alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Korona Mengancam, BPBD NTB Sorot Banyaknya Kerumunan di Mataram

MATARAM-Di tengah upaya memerangi virus Korona, kedisiplinan masyarakat mengikuti protokol keselamatan Covid-19 masih rendah. Kondisi itu sangat berbahaya.

”Jangan sampai kita semua menyesal di kemudian hari karena ketidak disiplinan kita,” tegas Kalak BPBD NTB H Ahsanul Khalik, selaku koordinator Pusat Pengendalian dan Oprasi Gugus Tugas NTB, kemarin (28/4).

Khlalik mengaku prihatin, ia melihat pemandangan sore hari di Kota Mataram, warga masih berkerumun di mana-mana. Seperti di kawasan Cakranegara, Kebon Roek Ampenan, dan Jalan Airlangga.”Warga seperti  tidak memahami bahayanya Covid-19 yang sangat mengerikan,” katanya.

Jika kasus positif Covid-19 di Mataram semakin tidak terkendali warga akan menyesali. ”Jangan sampai itu terjadi,” harapnya.

Pemerintah saat ini tengah berupaya memutus rantai penyebaran virus Korona dari klaster yang sudah diidentifikasi. ”Kami kerahkan kekuatan penuh  memutus rantai penyebaran ini, karena transimi lokal tidak kita tahu penularannya dari mana,” tegasnya.

Karena itu, BPBD NTB mengingatkan masyarakat lebih memperhatikan kondisi Kota Mataram dengan seksama. ”Lebih banyak  di rumah kalau tidak ada kepentingan mendesak  di luar,” imbuhnya.

Begitu  juga dengan kegiatan ibadah, sebaiknya tetap dilaksanakan di rumah. ”Kita jangan mengikuti perasaan benar pada diri kita, tapi tidak memperhatikan  kebenaran yang disampaikan tokoh agama dan pemerintah,” ujarnya.

Menjaga keselamatan orang banyak, menurutnya  jauh lebih utama. ”Itu juga ibadah,” tegas Khalik.

Hingga 28 April 2020, di Kota Mataram terkonfirmasi  positif 74 orang positif Covid-19, sembuh 12 orang, dan masih perawatan 60 orang, serta meninggal 2 orang. ”Ini perlu menjadi perhatian semua  pihak, utamanya masyarakat Kota Mataram,” tegas mantan kepala Dinsos Kota Mataram itu.

Kasus Covid-19  di Kota Mataram  bukan lagi hal biasa, tapi masyarakat masih bersikap biasa-biasa. ”Ini adalah masalah besar,” katanya.

Kerja-kerja tim medis yang melakukan pelacakan secara maksimal jangan dibiarkan sendiri. Masyarakat harus mendukung dengan kedisiplinan tinggi. ”Mari kita bantu meringankan beban petugas medis kita yang berjuang di garda terdepan,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan ibadah, Khlaik meminta warga mematuhi himbauan MUI, pemerintah  pusat, provinsi, dan wali kota Mataram. Terlebih sudah ada keputusan  bersama wali kota, ketua DPRD, Kapolres, Dandim, kepala kantor Kemenag dan ketua MUI Mataram. ”Di sana sudah mengatur bagaimana pelaksanaan ibadah umat Islam selama puasa,” jelasnya.

Pemprov juga mengharapkan, Gugus Tugas Kota Mataram menggerakkan semua  kekuatan untuk  menegakkan kesepakatan bersama yang sudah dibuat. Mulai dari aparat  kepolisian, TNI, Pol PP, Linmas, Satgas Sosial, Dishub, TRC BPBD. ”Jika perlu menurunkan relawan  seperti  lang-lang Kota Mataram, Dharma Wisesa dan relawan lainnya,” saran Khalik.

Pendekatan kearifan lokal juga penting agar masyarakat mau menerima seruan pemerintah. ”Pengawalan harus terus dilakukan agar kesadaran dan kedisiplinan masyarakat bisa terwujud dengan baik,” katanya.

Tambahan APD

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas NTB terus berupaya memenuhi semua kebutuhan dalam penanganan Covid-19. Salah satu yang paling penting saat ini adalah alat pelindung diri (APD) bagi paramedis. ”Hari ini (kemarin) kita menerima 4.200 pcs APD dari BNPB,” kata Khalik.

Tanggal 10 April, BNPB menyalurkan bantuan APD 4.000 pcs dan menjadi stok di Dinas Kesehatan NTB. Kemudian 24 April, NTB menerima lagi 4.100 pcs.

Sebelum itu, Pemprov NTB juga menerima 12.000 pcs APD dari BNPB. ”Semua langsung distribusikan ke kabupaten/kota dan kita sisakan buffer stock di dinas kesehatan,” katanya.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam koordinasi penanganan Covid-19 selalu  menekankan, kebutuhan APD harus tercukupi. ”Harus terjamin tenaga medis kita aman sehingga nyaman bekerja,” katanya.

Selain itu, ada pengadaan APD dari dana APBD yang dilakukan Dinas Kesehatan NTB. Pembelian di IKM bertujuan untuk pemberdayaan para IKM selama pandemi Covid-19. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks