alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Gandeng LIPI, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Korea Digelar di Indonesia

JAKARTA–Sejumlah penelitian vaksin Covid-19 sudah cukup maju. Diantaranya yang dilakukan oleh Korea Selatan. Sebentar lagi vaksin Covid-19 asal negeri ginseng itu menjalani fase uji klinis tahap dua dan tiga. Menariknya uji klinis lanjutan ini digelar di Indonesia, di antaranya menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Perkembangan riset vaksin Covid-19 itu disampaikan LIPI Laksana Tri Handoko. ’’Kandidat vaksin (Covid-19, Red) di WHO itu ada 135,’’ katanya Jumat  (26/6). Dari jumlah tersebut, yang sudah masuk uji klinis ada 10 riset vaksin.

Nah 10 vaksin yang sudah masuk uji klinis itu diantaranya berasal dari Korea Selatan dan Tiongkok. Dia menjelaskan di dalam riset vaksin itu, ada keterlibatan dari peneliti LIPI. Handoko mengatakan riset vaksin Covid-19 dari Korea Selatan itu dilaksanakan oleh Genexine. Mereka sudah melalui uji klinis tahap pertama yang dilkaukan di negaranya sendiri.

Kemudian tahap berikutnya adalah uji klinis tahap kedua dan ketiga yang rencananya digelar di Indonesia. Pada uji klinis tahap dua dan tiga ini nantinya ada keterlibatan dari peneliti LIPI. Pengujian ini juga menggandeng Kalbe Farma. ’’Saat ini fase approve uji klinis fase satu di Korea,’’ tutur Handoko. Riset Vaksin yang dilakukan oleh Korea Selatan itu berbasis DNA. Sementara riset vaksin Covid-19 oleh Tiongkok berbasis virus korona yang dilemahkan.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Puspita Lisdayanti mengatakan selain berkolaborasi dengan mitra asing, peneliti LIPI juga menjalankan riset vaksin Covid-19. Dia menjelaskan riset vaksin Covid-19 yang dilakukan LIPI berbasis vaksin rekomibinan gen sitetis. Maksudnya adalah virus yang dijadikan acuan adalah virus buatan.

Menurut perempuan yang akrab disapa Lilis itu, jenis vaksin beragam. Ada yang berbasis DNA, virus yang dilemahkan, atau virus tiruan atau rekombinan. Cara kerjanya sama. Yakni merangsang anti bodi mengenali sebuah virus lalu merekamnya.

’’Sistem imunitas tubuh kita juga memiliki sejenis RAM (random access memory, Red),’’ katanya. Dengan adanya informasi yang sudah terekam itu, sistem imun tubuh bisa melawan virus korona jika suatu saat menginfeksi tubuh. Keterlibatan LIPI dalam riset vaksin Covid-19 itu karena memiliki fasilitas laboratororim BSL-3 (bio safety level 3).

Lilis mengatakan saat ini LIPI sedang menjajaki produksi 500 liter bahan vaksin rekombinan Covid-19. Dia belum bisa menentukan bahan sebanyak 500 liter itu nantinya bisa menjadi berapa dosis atau ampul vaksin. Karena nantinya masih ada proses purifikasi dan lainnya. Bahan vaksin itu juga harus dimasukkan dahulu ke dalam bakteri tertentu.

Menurut Lilis riset sebuah vaksin biasanya membutuhkan waktu sepuluh tahun. Namun dia mengatakan sesuai keterangan WHO, diharapkan dalam tempo dua tahun sudah bisa dihasilkan vaksin Covid-19.

Lebih lanju Handoko mengatakan keterlibatan peneliti LIPI dalam riset vaksin luar negeri itu ada nilai positifnya. ’’Nanti tentu ada privilege,’’ katanya. Baik itu privilege atau akses khusus soal harga, keterediaan, atau lainnya. Dia menjelaskan kebutuhan vaksin Covid-19 nanti tentu sangat tinggi. Sehingga selain melakukan riset vaksin sendiri, juga perlu kerjasama dengan negara lain. Baginya nasionalisme tidak bisa diartikan dalam pengertian sempit. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks