alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

1200 Diperiksa, 357 Mengarah ke Positif, NTB Harus Fokus Tangani Klaster Gowa

MATARAM–Sementara itu, jumlah kasus pasien positif Korona di NTB sudah 227 orang. Angka ini masih akan terus naik. Penyumbang terbesar tetap klaster Gowa.

”Tim sekarang gerak cepat memutus rantai penularan klaster ini,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, selaku komando Gugus Tugas Pecepatan Penanggulangan Covid-19 NTB, kemarin (28/4).

Sebagian besar kasus positif Covid-19 di NTB berasal dari klaster Gowa. Dibawa warga NTB, yang pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan. ”Jumlah yang pulang dari Gowa 1.200 orang, hasil tes cepat 357 orang reaktif,” ungkapnya.

Mereka yang hasil tesnya reaktif itulah yang sedang disaring sampai selesai. Sehingga memperkecil penularan ke warga yang lain.

Para jamaah itu pulang ke NTB tanggal sejak 24 Maret, namun masa inkubasi lebih dari 14 hari, sehingga ledakan kasus positif Covid-19 terjadi di bulan April. ”Penularan itu pada minggu ketiga dan itu berjalan terus,” katanya.

Klaster Gowa yang positif saat ini baru generasi pertama. Belum generasi keduanya. ”Dia bisa menularkan ke anak dan istrinya,” katanya.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Warga klaster Gowa sudah banyak masuk NTB. Pemerintah tidak bisa mengelak. Mau tidak mau, pemutusan mata rantai penyebaran virus wajib dilakukan. ”Kita tidak bisa menyesali sesuatu yang sudah terjadi,” katanya.

Pemprov saat ini bergerak cepat melacak warga yang pulang dari Gowa. Warga dengan hasil rapid test-nya reaktif langsung ditangani. Mereka juga dikarantina di daerah masing-masing. ”Dengan kita menganalisa sendiri, kita yang menangani menjadi percaya diri,” ujarnya.

Ia bersyukur Pemprov bisa lebih cepat mengetahui hasil tesnya. Sebelumnya harus menunggu seminggu lebih. Tapi sekarang lebih mudah ditanangani. ”Kita bisa lakukan antisipasi secara cepat setelah kita punya alat sendiri,” tambahnya.

Dalam sehari laboratorium NTB bisa menguji sampai 120 sampel swab. Hasilnya 227 orang dinyatakan positif. ”Yang hasil uji swabnya negatif sebenarnya lebih banyak,” katanya.

Rohmi menekankan, pada masa krisis ini, bukan waktu yang tepat untuk saling hujat. Tapi harus bersama-sama bergerak menangani Covid-19. ”Caranya dengan berdiam di rumah, kalau keluar pakai masker dan rajin cuci tangan,” katanya.

Ia mengingatkan, sehebat apa pun upaya pemerintah mencegah penularan, jika masyarakat tidak disiplin, penularan akan terus terjadi. ”Dan ini akan semakin mengerikan,” ujarnya.

Penularan virus Korona tidak hanya dari orang sakit, tetapi mereka yang sehat juga bisa menjadi pembawa virus dan menularkan ke orang lain. ”Beberapa kasus seperti itu, yang bawa virus anaknya sehat-sehat saja tapi orang tuanya kena,” kata Rohmi.

21 Kasus Baru

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi Selasa (28/4) merilis, 21 orang pasien positif Covid-19 baru di NTB. Sehingga total kasus Covid-19 di NTB mencapai 227 orang.  ”Ada 30 orang sembuh, empat meninggal dunia, dan 193 orang masih dirawat,” kata Sekda Gita, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas NTB.

Kemarin, laboratorium RSUD NTB, laboratorium Universitas Mataram dan laboratorium Genetik Sumbawa Techno Park memeriksa 186 sampel swab. Hasil 164 sampel negatif, satu sampel ulangan masih positif, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari 21 kasus baru itu, 14 orang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, tiga orang tertular klaster Gowa. Kemudian, satu orang warga Lombok Timur kena penularan lokal. Pasien nomor 215 inisial AA, 46 tahun asal Desa Labuhan Lombok itu kini dirawat di karantina terpusat di Lombok Timur.

Satu lagi pasien nomor 216, AZ, 10 tahun warga Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur terkonfirmasi positif. Dia kontak erat dengan anggota asarama pasien 01, klaster Jakarta.

Kemudian pasien 218, inisial Ny E, 40 tahun warga Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. ”Dia kontak erat dengan orang yang berpergian ke Madura,” kata Gita.

Terakhir, pasien nomor 226, inisial Ny IR, 21 tahun warga Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Dia pernah ke Luwuk, Sulawesi Selatan. Dia merupakan klaster baru karena tidak ke Gowa dan tidak pernah kontak erat dengan pasien positif lain. ”Saat ini dirawat di RSUD Bima dalam kondisi baik,” katanya.

Gita menambahkan, MHT, 52 tahun, warga Karang Baru, Kecamatan Selarapang juga positif. Dia pernah ke Gowa Makassar.  MHT merupakan salah satu anggota DPRD Kota Mataram. ”MHT menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSOTN Udayana Bali,” katanya.

Kabar baiknya, delapan orang dinyatakan sembuh, dua warga Lombok Barat dan enam warga Lombok Timur. Sebagian besar merupakan pasien klaster Gowa dan satu klaster Madura. Sehingga total warga NTB sembuh sudah mencapai 30 orang. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Astra Motor Gelar Kompetisi untuk Siswa SMA Sederajat

“Pelaksanaan AHMBS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan mengusung tema "Satu Hati Menuju Indonesia Maju” ujar Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto.

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks