alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Sejumlah Penerima Bantuan PKH di NTB Diduga Gadaikan Kartu Keluarga Sejahtera ke Rentenir

MATARAM-Dinas Sosial NTB mengendus praktik penggadaian kartu keluarga sejahtera (KKS) sebagai syarat mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. ”Apabila terbukti penerima manfaat menggadai kartu kombo tersebut mereka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (26/6).

Saat ini, timnya sedang menghimpun informasi terkait hal itu. Sebab praktik gadai KKS sangat menggangu niat baik pemerintah yang ingin membantu keluarga prasejahtera. ”Saya sudah mendapatkan informasi soal ini, cara seperti ini harus dihentikan,” tegasnya.

Berdasarkan temuan tim di lapangan, keluarga penerima manfaat (KPM) PKH meminjam uang dengan cara menggadaikan bantuan sosial PKH kepada tengkulak dan rentenir perorangan. ”Sebenarnya tidak banyak tapi menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia khawatir praktik seperti itu membuat penerima lainnya ikut-ikutan. Untuk itu, peranan pendamping PKH perlu dimaksimalkan guna mengedukasi masyarakat. ”Selanjutnya kami juga berharap masyarakat/tokoh pemuda/ketua RT/RW dapat mengawasi bansos PKH ini,” harapnya.

Jika ada informasi penerima bansos PKH atau BPNT menggadaikan kartu, diharapkan melaporkan ke dinas sosial kabupaten/kota. ”Tentu disertai dengan bukti pendukung,” jelasnya.

Pemprov juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial kabupaten/kota agar melakukan pembinaan. Penerima PKH diberi waktu tiga bulan menyelesaikan pinjamannya. ”Jika terbukti dan telah dilakukan pembinaan namun masih mengulangi, KPM tersebut harus diberhentikan,” tegasnya.

Sesuai surat Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI Nomor 979 Tahun 2020, bantuan PKH digunaan untuk keperluan produktif. Seperti biaya transportasi mengunjungi fasilitas kesehatan, membeli makanan bergizi, membeli perlengkapan dan biaya transportasi ke sekolah serta modal usaha.

Mantan Kepala BPBD NTB ini menginstruksikan pendamping PKH mengingatkan penerima bantuan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. ”Pendamping wajib menyampaikan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan bansos dengan tepat,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, perhatian pemerintah pusat terhadap daerah cukup besar dengan banyaknya bantuan sosial digelontorkan ke daerah. Ia berharap semua bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik, terutama saat pandemi covid-19 saat ini.

Total bantuan sosial dari pusat ke NTB mencapai Rp 1,8 triliun. Bantuan itu diberikan kepada 345.917 KK penerima PKH, 540.363 KK penerima bantuan sembako, dan keringanan tagihan listrik bagi 868.637 pelanggan. Bantuan itu di luar bansos yang diberikan pemprov dan pemda kabupaten/kota di NTB. (ili/r5)

Pencairan Dana PKH NTB Per Juni 2020

 

Daerah                 KPM            Jumlah

Bima                      35.926         Rp 10,2 miliar

Dompu                   16.441         Rp 4,4 miliar

Kota Bima               6.139           Rp 1,6 miliar

Kota Mataram         17.580         Rp 4,5 miliar

Lombok Barat         48.251         Rp 11,2 miliar

Lombok Tengah      71.665         Rp 16 miliar

Lombok Timur         96.955         Rp 23,6 miliar

Lombo Utara          23.770         Rp 5,4 miliar

Sumbawa               22.554         Rp 5,6 miliar

Sumbawa Barat       6.636           Rp 1,8 miliar

Total                    345.917      Rp 84,7 miliar

*SUMBER DINSOS NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks