alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pendemi Korona, Kekerasan Terhadap Anak di NTB Meningkat

MATARAM-Kasus kekerasan terhadap anak meningkat selama pandemi covid-19. Hingga triwulan II 2020, kasus kekerasan meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Putu Selly Andayani menjelaskan, kasus kekerasan meningkat salah satunya karena libur sekolah yang terlalu lama selama masa covid-19. Anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga meningkatkan stres bagi orang tua dan anak. ”Itulah yang juga kemudian memicu terjadinya kekerasan,” katanya.

Selain itu, ketika tidak bersekolah, anak lebih banyak bermain dengan gawai. ”Atau bisa juga karena kenakalan remaja yang disebabkan kurangnya perhatian orang tua,” kata Selly.

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  mencatat, per 1 Januari- 19 Juni terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak. Di antaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis, dan 1.848 kasus kekerasan seksual.

Selly berharap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB segera membuka kembali sekolah dengan protokol covid-19 ketat. ”Sebagai langkah awal dibuat sekolah percontohan dalam masa covid-19,” jelasnya.

Pemprov saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan gubernur (Pergub) tentang Sistem Perlindungan Anak di NTB. Ketua TP PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menjelaskan, untuk mengurangi kekerasan pada anak dibutuhkan sistem penanganan dan pencegahan yang baik. ”Jika memiliki pedoman akan lebih mudah menentukan langkah untuk menyelesaikan permasalahan,” katanya, dalam rapat penyusunan Pergub Penyelenggaraan Sistem Perlindungan Anak, Rabu (25/6).

Ia meminta pemerintah dan NGO pemerhati anak dapat bekerja secara koordinatif, fokus, dan tepat sasaran. ”Semoga pergub yang dibuat bisa melindungi seluruh hak-hak anak dan terlindung dari kekerasaan,” harap perempuan yang didaulat jadi Bunda PAUD NTB itu. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks