alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Covid-19 Masih Mengancam, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Vaksin Booster

MATARAM-Pemerintah menargetkan capaian vaksinasi dosis tiga atau booster covid sebesar 70 persen di akhir tahun. ”Pemprov akan tetap mengupayakan. Booster terus kami dorong percepatannya,” kata Asisten III Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi.

Kerja pemprov untuk menaikkan capaian booster cukup berat. Animo masyarakat untuk melaksanakan booster cenderung rendah. Tak lepas dari kasus covid harian yang telah melandai selama beberapa pekan terakhir.

Ditambah lagi dengan sejumlah kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat. Antara lain, PCR tidak lagi menjadi syarat untuk perjalanan hingga boleh untuk tidak memakai masker ketika berada di ruang terbuka.

Eka tak menampik soal adanya keengganan masyarakat untuk melanjutkan vaksinasi covid ke dosis tiga. Faktornya beragam. Kondisi tersebut disayangkan Eka. Apalagi vaksinasi covid masih cukup ampuh untuk menekan penularan kasus dan tingkat kesakitannya. Termasuk pada subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

”Ini mulai naik lagi (kasusnya). Jadi di pikiran pemerintah, naikkan booster. Kencangkan booster, itu salah satu cara untuk menekan laju kasus,” tutur Eka.

Baca Juga :  Bendungan Sape Direhab, 2.650 Hektare Sawah Diselamatkan

Dia menerangkan ketika muncul varian delta dan omicron, pemerintah mempercepat vaksinasi dosis dua. Hasilnya, kasus covid berhasil dikendalikan dan cenderung menurun. Hingga membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat.

”Ketika 70 persen pada dosis dua, itu kasus turun,” sebut mantan Kadis Kesehatan NTB itu.

Dari pengalaman tersebut, pemerintah memandang perlu vaksinasi booster bagi masyarakat. Apalagi dengan kemunculan subvarian baru omicron, yang disebut-sebut tingkat penyebarannya lebih cepat dari omicron maupun delta.

Karena itu, pemerintah melalui Satgas Covid Nasional mengeluarkan SE Nomor 20 Tahun 2022 yang diberlakukan per 21 Juni. Aturan baru ini mengatur protokol kesehatan (prokes) untuk pelaksanaan kegiatan berskala besar di masa pandemi covid.

Dalam SE tersebut, salah satu ketentuannya adalah pelaku kegiatan berskala besar wajib menunjukkan kartu, secara fisik maupun digital, telah menerima vaksin dosis kedua dan ketiga. Untuk vaksin dosis ketiga, ditujukan bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas, sementara dosis kedua di usia 6-17 tahun.

Baca Juga :  Kasus Positif Aktif Capai 1.128 Orang, NTB Siapkan Opsi Tambah RS Darurat

Dokter spesialis anak itu menyebut, ketika booster menjadi salah satu syarat wajib bagi terhadap kegiatan masyarakat, capaiannya bisa langsung naik. ”Seperti kemarin saat mudik, itu booster dijadikan syarat. Akhirnya kencang vaksinasi boosternya,” kata Eka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan, pelayanan vaksinasi booster tetap digencarkan provinsi maupun kabupaten kota. Masyarakat bisa mendapatkan booster di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.

”Sesuai interval waktu yang ditetapkan, tiga bulan setelah dosis dua dilakukan,” kata Fikri.

Soal kurangnya animo masyarakat terhadap booster, Fikri menyebut akan dilakukan penguatan informasi dari bidang promosi kesehatan. Selain itu, guna mempercepat capaian vaksin booster, dikes juga akan bekerja sama dengan stakeholder lain dalam berbagai kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat.

”Misalnya, ketika pemberian bantuan langsung tunai di kantor pos, kabupaten/kota buka layanan vaksin booster, sebagai syarat menerima bantuan itu,” imbuh Fikri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/