alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Jelang MotoGP, Penginapan di KLU dan Lombok Timur Masih Sepi Peminat

MATARAM-Kurang dua bulan dari MotoGP, hotel dan penginapan di wilayah Lombok Utara (Lotara) dan Lombok Timur (Lotim) minim peminat. ”Ada 226 hotel yang belum terisi di Gili Matra,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini.

Wolini mengatakan, momentum MotoGP diharapkan bisa memberi dampak positif untuk pengusaha hotel. Apalagi proyeksi penonton yang bakal hadir bisa mencapai 100 ribu orang. Yang tentunya membutuhkan tempat untuk menginap.

”Harapan kami, MotoGP bisa menghidupkan kembali hotel-hotel yang sempat terpuruk,” ujarnya.

Hanya saja, harapan agar dunia usaha perhotelan kembali bergairah, belum nampak di tujuh minggu sebelum balapan MotoGP. Terutama tiga pulau kecil di Lotara, Gili Meno, Trawangan, dan Air (Matra). Serta hotel maupun homestay di Lotim, seperti Sembalun hingga Tetebatu.

Di Gili Matra, kata Wolini, banyak hotel yang tutup. Dimulai dari musibah gempa bumi, kemudian berlanjut ke pandemi covid. Totalnya mencapai 508 hotel maupun homestay. Adanya event World Superbike (WSBK) di tahun lalu, rupanya tak membantu usaha perhotelan untuk bisa bangkit perlahan.

Baca Juga :  Maksimalkan Dukungan untuk MotoGP, Pemprov NTB Bentuk Satgas

Saat ini, dari 228 hotel yang masih beroperasi di Gili Matra, hanya ada dua yang terisi. Yakni Hotel Aston Gili Trawangan dan Villa Karang di Gili Air. ”Sisanya belum ada. Masih sangat terpuruk untuk saat ini,” tuturnya.

Begitu juga di wilayah Lotim. Efek MotoGP belum terasa di kawasan Sembalun dan Tetebatu. Masing-masing ada sekitar 289 kamar dan 315 kamar kosong di kedua desa yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani ini. ”Masih kosong semua itu. Belum ada yang booking,” sebut Wolini.

Persoalan belum lakunya hotel-hotel di Lotara maupun Lotim, tak lepas dari kendala transportasi menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit. Misalnya, penonton yang menginap di Gili Matra, harus menggunakan perahu atau speed boat, untuk tiba di daratan Pulau Lombok. Setelah itu, perjalanan darat menuju sirkuit dengan waktu tempuh hingga dua jam.

Baca Juga :  Kualifikasi Asia Talent Cup Sedot Ribuan Penonton

”Kita berharap ada solusi. Bisa dengan menyiapkan moda transportasi khusus untuk penonton, sehingga kamar hotel di tiga gili bisa terpakai,” harap Wolini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB HL Mohammad Faozal menyebut telah menyiapkan 180 shuttle bus untuk transportasi penonton menuju Sirkuit Pertamina Mandalika. ”Kita siapkan tiga kali lebih banyak dari WSBK,” kata Faozal.

Operasional shuttle bus tetap lima koridor. Di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah; Pelabuhan Kayangan di Lotim; Pelabuhan Bangsal di Lotara, yang menjadi pintu masuk dari tiga gili melalui jalur laut; Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/