alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Langsung Kirim Vaksin ke Kabupaten-Kota

MATARAM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung mendistribusikan vaksin ke kabupaten-kota. Hal ini dilakukan untuk mempercepat vaksinasi.

”Mulai minggu kemarin seperti itu, tidak lewat provinsi lagi,” kata Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Rabu (28/4).

Perubahan kebijakan dilakukan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes. Diharapkan bisa lebih efisien dalam mempercepat vaksinasi serta menjaga mutu vaksin.

Eka mengatakan, jumlah vaksin yang didistribusikan akan bergantung pada progres vaksinasi di lapangan serta laporannya ke pemerintah pusat. ”Poin utamanya itu dilihat dari laporan. Dari sana kelihatan berapa sisa vaksin dan berapa yang sudah disuntikkan,” tuturnya.

Selama ini, banyak persoalan terkait dengan laporan vaksinasi. Ada ketidaksesuaian antara progres vaksinasi di lapangan dengan laporan yang disampaikan ke Kemenkes. Misalnya, sudah dilakukan penyuntikan terhadap 100 orang, namun laporan yang masuk baru sebanyak 50 orang saja.

Situasi tersebut merugikan daerah. Sebab, Kemenkes beranggapan vaksinasi berjalan lamban. Masih ada sisa vaksin yang belum digunakan. Sehingga dropping vaksin untuk daerah harus ditunda.

”Itu yang membuat beberapa daerah teriak kurang vaksin. Padahal dia sudah selesai, tapi laporannya belum masuk semua,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.

Jarak antara laporan dengan hasil vaksinasi di lapangan, coba diminimalisasi pemprov. Dengan melakukan pendampingan terkait dengan pelaporan. Meski upaya tersebut memang tidak mudah. Apalagi ada kendala terkait dengan jaringan internet.

Sistem pelaporan vaksinasi dilakukan secara online. Hanya saja, untuk daerah yang jaringan internetnya lamban, petugas harus dua kali kerja. Mendatanya secara manual kemudian dipindah ke online.

”Kalau untuk Kota Mataram kan enak, internet lancar. Jadi langsung masuk ke pusat,” ujarnya.

Eka mengatakan, kuota vaksin yang diberikan tetap ditentukan pemerintah pusat. Berdasarkan faktor ketersediaan vaksin dan laporan. Karena itu, kabupaten/kota yang belum klir laporannya dipastikan tidak akan mendapat kiriman vaksin.

”Minggu kemarin itu sudah ada enam kabupaten yang dapat tambahan vaksin,” kata Eka.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, total vaksin yang sudah diterima NTB sebanyak 319.560 dosis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 275.049 dosis sudah digunakan. Rinciannya, 177.753 untuk dosis pertama dan 97.296 di dosis kedua. ”Masih ada sisa vaksin kita sekitar 44.511 dosis,” katanya.

Selain itu, NTB juga mendapat tambahan vaksin sebanyak 22.000 dosis yang dikirimkan pusat ke kabupaten/kota pada 24 April lalu. Tambahan baru ini diharapkan bisa semakin mempercepat upaya vaksinasi di NTB. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks