membantu sampai ke pusat,” katanya.

Dwi Kuncoro menambahkan, untuk pencarian dana desa tahap II sudah direalisasikan sebesar Rp 316,5 miliar yang ditransfer ke rekening umum daerah. Kemudian ditransfer lagi ke rekening desa sebesar Rp 7,8 miliar.

Daerah yang mencairkan dana desa tahap II hanya Pemkab Lombok Barat Rp 62,24 miliar, Lombok Tengah Rp 77,3 miliar, Lombok Timur Rp 122,9 miliar, Dompu Rp 28,3 miliar dan Lombok Utara Rp 25,7 miliar.

Sementara Kabupaten Bima, Sumbawa, dan Sumbawa Barat belum mencairkan dana desa tahap dua. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks