alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Cegah Korona, Polsek Kopang Sterilkan Pasar Semparu

PASAR menjadi perhatian Polsek Kopang, Lombok Tengah. Tak ingin pasar menjadi klaster baru penularan Covid-19, Polsek Kopang pun bergerak mensterilkan pasar. Salah satunya adalah Pasar Semparu di wilayah hukum Polsek Kopang.

Aksi sterilisasi Pasar Semparu tersebut dilakukan Polsek Kopang dengan Koramil Kopang, Camat Kopang dan Satpol PP Lombok Tengah. Sterilisasi tersebut dilakukan pada awal pekan ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pedagang dan pengunjung aman dari penularan Covid-19.

“Yang kita semprot bangunan pasar, lapak-lapak pedagang dan masjid dekat pasar,” kata Kapolsek Kopang AKP Suherdi pada Lombok Post.

Kegiatan itu berlangsung satu jam. Dimulai pukul 09.30 Wita- 10.30 Wita. Waktu tersebut dipilih karena aktivitas pedagang di pasar memang kosong atau sedang libur.

Penyemprotan diawali dengan pemeriksaan kesiapan petugas dan alat. Ada empat alat penyemprotan yang digunakan. Sementara disinfektan menggunakan cairan wipol, bayclin dan proclin. Satu per satu bangunan pasar dan lapak disemprot. Tidak boleh ada yang terlewatkan.

Dijelaskan Kapolsek, kegiatan sterilisasi pasar menjadi agenda rutin pihaknya. Kegiatan itu pun dibarengi dengan imbauan dan seruan tentang penerapan protokol kesehatan. Tidak saja pasar, tapi mengelilingi desa-desa di wilayah Kopang.

“Setelah ini, kita gelar razia masker,” tegasnya.

Sasarannya razia masker adalah para pedagang dan pengunjung di Pasar Semparu. Bagi yang ditemukan tidak menggunakan masker, maka tidak diizinkan berjualan, atau masuk pasar.

Dia berharap, aparatur pemerintah desa mengawal langkah yang dijalankan jajaran polsek, koramil dan pemerintah kecamatan. “Kalau masih saja membandel, maka pasar terpaksa kami tutup,” ancamnya. Kebijakan tersebut berlaku bagi pasar-pasar lain di wilayah Kopang. Hanya saja, itu diakuinya menjadi pilihan terakhir.

Prinsipnya, jajaran Polsek Kopang terus mengantisipasi munculnya klaster pasar. Sehingga, bagaimana pun caranya harus ditekan. Selain penyemprotan disinfektan, pedagang diatur jarak duduk dan jarak berdiri. Kemudian setiap pintu keluar masuk, disiapkan alat mencuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks