alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

MATARAM-Pemprov NTB diminta mengambil alih pendistribusian bantuan beras bagi keluarga kurang mampu. Jika pembagian masih lelet seperti saat ini, warga akan sangat dirugikan. ”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Penyaluran bantuan beras bagi 339.588 keluarga penerima manfaat (KPM) di NTB tersendat-sendat. Harusnya, per 25 September penyaluran beras untuk Agustus dan September tuntas. Sayangnya, realisasi pendistribusian baru 31,41 persen. PT DNR selaku transporter yang ditunjuk Kementerian Sosial (Kemensos) tidak mampu bekerja sesuai target.

Belum jelas apa kendala yang dihadapi PT DNR. Saat dikonfirmasi Lombok Post, perusahaan tersebut belum memberikan keterangan apa pun. ”Saya lihat problemnya di transporter itu,” lanjut Akhdiansyah.

Sebelum menunjuk pihak ketiga, harusnya pemerintah pusat harus memperhatikan profesionalitas dan komponen kerja pada program tersebut. ”Maunya nangani masalah, eh malah bagian dari masalah,” kata politisi PKB itu.

Persoalan tersebut harus segera diatasi. Jika dari sisi aturan memungkinkan, tidak masalah Kemensos memberikan tugas kepada pemerintah daerah membagikan langsung. Sehingga pendistribusian lebih lancar. ”Karena situasinya sudah emergency, kalau nggak di-take over, masyarakat penerima bantuan semakin dirugikan,” katanya.

Apa pun caranya, pembagian bantuan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Bila pihak ketiga sudah tidak mampu, tinggal diganti. ”Jangan sampai masyarakat NTB rugi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kondisi itu ke Kemensos. Baik laporan secara resmi maupun via telepon dan WhatsApp. ”Kami bersurat langsung,” katanya.

Terkait saran dewan agar pemprov mangambil alih pendistribusian beras, menurut Khalik tidak bisa. Sebab pendistribusian bantuan beras di seluruh Indonesia menggunakan pihak ketiga yang sudah dibayar pemerintah pusat. ”Ndak bisa. Mau ambil alih bagaimana?” katanya.

Satu-satunya cara, pemprov melaporkan ke pusat. Dengan harapan pihak ketiga segera membagikan ke masyarakat dan angka kemiskinan bisa ditekan.

Hingga 26 September, bantuan beras sudah dibagikan kepada 106.650 KPM atau 31,41 persen dari total penerima 339.588 KPM se-NTB. Artinya 232.938 KPM belum menerima. Jika dibandingkan data sebelumnya 18,57 persen, perubahan tidak signifikan. Sebab target semestinya sudah 100 persen di akhir September.

Bantuan sosial beras dari Kemensos RI tersebut merupakan bantuan tambahan dari pusat untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bantuan dibagikan selama tiga bulan, dari Agustus-Oktober.

Masing-masing KPM menerima  15 kilogram (kg) per bulan. Pembagian tahap pertama, diberikan untuk jatah dua bulan sekaligus Agustus-September sehingga tiap keluarga menerima 30 kg. Bulan berikutnya masing-masing mendapatkan 15 kg.

Bulog NTB sendiri telah menyiapkan 15 ribu ton lebih untuk bantuan tersebut. Beras tersedia di masing-masing gudang penyimpanan Bulog di NTB. Namun belum bisa cepat dibagikan ke warga. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks