alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Konflik Perebutan Air Kian Rawan di NTB, Bendungan Susut 30 Persen

MATARAM-Musim kemarau panjang menyebabkan konflik perebutan air kian rawan. Terutama bila pola tanam petani tidak diatur dengan baik. Mereka bisa rebutan. ”Zona saling bacok ada di situ. Karena petani sudah merasa rugi, akhirnya segala macam cara ditempuh meski membahayakan diri sendiri,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, memasuki musim tanam dua, petani harus bisa mengatur pola tanam. Pada musim kemarau petani jangan menanam padi, tapi menanam tanaman palawija yang tidak banyak membutuhkan air.

Ketika mereka menanam padi pada musim kemarau air sangat sedikit. Maka sumber air yang ada akan bahan rebutan. Tapi bila petani mengikuti pola tanam yang tepat, perebutan air tidak akan terjadi. ”Mana zona padi dan mana zona palawija harus ditaati,” imbuhnya.

Untuk menghindari perebutan air, Sahdan meminta pihak-pihak yang menangani, khususnya bidang SDA hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai dibiarkan masyarakat mengatur diri sendiri. ”Kita pemerintah yang mewakili negara harus hadir di situ untuk pembagian air secara adil,” harapnya.

Ia menyebut, tampungan air di semua bendungan NTB menyusut 30 persen. Sebab hujan sudah beberapa bulan tidak turun. Otomatis masyarakat hanya mengharapkan air tanah dari pegunungan. ”Itu sangat kecil debitnya. Sedangkan air tanah ini juga banyak digunakan untuk air baku,” katanya.

Jumlah bendaungan besar di Lombok saja ada 11 unit. Kemudian embung di Lombok 78 unit dan 150 di Pulau Sumbawa. Tapi kondisi embung-embung tersebut saat ini perlu mendapat perhatian. ”Baik untuk pemeliharaan maupun sedimentasinya,” katanya.

Untuk menjaga ketersediaan sumber daya air, Sahdan meminta sektor hulu atau hutan tidak dirusak. Bila hutan digunduli, pada musim kemarau suplai air ke bendungan menjadi sedikit. ”Sekarang daerah hulu ini diganggu oleh masyarakat, ini harus menjadi kepedulian kita bersama,” ujarnya.

Masalah sumber daya air, lanjut Sahdan, tidak hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga bagaimana menjaga kelestarian hutan. ”Di samping kita perbaiki infrastrukturnya kita juga harus melakukan konservasi alam di sekitarnya,” ujar Sahdan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno menyebut, khusus wilayah Dompu, Kecamatan Pajo dan Kempo diberi peringatan dini iklim ekstrem (PDIE) dalam atau level awas.

Level awas, kata Luhur, berkaitan dengan pertanian. Data itu menjadi acuan dinas pertanian mengambil langkah terhadap sektor pertanian yang terdampak.  ”Yang level awas hanya Kabupaten Dompu, di Kecamatan Pajo dan Kempo,” terangnya.

Hanya saja, daerah dengan level siaga bisa menjadi awas jika update monitoring HTH tanggal 31 Juli nanti menunjukan hari tanpa hujan bertambah panjang.

Ditambahkannya, level pada PDIE tidak akan berpengaruh terhadap suatu daerah yang mempunyai irigasi bagus. Tapi level PIDE akan sangat berpengaruh pada daerah yang mengandalkan air hujan atau pertanian tadah hujan. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Minyak Jaran Peresak Sakra, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lawan Korona

PANDEMI Covid-19 membuat banyak inovasi yang dilakukan warga. Terutama untuk menjaga dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi madu alami, obat herbal, istirahat cukup, hingga berjemur dibawah matahari pagi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks