alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Kabag Ops AKP Kadek Metria mengatakan, sejak diberlakukannya sanksi denda di Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020, jajaran Polres Lobar bersama pemkab sudah turun melakukan penindakan.

”Kalau di tingkat kabupaten sudah berjalan. Sudah banyak juga yang terjaring, di sanksi sosial maupun denda,” kata Metria.

Agar lebih masif lagi, upaya penegakan protokol dilakukan hingga tingkat bawah. Di kecamatan dan 119 desa se-Lobar. Dengan mengoptimalkan peran tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa atau lurah.

Metria mengatakan, dari awal berlakunya perda, jajaran polsek yang bergabung dengan tiga pilar di tingkat kecamatan sudah ikut turun. Hanya saja, kegiatannya masih sebatas sanksi teguran dan sosial saja.

Adapun sanksi denda belum bisa langsung diterapkan. Akibat keterbatasan personel. Mereka yang bertugas, yakni Satpol PP dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), tidak bisa mengcover untuk seluruh kecamatan.

”Tapi sekarang tidak lagi. Nanti kasi trantib di masing-masing kecamatan akan di-backup penuh oleh polsek jajaran,” ujarnya.

Penegakan perda di wilayah Kabupaten Lobar akan melibatkan dua polres. Polres Lobar dan Polresta Mataram. Polsek di wilayah hukum Polres Lobar, akan mengatensi Kecamatan Sekotong, Lembar, Kuripan, Gerung, Labuapi, Kediri, dan Batulayar. Sementara Polresta Mataram, akan menindak pelanggaran di Gunungsari, Lingsar, serta Narmada.

Dia berharap, dengan mengoptimalkan penindakan hingga tingkat kecamatan dan desa, bisa memberi efek jera kepada masyarakat. Kesadaran untuk patuh terhadap protokol bisa juga ikut tumbuh.

”Jadi bisa lebih disiplin. Ini bukan untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga orang lain,” tuturnya.

Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni Satriani Ekawati mengatakan, celah terjadinya pelanggaran akibat minimnya personel, akan disiasati Yeni. Salah satunya dengan melibatkan kecamatan dan desa. Nantinya, mereka akan melakukan pengawasan di masing-masing wilayah.

Ketika melihat pelanggar protokol yang dilakukan rumah makan maupun toko, langsung diberikan teguran tertulis. Apabila masih diabaikan, Satpol PP Lobar yang turun untuk melakukan penindakan.

”Sekarang bukan gertak sambal lagi kita. Melanggar langsung kita tindak,” tegas Yeni.

Di sisi lain, Yeni berharap masyarakat juga paham. Untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Demi kebaikan diri dan orang lain. (dit/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks