alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Wabah Korona Diprediksi Dongkrak Jumlah Penduduk Misikin di NTB

MATARAM-Bencana covid-19 memukul semua sektor perekonomian. Angka kemiskinan NTB diperkirakan naik signfikan. ”Kemungkinan akan bertambah banyak orang miskin,” kata Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah pada Lombok Post.

                Data resmi angka kemiskinan akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB. Tapi dengan banyaknya usulan penerima jaring pengaman sosial (JPS) menggambarkan banyak warga terdampak. ”Setelah kita tetapkan kuota penerima, ternyata usulan itu banyak sekali,” kata Wisma.

                Mereka yang masuk dalam daftar tidak hanya keluarga miskin sebelumnya. Namun keluarga lain juga masuk karena penghasilan mereka berkurang setelah covid-19. ”Terutama mereka yang bekerja di sektor pariwisata, transportasi, dan jasa lainnya,” katanya.

                Karena itu, pendataan ulang dari tingkat desa terhadap warga yang terdampak covid-19 sangat penting. Sebab data bantuan kesejahteraan sosial yang dipakai Dinas Sosial NTB data lama. ”Kami minta agar dilakukan verifikasi terus,” katanya.

                Ia berharap, pemerintah kabupaten/kota dan desa benar-benar mendata warga yang berhak menerima. ”Kalau kita sudah punya data valid kita mudah menyalurkan bantuan,” katanya.

                Jumlah warga yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial di NTB mencapai  2.953.740 jiwa atau 935.456 KK. Sebanyak 863.194 KK dibantu melalui program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung non tunai (BNPT). Sisanya 72.262 KK tidak masuk dalam PKH maupun BNPT. ”Mereka adalah keluarga desil 1, 2 dan 3 atau sangat miskin, miskin dan hampir miskin yang rentan terdampak,” katanya.

                Mereka yang berada di desil tiga dan dua rentan menjadi desil 1 atau sangat miskin. ”Ini yang kita jaga agar mereka tidak turun menjadi sangat miskin,” katanya.

                Misnah, salah seorang warga Lingkungan Otak Desa, Dasan Agung Mataram mengaku kondisi saat ini cukup sulit. Pedagang bakulan ini tiap hari berjalan kaki menawarkan dagangannya ke kantor-kantor pemerintah. ”Syukur-syukur dapat untuk bayar utang,” katanya.

                Sebagai modal usaha dia meminjam uang Rp 1 juta dan harus kembali dalam enam bulan. Sehari dia mendapat Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. ”Sekarang makin sepi,” katanya.

                Bantuan JPS dari pemerintah tidak ia dapatkan. ”Orang lain saja yang dapat, saya milih bekerja saja,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks