alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Pembelajaran Tatap Muka Penuh di Lombok Tengah Mulai Dievaluasi

PRAYA-Pembelajaran tatap muka (PTM) penuh di sekolah dasar (SD) dan SMP negeri maupun swasta di Lombok Tengah mulai dievaluasi. Untuk menentukan apakah akan dilanjutkan atau diberhentikan sembari melihat perkembangan pandemi Covid-19.

“Total jumlah anak didik kita sebanyak 116.974 orang,” kata Kabid SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng Lalu Rupawan Joni pada Lombok Post, kemarin (28/1).

Sebanyak 25.921 orang diantaranya duduk di bangku SMP. Selebihnya, 91.053 orang dibangku SD.

Dijelaskannya, kalau bicara vaksinasi, anak-anak didik di SMP sendiri sudah 95 persen divaksin untuk dosis pertama. Sisanya 5 persen tidak bisa dijalankan lantaran ada yang memiliki penyakit bawaan dan belum cukup umur.

Baca Juga :  Pemprov NTB Libatkan Kementerian Investasi dalam Adendum PT GTI

Sedangkan dosis kedua sebanyak 90 persen. “Capaian vaksinasi terendah ada di wilayah-wilayah terpelosok atau pinggiran,” papar Sekretaris PCNU Loteng tersebut.

Penyebabnya, bukan karena ketidakmauan anak didik atau para orang tua. Melainkan, minimnya informasi dan sosialisasi. Sehingga disdik berharap, pemerintah desa ikut membantu. “Bila perlu menggandeng babinsa dan bhabinkamtibmas,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun jalan terus. Kodim dan polres terus berpacu dengan waktu membantu pemerintah. Harapannya, sebelum MotoGP di sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tuntas. “Begitu pula vaksinasi dosis ketiga mulai kita genjot,” tandas Tangkas.

Di Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, TNI, Polri dan tenaga kesehatan menggelar vaksinasi terpusat di puskesmas terdekat. Kecuali, anak-anak dijalankan di sekolah mereka masing-masing.

Baca Juga :  Dana RTG Tahap Pertama, Rp 87 Miliar Masih Ditahan Pusat

Dia melihat, warga luar biasa antusias. Kodim meminta agar warga desa-desa lain di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna mempersiapkan diri. Bagi Tangkas, apa yang dijalankan tersebut, bagian dari usaha bersama memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Oleh karenanya, saya berharap target vaksinasi bisa tercapai dalam tiga bulan ke depan,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/