alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

TKI Malaysia Sembunyikan Burung Ilegal Dalam Pipa

MATARAM-Petugas Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan) menahan tujuh ekor burung yang dibawa TKI dari Malaysia di Lombok International Airport (LIA), Minggu (26/5). Tujuh ekor burung tersebut ditemukan dalam pipa paralon yang ditumpuk bersama pakaian di dalam koper.

“Tiga ekor kacer sudah mati, sisanya kita amankan,” kata Arinaung, Kepala Karantina Pertanian Mataram saat menunjukkan barang bukti di Kantor Wilayah Kerja Karantina Mataram, Lombok Tengah.

Tujuh ekor burung tersebut terdiri dari empat ekor burung perkutut dan tiga ekor burung kacer yang ditemukan sudah mati. Selain itu, juga ditahan benih kacang panjang sebanyak 400 kg dan benih labu 50 gram dari Malaysia.

Saat ditanya petugas karantina, pemilik berkilah satwa yang dibawanya hanya titipan. Tujuh ekor burung dan beberapa benih tanaman yang dibawa akhirnya ditahan. Sedangkan kepada pemilik dilakukan pembinaan dan investigasi lebih lanjut.

Menurut Arinaung, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya membawa komoditas pertanian baik hewan maupun tumbuhan tanpa dilengkapi jaminan kesehatan dari negara asal.

Satu atau dua ekor, atau beberapa butir benih risikonya sama. Kalau penyakitnya sudah masuk, penanganannya akan susah. “Butuh anggaran besar, belum kerugian ekonomi petani lokal, bahaya,” jelasnya.

Sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbunan, setiap komoditas yang dilalulintaskan antar area dalam wilayah NKRI maupun dari dan ke luar negeri, wajib dilaporkan kepada petugas karantina, serta harus memenuhi persyaratan kesehatan karantina. Tujuannya agar tidak masuk dan tersebaranya hama dan penyakit antar pulau di Indonesia maupun dari luar negeri.

Arinaung menyebutkan, selain mengakselerasi ekspor berbagai produk pertanian nusantara, petugas juga disiagakan di bandara, kantor pos dan pelabuhan, terutama jelang Lebaran. “Itu untuk mengawasi lalu lintas media pembawa tersebut.”

Tahun 2018, Karantina Mataram berhasil menggagalkan upaya pemasukan komoditas pertanian tanpa jaminan kesehatan sebanyak 177 kali. Di antaranya adalah burung, telur ayam, kulit sapi, madu dan daging sapi olahan. “Biasanya dari Malaysia dan Singapura,” pungkasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks