Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Pembangungan Berkelanjutan untuk Konservasi Penyu di Pantai Mapak Indah

MATARAM-Kawasan konservasi penyu di Pantai Mapak Indah, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, terus mendapat dukungan dari PLN. Dengan menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KP2M Mapak Indah, PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui PLN Peduli terus berkolaborasi mengembangkan kawasan konservasi penyu.

“Semoga ke depan Kota Mataram memiliki museum penyu, sebagai sentral edukasi tentang penyelamatan hewan yang dilindungi ini,” harap Ketua Kelompok Konservasi Penyu Pantai Mapak Indah H Awan.

Pantai Mapak Indah di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, merupakan kawasan konservasi penyu yang mengusung konsep eduwisata. Pokdarwis KP2M Mapak Indah melaksanakan program edukasi berupa pengenalan satwa penyu, membedakan antara reptil penyu, kura-kura dan bulus, kegiatan penyelamatan telur penyu, siklus hidup dan cara bertahan jenis-jenis penyu di dunia, serta dampak sampah plastik yang mengancam hidup penyu. Terakhir perkenalan langsung ke reptil sambil memberi makan penyu dan melepasnya ke lautan. “Kami memberikan pelayanan dan edukasi kepada pengunjung untuk mengenali penyu,” jelas H Awan.

Baca Juga :  Relokasi Warga di Lingkungan Mapak Indah Harus Ada Sosialisasi

Keterlibatan PLN Peduli menjadi titik awal perkembangan Pantai Mapak Indah, dengan membangun sarana prasarana penunjang kegiatan penangkaran dan penataan kawasan konservasi.

Selama 2022, Pokdarwis KP2M melakukan edukasi sebanyak 170 kali. Rata-rata kunjungan mencapai 1.000 orang per bulan. Kunjungan didominasi anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak dari beberapa daerah di Pulau Lombok. “Dalam satu bulan ada 10 sampai 15 kali kunjungan, dengan jumlah pengunjung bisa sampai 100 orang per sekolah. Untuk sekali kunjungan, kami biasanya melepas minimal 5 ekor penyu,” tutur Awan.

Berdasarkan data populasi, ada 5 jenis penyu di NTB. Tiga di antaranya ada di Pantai Mapak Indah. Yaitu penyu hijau, penyu lekang, dan penyu sisik.

Baca Juga :  Ikut Seleksi CPNS Gak Boleh Setengah Hati, Ini Alasannya Menurut BKD NTB!

Sampai pertengahan 2022, Pokdarwis KP2M telah menetaskan lebih dari 8.000 telur penyu. Sebanyak 5.000 tukik/penyu telah berhasil dikembalikan ke habitatnya.

Sementara itu Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Nusra Otong Sugiyono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong dan mewujudkan pembangungan berkelanjutan yang telah dijalankan. Salah satunya konservasi penyu di Pantai Mapak Indah ini.

“PLN akan memberi dukungan sarana dan prasana edukasi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh anak sekolah hingga mahasiswa yang berada di Pulau Lombok nantinya,” kata Otong.

Menurutnya, perkembangan yang terjadi saat ini di Pantai Mapak Indah, merupakan wujud nyata peran PLN dalam isu-isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian bagi kelompok pengelola dan masyarakat sekitar. (*/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks