alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dua Bulan Tertahan di Kalimantan, 48 TKI NTB akhirnya Dipulangkan

MATARAM-Dua bulan lebih terkatung-katung di Kalimantan Barat (Kalbar), 48 pekerja migran Indonesia (PMI/TKI) asal NTB akhirnya dipulangkan. ”Alhamdulillah sejak kemarin sudah sampai rumah masing-masing dan berkumpul dengan keluarganya,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Senin(29/6).

Para PMI tersebut dideportasi dari Malaysia melalui pintu masuk Kalimantan Barat. Tapi karena covid-19, mereka tidak bisa langsung pulang ke NTB. Selama dua bulan lebih tertahan di rumah penampungan Dinsos Kalbar di Pontianak.

Setelah memiliki dana, baru tanggal 25 Juni, Dinsos NTB memulangkan mereka melalui Pelabuhan Pontianak ke Semarang. Dari Semarang menggunakan bus ke Mataram. ”Mereka menempuh perjalanan empat hari dan tiba di sini 28 Juni kemarin,” jelasnya.

Seluruh biaya pemulangan PMI, kata Khalik, dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB. Ia memastikan, 48 orang tersebut bebas dari virus korona. ”Aman semua sudah di-swab di Pontianak,” jelasnya.

Ke-48 orang PMI itu berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur,  Lombok Utara, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Kepala Seksi, Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Dinsos NTB Armansyah menambahkan, ia bersyukur pemulangan berjalan lancar. Dengan bantuan semua pihak, khususnya Baznas NTB buruh migran tersebut diantar sampai ke rumah masing-masing.

Arman menambahkan, jumlah mereka sebenarnya 58 orang. Namun 10 orang kabur dari penampungan di Kalbar. Sehingga hanya 48 orang itu yang bisa dipulangan ke NTB. ”Informasinya 10 orang keluar tanpa izin, ada yang belum mau pulang dan ingin mencari kerja di Kalimantan, ada juga yang mau balik ke Malaysia,” katanya.

Para PMI tersebut dideportasi pemerintah Malaysia karena beragam kasus. Ada yang tidak memiliki izin tinggal, tidak memiliki visa kerja, ada yang dipenjara karena dituduh ikut dalam kasus kriminal. ”Ada juga yang telantar dan ditangkap polisi, macam-macam,” jelasnya.

Dari Malaysia mereka dikirim ke Kalbar yang menjadi pintu masuk pemulangan PMI dari Malaysia. Di kalimantan mereka tinggal di rumah singgah, milik dinas sosial setempat.  ”Yang ditampung tidak hanya dari NTB, tapi dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya. (ili/r5)

 

PMI NTB yang Deportasi dari Malaysia Dipulangkan

 

Kabupaten           Jumlah

Lombok Barat         3 orang

Lombok Tengah      13 orang

Lombok Timur         19 orang

Lombok Utara         2 orang

Bima                      7 orang

Dompu                   4 orang

Total                    48 orang  

Sumber: Dinas Sosial NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks