alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Anggota Polri di NTB Dapat Jatah Vaksin AstraZeneca

MATARAM-Pemerintah pusat memasukkan NTB sebagai salah satu provinsi penerima vaksin AstraZeneca. Rencananya hari ini (29/3/2021) vaksin itu akan dikirimkan ke NTB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, pemberian vaksin AstraZeneca seiring dengan surat dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) nomor SR.02.06II/762/2021. “Ditujukan untuk Dikes NTB tertanggal 25 Maret,” paparnya Minggu (28/3).

Dalam surat disebutkan TNI telah menyampaikan soal permintaan vaksin sebanyak 130 ribu dosis kepada Kemenkes. Nantinya digunakan untuk personel TNI. Permintaan yang sama diajukan Polri soal permohonan vaksin sebanyak 271 ribu dosis untuk beberapa polda.

Kemenkes kemudian menindaklanjuti permintaan tersebut. Kepada institusi TNI diberikan 13.000 vial atau 130 ribu dosis. Adapun Polri mendapat 125 ribu dosis atau 12.500 vial. Seluruh vaksin akan didistribusikan ke 34 provinsi, untuk sasaran TNI maupun Polri.

Fikri mengatakan, vaksin AstraZeneca tahap pertama sebanyak 1,1 juta dosis diprioritaskan untuk tujuh provinsi. Seperti Jakarta; Bali; Nusa Tenggara Timur; Maluku; Sulawesi Utara; Jawa Timur; dan Kepulauan Riau. Untuk digunakan pada tahap kedua, dengan sasaran pelayan publik serta lansia.

Selain tujuh provinsi, AstraZeneca diberikan juga kepada institusi TNI Polri. Dengan ketentuan ini, NTB mendapat jatah vaksin juga yang akan dikirim langsung dari Jakarta ke NTB pada hari ini sebanyak 250 vial vaksin atau sebanyak 2.500 dosis.

Berdasarkan lampiran dari surat Kemenkes itu, alokasi 250 vial ditujukan untuk Polri. ”Kalau di daerah lain ada yang TNI Polri dapat. Ada yang hanya TNI seperti di Bali. Untuk NTB, baru Polri dulu,” kata Fikri.

Untuk sasaran lain, diyakini Fikri akan mendapat alokasi pada dropping vaksin AstraZeneca selanjutnya. Disesuaikan dengan kebijakan distribusi vaksin yang ditentukan pemerintah pusat.

Pemprov tidak bisa meminta jenis vaksin. Yang nantinya akan diberikan untuk masyarakat NTB. Kata Fikri, yang bisa diajukan pemda hanya jumlah kebutuhan vaksinnya saja. ”Misalnya sudah habis stok kita, itu kita minta berapa jumlah tambahannya. Untuk jenis vaksin, pusat yang menentukan,” jelas Fikri.

Kedatangan vaksin AstraZeneca, akan menambah jumlah vaksin di NTB. Setelah sebelumnya Dikes menerima 115.900 dosis untuk vaksinasi tahap kedua di termin kedua. Vaksin ini secara bertahap dikirim ke kabupaten/kota.

Rinciannya Lombok Barat 650 vial; Lombok Tengah 980 vial; Lombok Timur 1.420 vial; Dompu 300 vial; Bima 590 vial. Kota Mataram 2.850 vial; Sumbawa 630 vial; Kota Bima 220 vial; Sumbawa Barat 180 vial; dan Lombok Utara 340 vial. Adapun sisanya sebanyak 3.430 menjadi cadangan yang disimpan di gudang Dikes NTB.

Sementara itu, vaksinasi di NTB diharapkan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah bisa dilakukan lebih masif lagi. Apalagi kemarin tepat satu tahun pandemi covid melanda NTB, sejak ditemukannya pasien positif pertama.

”PR kita sekarang itu disiplin. Kalau tidak, bisa saja kondisi membaik, tapi ujungnya memburuk,” kata Rohmi.

Kunci menekan penyebaran covid, sebut Rohmi, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Virus covid sama seperti virus flu. Penularannya melalui kontak langsung dengan penderita.

”Makanya tracing ini kita tingkatkan. Kalau kasus positif naik, tidak apa-apa. Yang penting itu angka kematian akibat covid ini yang kita tekan,” tandas wagub. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks