alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Lawan Korona Polres Mataram Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Kota

Polresta Mataram konsisten menerjunkan personel untuk menjaga lima pintu masuk ke Ibu Kota Provinsi. Pengendara yang tidak mematuhi protokol kesehatan dipastikan ditindak. Personel dari Polresta Mataram juga diterjunkan untuk menegakkan protokol kesehatan di pasar-pasar induk. Langkah ini untuk memastikan, Kota Mataram bisa menuju Zona Hijau Covid-19.

————-

 

PASAR di Kota Mataram selalu ramai. Kondisi itu rentan terjadi penularan Covid-19. Polresta Mataram tak ingin pasar jadi klaster penyebaran Covid-19.

Untuk mengantisipasi itu, setiap pagi personel diterjunkan memberikan imbauan di sejumlah pasar induk. Personel tersebut memberikan sosialisasi mengenai protokol kesehatan.

”Kita minta pedagang, pengunjung, tukang ojek, kusir cidomo, dan orang lain yang beraktivitas di pasar harus selalu menggunakan masker,” kata Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik, kemarin (27/8).

Bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker, bakal diminta pulang. “Tidak diperkenankan masuk ke dalam pasar kalau tidak menggunakan masker,” tegasnya.

Selain itu, mereka harus mencuci tangan sebelum masuk ke pasar. “Kita sudah sediakan tempat cuci tangan, bekerja sama dengan petugas pasar,” ujarnya.

Tak hanya itu di setiap pasar di Kota Mataram, lapaknya harus berjarak. Langkah itu untuk mengantisipasi adanya tumpukan para pengunjung saat berbelanja. ”Jaraknya  1,5 meter hingga 2 meter,” terangnya.

Upaya itu tak henti-hentinya dilakukan. Dengan koordinasi bersama TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan membuat program tersebut berjalan cukup lancar. ”Ya, meski ada satu hingga dua orang yang masih tidak mematuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Bagi pengunjung yang masih ngeyel tidak mematuhi protokol kesehatan bakal diberikan sanksi. Sanksinya berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, menghafal Pancasila, dan yang lebih berat diminta untuk push up. ”Semua itu kita lakukan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Pasar menjadi salah satu titik fokus untuk menekan penyebaran Covid-19. Mengapa demikian? Karena aktivitas di kawasan itu cukup tinggi. ”Apalagi rata-rata pengunjungnya adalah ibu-ibu. Yang usianya rentan terkena Covid-19,” ujarnya.

”Ibu-ibu itu juga kerap bersentuhan dengan keluarganya di rumah,” ujarnya.

Jika mereka tidak mematuhi protokol kesehatan, bisa-bisa penyebarannya lebih cepat. ”Itu yang kita antisipasi,” ujarnya.

Bukan berarti, titik fokus penekanan penyebaran Covid-19 diabaikan. Polresta Mataram juga tetap melakukan razia masker di beberapa lokasi tempat hiburan di Kota Mataram.  ”Kita minta setiap pengunjung mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Hampir semua tempat hiburan di Kota Mataram sudah menerapkan protokol kesehatan.  Di tempat karaoke, pengunjungnya dibatasi. ”Kursinya diberikan tanda untuk melakukan physical distancing. Dan pengunjungnya diwajibkan menggunakaan masker,” ungkapnya.

 

Perketat Pintu Masuk Kota Mataram

 

Sejauh ini, trend kasus Covid-19 di Kota Mataram menurun. Tercatat, tinggal satu kelurahan yang masih berstatus zona merah. Namun begitu, bukan berarti Polresta Mataram kendor. Upaya memperketat pintu masuk di Kota Mataram jalan terus.

Kasatlantas Polresta Mataram AKP Raditya Suharta mengatakan, setiap pengendara yang masuk melalui ke Kota Mataram diawasi. “Jika tidak menggunakan masker kita hentikan,” kata Radit.

Mereka terlebih dahulu diberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Selanjutnya, mereka diminta untuk pulang terlebih dahulu mengambil masker. ”Jika tak ingin pulang dan mengambil masker, pengendara itu diminta untuk membeli masker di sekitaran check point. Karena, di posko itu banyak masyarakat yang menjual masker,” bebernya.

Jika tak juga diindahkan perintah tersebut, kendaraan bisa ditahan. Pengendara itu bisa mengambil kendaraannya jika sudah menunjukkan maskernya. ”Kita pastikan para pengendara itu menggunakan masker saat melanjutkan perjalanannya,” tegasnya.

Dari pengawasan yang dilakukan, masih ada beberapa pengendara yang tidak mengenakan masker. Sebagian besar mereka merupakan pendatang. ”Mereka rata-rata dari kabupaten lain,” kata dia.

Kemarin (27/8) misalnya, ada 200 teguran yang dilakukan petugas pada pengendara yang tidak patuh. Jumlah itu ditemukan di tiga titik check point pengawasan. ”Di antaranya pintu masuk jalan lingkar selatan, wilayah Gerimak Narmada, dan simpang tiga Kebon Roek,” ungkapnya.

Selain itu, petugas juga melakukan penilangan bagi pengendara yang tidak mentaati aturan lalu lintas. (arl/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks