alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pemprov NTB Tepis Isu “Konsesi” Pengadaan Barang JPS

MATARAM–Pengadaan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang masih mengundang polemik. Kali ini, beredar screenshot percakapan WhatsApp yang menyebut nama-nama penerima konsesi pengadaan barang JPS Gemilang.

Namun isu miring ini langsung dibantah Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma. Ia menegaskan, tudingan itu adalah fitnah. ”Tuduhan itu tidak benar,” tegasnya.

Dalam percakapan itu, pengirim pesan berinisial IAJ tidak menyebut nama secara lengkap. Menurut Wirajaya, tudingan itu mengada-ada, apalagi disebut membuat ratusan ribu masker. ”Itu jelas merupakan fitnah tidak berdasar,” bantahnya.

Setiap UMKM, kata Wirajaya, hanya diberikan jatah maksimal 40 ribu masker. ”Silakan bisa dilihat data-datanya di bidang UMKM,” tegasnya lagi.

Melalui rilis Humas NTB, Wirajaya menjelaskan panjang lebar terkait proses pengadaan masker. Ia menerangkan, yang terlibat dalam program maskerisasi adalah UKM yang memenuhi persyaratan adminstratif. ”Ini sesuai ketentuan dalam menangani covid-19 yang menggunakan anggaran tidak terduga,” jelasnya.

Dalam pembuatan masker, pihaknya melibatkan 135 UKM NTB dan telah mendaftar secara resmi ke dinas. Mereka melampirkan SIUP, TDP dan NPWP serta buku tabungan rekening atas nama UMKM itu. ”Setelah tahapan seleksi, hanya 125 UMKM yang memiliki kelengkapan adminstratif sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Pembuatan masker tahap pertama melibatkan 31 UKM dengan 100 ribu masker. Pengerjaan tahap pertama sudah selesai dan dibuatkan surat pertanggungjawaban (SPJ) ke BPKAD.

Sedangkan tahap kedua dibuat 845 ribu lembar masker dengan melibatkan 79 UMKM.  ”Ini dalam proses penyelesaian SPJ-nya,” jelasnya.

Khusus di Kabupaten Sumbawa, pengerjaan masker diserahkan kepada UMKM dengan nama Family Taylor serta beberapa UMKM lainnya yang tersebar hingga ke Kota Bima. ”Kami juga sudah mengklarifikasi soal program pembuatan masker ini kepada DPRD NTB,” katanya.

Dinas Koperasi dan UKM juga telah memberikan klarifikasi ke Ditreskrimsus Polda NTB. ”Semua dokumen-dokumen terkait program ini sudah kami perlihatkan. Mereka juga sudah mengecek ke lapangan,” terang mantan Karo Ekonomi Setda NTB itu.

Wira menyebut, banyak kepentingan oknum-oknum tertentu yang ingin masuk ke dalam program pembuatan masker. ”Ada yang datang kepada kami minta diakomodir dan membayar masker yang telah dibuatnya sebanyak 100 ribu sekian masker,” tuturnya.

Dan setelah dicek, nama oknum itu tidak terdaftar dalam UKM yang terverifikasi. Sehingga permohonannya tidak bisa dipenuhi. ”Tidak sembarang orang bisa membuat masker tanpa melewati prosedur yang ada. Meskipun oknum itu mengaku diperintah oleh gubernur,” tegasnya.

Wira menegaskan, pihaknya hanya mengurus program maskerisasi dalam JPS Gemilang. Sementara item lainnya diserahkan ke beberapa OPD teknis seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan. ”Program masker sekarang sudah siap didistribusikan kepada warga,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Fihirudin, salah seorang yang disebut penerima konsesi pengadaan barang JPS Gemilang berencana melaporkan pihak yang menuduhnya. “Iya (saya laporkan, tapi) saya masih kasih dia waktu untuk meminta maaf secara terbuka di publik,” katanya saat dikonfirmasi Lombok Post.

Pemuda NW Anjani itu keberatan dengan tudingan itu. Rumor itu dianggap kabar tak bermutu dan dinilai mengandung informasi bohong. “Sejak kapan saya main minyak, main JPS Gemilang,” tepisnya.

Lebih disesalkannya lagi, tudingan itu dikaitkan dengan organisasinya sehingga dianggap layak dapat “jatah” konsesi logistik JPS Gemilang. “Pakai embel-embel organisasi,” sesalnya.

Fihir lantas menegaskan, dirinya tidak punya kapasitas terlibat dalam pengadaan logistik JPS Gemilang. “Saya tidak punya IKM jadi sadar diri aja,” tegasnya.

Selain Fihir, nama lain yang ditulis yakni Acip. Nama itu diduga mengarah pada staf khusus gubernur NTB M Nashib Ikroman. Namun saat dikonfirmasi, dia enggan menanggapi. “Hehehe…” tulisnya pendek melalui pesan singkat.

Sedangkan, Direktur PT Gerbang NTB Emas (GNE) Samsul Hadi yang mendapat konsesi beras telur enggan menanggapi. ”Nggak tahu ton (saudara), saya fokus sama yang bagian kerjaan GNE saja,” katanya, kemarin.

Ia tidak mau terlalu banyak berkomentar, karena GNE ingin fokus menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diberikan dalam pengadaan JPS Gemilang.  (ili/zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks