alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

MATARAM-Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).

Pasien gagal napas, kata Fikri, membutuhkan perawatan intensif menggunakan ventilator. ”Paru-paru bagian bawahnya penuh dengan cairan kental dan dia khas gejalanya,” beber Fikri.

Dia menjelaskan, tren pasien baru dalam kondisi parah terus meningkat. Bahkan sudah di atas 5 persen dari biasanya. Selama ini, 80 persen pasien yang ditangani RSUD dalam kondisi sedang, 15 persen kondisi berat, dan 5 persen kondisi parah. ”Tapi sekarang mulai bergeser trennya, lima persen ke atas meningkat untuk kasus-kasus gagal napas,” katanya.

Perubahan itu cukup mengkhawatirkan. Sebab, fasilitas kesehatan terbatas. ”Kalau ventilatornya terpakai semua? Artinya akan ada orang yang tidak dapat ventilator,” ujarnya.

Ia menduga, kondisi itu terjadi karena banyak orang terlambat mengetahui dirinya terjangkit Covid-19. Mereka tidak segera memeriksa kondisi kesehatannya saat timbul gejala awal. Terutama mereka yang tanpa gejala.

”Jangan sampai kita masuk dalam kondisi parah. Keterlambatan dan ketakutan ke rumah sakit dampaknya seperti itu,” ujarnya.

Sebaiknya, saran Fikri, ketika timbul gejala awal seperti batuk, pilek, disertai sesak napas segera screening. Periksa ke laboratorium dan rontgen. Bagi orang tanpa gejala minimal beristirahat. ”Lebih awal tertangani lebih bagus,” katanya.

Tren yang terus berubah menjadi peringatan bagi semua pihak. Kewaspadaan tingkat tinggi sangat diperlukan. Terlebih akhir-akhir ini berkembang transmisi lokal dan transmisi komunitas. Orang semakin sulit membedakan mana orang positif Covid-19 atau tidak.

”Trennya tidak hanya pasien komorbid, non komorbid di usia muda kasusnya juga meningkat,” ujar Fikri.

Ia menyebut, Covid-19 punya seribu wajah. Karena sekarang gejalanya berubah-ubah. Orang yang punya penyakit ginjal meninggal karena penyakit ginjal plus virus Korona.

”Gejalanya tidak hanya batuk pilek, tapi ada diare, pusing, dan mual,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, harus dilakukan gerakan 4T, yakni telling, test, tracing, dan treatment. Telling artinya mengintensifkan promosi dan edukasi kepada masyarakat. Kemudian test secara masif untuk mendeteksi lebih awal.

Selanjutnya contact tracing bila ada pasien positif, dan terakhir treatment atau pengobatan. ”Kami tugasnya yang terakhir mengobati,” katanya.

 

Bangun RS Darurat  

 

Karena jumlah pasien terus meningkat dan hampir semua ruang isolasi penuh, Pemprov membangun Rumah Sakit Daruat Covid-19. Bangunan lantai dua tersebut memiliki kapasitas 69 tempat tidur. Dalam waktu tiga bulan progresnya sudah 80 persen.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah menjelaskan, RS Darurat Covid-19 itu awalnya direncanakan untuk Instalasi Gawat Darurat Trauma Center khusus Motor GP 2021. Tapi karena pandemi Covid-19 malanda, pembangunan dipercepat untuk menampung pasien Covid.

Desain awal gedung direncanaan enam lantai plus lantai tujuh untuk helipad. Tapi sementara ini gedung dibangun hanya lantai dua. Sewaktu-waktu bisa dibangun sampai tujuh lantai.

Kapasitas gedung 69 tempat tidur, terdiri dari 32 tempat tidur di lantai satu. Dipersiapkan untuk IGD dan perawatan pasien yang memiliki gejala Covid. Sedangkan lantai dua dengan 37 tempat tidur menjadi ruang perawatan pasien positif Covid-19.

Pembangunan RS tersebut sudah memenuhi standar WHO. ”Lantai dua juga dipersiapkan untuk ruang terbuka menjalani aktivitas olahraga dan berjemur,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi progres  pembangunan dalam tiga bulan sudah hampir rampung. Rencananya, RS darurat akan diresmikan 17 Agustus mendatang.

Wagub menekankan, keberadaan RS darurat akan sangat membantu. Sebab, rumah sakit di NTB mulai penuh. Alat-alat kesehatan seperti ventilator juga sangat terbatas.  ”Dengan adanya RS penanggulangan Covid-19 ini pelayanan bisa lebih baik,” harapnya.

Dengan rumah sakit itu, ke depan pasien Covid-19 di RSUP NTB tidak lagi dirawat di gedung yang sama dengan pasien umum. ”Gedungnya terpisah,” katanya.

Meski demikian, kehadiran RS Covid-19 jangan sampai membuat masyarakat terlena. Justru masyarakat harus terus disiplin menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

”Kita jangan lengah, mentang-mentang sudah punya RS Covid,” imbuhnya.

Para tenaga kesehatan saat ini mulai kewalahan, bahkan sudah banyak tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19. Beberapa waktu lalu, empat tenaga medis jatuh sakit karena kelelahan melayani pasien Covid-19. Untungnya mereka tidak terjangkit Covid-19. ”Petugas tetap kewalahan selama warga tidak mau disiplin,” tadas Rohmi.

 

Warga NTB Harus Waspadai Jakarta

 

Sementara itu, warga NTB yang hendak melakukan perjalanan ke DKI Jakarta diingatkan agar berhati-hati. Sebab, DKI Jakarta kini kembali menjadi daerah merah yang harus diwaspadai. Tingkat Positivity Rate naik, dan klaster baru terus bermunculan. Kasus positif penularan Covid-19 di sana terus bertambah signifikan. Kemarin (29/7) tercatat 2.381 kasus baru dengan total 104.432. Provinsi yang menjadi sorotan adalah DKI Jakarta dengan klaster penularan yang terus bertambah.

Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada perkembangan mengkhawatirkan dari DKI Jakarta. Pada 2 minggu terakhir, tingkat Positivity Rate Provinsi DKI Jakarta naik diatas ambang 5 persen pada 2 minggu terakhir. Yakni 5,21 persen pada periode 9-15 Juli, kemudian naik lagi ke angka 5.94 persen pada periode 16-22 Juli.

Padahal menurut Dewi angka positivity rate yang didapatkan dari puluhan ribu tes per hari untuk DKI Jakarta selalu terkendali dibawah 5 persen sejak awal Juni  lalu. “2 pekan terakhir sudah diatas 5 persen. berarti ada yang harus diperbaiki lagi,” jelas Dewi kemarin (29/7).

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Klaster tertinggi DKI Jakarta memang masih di Rumah Sakit dari pasien yang dirawat. Prosentasenya 42.95 persen dengan 5,475 kasus kemudian disusul penyebaran transmisi lokal di komunitas/pemukiman sebesar 39 persen. Kemudian disusul pasar 4.35 persen, dan perkantoran 3.60 persen.

Dewi menjelaskan, dalam pembagian klaster, jenis local transmission atau persebaran di pemukiman masih cukup banyak, yakni 283 klaster. Ini didapatkan dari aktivitas padat orang-orang yang bertemu dalam satu wilayah. Seperti olahraga bersama. Ataupun pasien positif yang berkunjung ke pemukiman tertentu.

Klaster lain yang cukup membikin heboh adalah klaster perkantoran. Meskipun jumlahnya lebih kecil, yakni 90 klaster. Klaster lain dari kegiatan keagamaan. Mulai dari rumah Ibadah, seperti Masjid dan Gereja, Asrama Pendeta, Pesantren serta 1 klaster dari tahlilan.

Maka dari itu, menurut Dewi perusahaan yang masih bisa melakukan Work From Home (WFH). Lebih baik WFH ”Kalaupun harus masuk kapasitas jangan lebih 50 persen. benar-benar baik. Kepadatan terbatas. Bisa dibikin shif,” jelasnya.

Satgas COVID-19 menyoroti perkembangan dua wilayah administrasi,  salah satunya DKI Jakarta. Lima kota administratif di daerah khusus ini berada pada zona risiko tinggi atau merah, sedangkan satu kabupaten pada zona risiko sedang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyampaikan situasi di wilayah DKI Jakarta perlu mendapatkan perhatian masyarakat secara luas. Ia juga meminta pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan kondisi wilayah secara serius.

Wiku mengatakan, berdasrakan data, bisa dilihat bahwa pada minggu lalu, 19 Juli 2020, ada 33 persen atau  hanya dua kota administratif, yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, yang memiliki risiko tinggi yaitu merah. Sementara  pada hari Minggu, 26 Juli, wilayah merah meningkat menjadi lima kota administrasi.

”Ini harus kita cermati bersama. Bahkan pada Minggu, 21 Juni, ada satu daerah yang zona tidak terdampak yaitu Kepulauan Seribu sekarang sudah menjadi risiko sedang,” kata Wiku kemarin.

Wiku menyebut, Pertumbuhan kasus positif di DKI Jakarta meningkat cukup drastis dibandingkan seminggu sebelumnya. Dari sebelumnya adalah 1.880 kasus, kini menjadi 2.679 kasus. “Ini adalah peningkatan yang cukup pesat. kita bisa melihat gambaran distribusi kelompok umur dari COVID-19. Terlihat pada usia 18 sampai dengan 59 tahun jumlahnya yang positif adalah 80 persen,” tambahnya.

Menurutnya, ini adalah kontribusi kasus positif pada kelompok umur dari 18 sampai 59 tahun, Sementara dari sisi usia, jumlah pasien meninggal di atas 45 tahun jumlah cukup besar yaitu 80 persen. “Artinya, penularan bisa terjadi di kelompok usia relatif produktif dan korban meninggal justru pada usia lanjut,” ucapnya.

Selanjutnya, dari sisi kelamin, ia menyampaikan, kasus positif-19 relatif hampir seimbang dengan 52,3 persen pada kelompok laki-laki, serta 47,87 persen pada kelompok perempuan. Dari sisi  jumlah yang meninggal, laki-lakilebih banyak dengan 61,26 persen, sedangkan pada perempuan 38,74 persen.

”Ini menunjukkan bahwa semua pihak harus menjaga kelompok rentan terutama pada usia lanjut, dan juga pada kelompok jenis kelamin laki-laki,” kata Wiku.

Meski demikian, Wiku mengatakan, DKI Jakarta telah melampaui standar WHO dalam melakukan pengujian sehingga jumlah kasus yang tergambarkan juga cukup besar. Untuk itu, pihaknya  berharap daerah-daerah lain di Indonesia harus mengikuti tren dari Jakarta yang melakukan tes yang begitu banyak dan bisa menggambarkan kondisinya lebih baik.

 

Gorontalo

 

Selain DKI Jakarta, Wiku menyebut satgas juga menyoroti kondisi penularan di wilayah Provinsi Gorontalo. Ia melihat bahwa ada tiga wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di Gorontalo dengan risiko tinggi, dan ada tiga juga dengan risiko sedang.

Wiku menjelaskan, perkembangan terakhir dari sekitar 16,6 persen daerah dengan risiko tinggi pada Minggu, 19 Juli lalu, naik menjadi 50 persen pada Minggu 26 Juli. “Jadi ini, kondisi yang perlu diperhatikan oleh masyarakat Gorontalo, khususnya kabupaten/kota Boalemo, Bone Bolango, Kota Gorontalo sebagai risiko tinggi, dan risiko sedangnya adalah Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pahuwato,” ucapnya.

Ia mengatakan, terlihat kenaikan kasus pada minggu terakhir, dari 72 kasus menjadi 369 kasus. Ini adalah kenaikannya lebih dari 400 persen, khususnya pada minggu 16 sampai 26 Juli.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, dan kalau kita lihat pada kelompok usia, ternyata yang positif kontribusinya pada usia 18 sampai 30 tahun sebesar 40,54 persen. Ini adalah angka yang cukup tinggi pada usia produktif 18 sampai 30 tahun; dan yang meninggal usia 45 tahun ke atas kontribusinya adalah 82 persen,” kata Wiku.

Wiku juga meminta agar ada upaya bersama untuk mampu melindungi masyarakat rentan, khususnya pada usia lanjut. “Mohon agar masyarakat usia produktif untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatannya agar tidak menjadi positif atau tertular. Karena, ini membahayakan kelompok-kelompok rentan,” ucapnya. (ili/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks