alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Gubernur NTB Tutup Bandara 1 Juni, Dishub : Tak Ditutup, Hanya Dibatasi!

MATARAM-Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang diwacanakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah tak jadi kenyataan. “Tidak ada penutupan bandara, hanya pembatasan penumpang. Itu hanya salah pengertian, apalagi bandara salah satu objek vital,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Lalu Bayu Windia, kemarin (28/5).

Sebelumnya,  Pemprov NTB memastikan akan menutup operasional bandara selama satu bulan. Mulai dari 1 Juni hingga 1 Juli 2020. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Kami perketat melalui SOP, jadi yang keluar masuk bandara harus bawa surat sehat. Salah satunya dengan melampirkan keterangan sudah swab,” ujarnya.

Bayu menjabarkan, pihaknya akan semakin memperketat persyaratan penumpang yang keluar masuk bandara. Mengingat, penyebaran kasus covid-19 terus meningkat setiap harinya. Terutama, pendatang yang berasal dari daerah zona merah.

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemprov NTB melalui dishub untuk memperketat persyaratan di pintu masuk dan keluar bandara. Setiap penumpang pesawat harus mengikuti protokol kesehatan berbasis swab secara mandiri (bayar sendiri). Swab dilakukan di bandara asal dan dilakukan klirens (clearance) oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara tujuan.

“Poin selanjutnya, sama halnya dengan bandara, setiap penumpang kapal laut juga diwajibkan demikian. Mereka harus membuktikan bahwa dirinya sehat, salah satunya dengan memperlihatkan hasil swab,” tutur dia.

Selanjutnya, dishub juga meminta agar pelaku perjalanan antar kabupaten dalam provinsi di NTB diatur berbasis pulau utama (main-island). Yakni, Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Artinya, poin ini mengatur setiap orang yang hendak melakukan perjalanan dari Lombok ke Sumbawa atau sebaliknya harus mengantongi kartu sehat. “Tentunya dengan membuktikan hasil rapid test,” terang Bayu.

Sementara, aktivitas logistik melalui pintu bandara dan pelabuhan selama covid-19 tetap berjalan seperti biasanya. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga ketersediaan pangan masyarakat. “Barang tetap masuk,” jelasnya.

 

Sebelumnya menanggapi wacana penutupan bandara Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (AP) LIA Arif Haryanto kepada Lombok Post, Rabu (27/5) memberi penjelasan. Sesuai surat edaran Tim Gugus Tugas Covid 19 pusat bandara tetap buka dalam jumlah penerbangan terbatas.  ”Jadi operasional tetap jalan,” ujarnya.

Sejak diberlakukannya penerbangan terbatas 10 Mei lalu, hingga sekarang, tercatat hanya ada 23 pergerakan pesawat. Itu mencakup kedatangan maupun keberangkatan domestik. Sedangkan rute internasional masih nihil. Maskapai yang melayani rute dari dan menuju LIA adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Travira Air.

Sementara itu General Manager PT Angkasa Pura I BIL Nugroho Jati mengatakan, terkait dengan larangan atau pembatasan bagi penerbangan niaga atau non-niaga yang mengangkut penumpang, pada prinsipnya dapat dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. “Sebelumnya perlu dilakukan koordinasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder terkait, badan usaha angkutan udara (maskapai penerbangan), serta pengguna jasa angkutan udara sebelum pembatasan penerbangan itu dilakukan,” tutupnya. (tea/dss/r5/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks