alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Dua Tahun berlalu, 11.727 Rumah Korban Gemba di NTB Belum Terbangun

LOMBOK TENGAH-Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan rumah korban gempa yang belum kembali dibangun akan tuntas dalam dua bulan. Hingga kemarin, masih ada 11.727 rumah korban gempa NTB yang belum disentuh bantuan tersebut.

“Saya tadi tanya Pak Danrem kesanggupan kembali bekerja membangun rumah tahan gempa,” kata Menteri Muhadjir saat berkunjung di Dusun Montong Dao Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, kemarin (28/8).

Danrem 162/WB adalah Dansatgas Rehab Rekon rumah tahan gempa untuk korban gempa beruntun yang terjadi di NTB pertengahan 2018 lalu.

“Hasilnya, Korem 162/WB dan jajaran Kodim siap menuntaskan dalam waktu dua bulan. Ini saya pegang dan saya laporkan ke Presiden,” tandas Menteri Muhadjir melanjutkan.

Dalam kunjungan di Dusun Montong Dao tersebut, Menteri Muhadjir menyerahkan kunci rumah korban gempa yang sudah tuntas dibangun. Total secara simbolis ada 65 ribu unit rumah tahan gempa yang sudah selesai pembangunannya dan siap dihuni para korban gempa NTB.

”Mohon segera dihuni dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Menteri Muhadjir mengungkapkan, rumah yang dibangun berbeda dengan rumah sebelumnya. Hunian tetap ini merupakan rumah tahan gempa dengan struktur bangunan dan konstruksi yang lebih kuat. Harapannya, masyarakat akan lebih merasa aman dan nyaman terutama saat menghadapi bencana gempa bumi.

Sementara itu, terkait 11 ribu rumah yang masih belum rampung, Menteri Muhadjir memberi garansi bakal segera diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan. Target percepatan tersebut seiring dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2020 pada 19 Agustus 2020. Dalam inpres tersebut, tiga menteri (Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan), Panglima TNI, Kapolri, BNPB, BPKP, Gubernur NTB, 6 Bupati, dan 1 Wali Kota untuk segera melaksanakan percepatan perbaikan dan pembangunan kembali rumah masyarakat terdampak bencana di NTB. Percepatan tersebut dilakukan dengan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) yang diselesaikan paling lambat bulan Desember 2020.

Menteri Muhadjir pun menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo untuk masyarakat korban gempa di NTB. Dia menyampaikan, seharusnya Presiden Joko Widodo yang diagendakan menyerahkan kunci rumah tahan gempa tersebut secara simbolis.

“Tapi karena banyaknya agenda kenegaraan, dimandatkan oleh beliau ke saya. Pemerintah memastikan, yang belum dibangun menyusul dituntaskan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK didampingi Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Bupati Loteng HM Suhaili FT, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, dalam laporannya Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, total rumah terdampak gempa yang selesai dikerjakan sebanyak 202.831 unit. Tersebar di tujuh kabupaten/kota di NTB.

Terdiri dari 67.987 unit kategori rusak berat, 30.787 unit rusak sedang dan 104.057 unit rusak ringan. Sedangkan, rumah dalam pengerjaan sebanyak 10.909 unit. 6.720 unit di antaranya kategori rusak berat, 1.655 unit rusak sedang dan 2.534 rusak ringan.

Jumlah Pokmas yang terbentuk sebanyak 11.686. Terdiri dari 6.007 pokmas yang bertanggung jawab menanganani rumah rusak berat, 1.583 poksmas rusak sedang dan 4.096 pokmas rusak ringan. Kemudian, tenaga fasilitator yang tersedia sebanyak 1.000 personel. Masing-masing 500 personel dari TNI/Polri.

Berikut, tenaga bantuan satuan Zeni TNI sebanyak 1.000 personel. Selanjutnya, kata dia rumah yang jadi namun belum ada buku tabungan (butab) sebanyak 737 unit. “Rumah terdampak gempa yang belum tersentuh sama sekali sebanyak 11.727 unit,” terangnya.

Di lain sisi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB H Ahmadi mengakui, selama pandemi Covid-19, pelaksanaan rekonstruksi yang telah dimulai sejak September 2018 sempat terhambat. Menurutnya, hal itu lantaran komitmen kuat pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 salah satunya melalui refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

”Tapi dengan adanya Inpres itu, permasalahan dana selesai . Bisa bergerak cepat lagi,” katanya.

 

Kunjungi Kampung Sehat

 

Di sela kunjungannya, Menteri Muhadjir juga melihat langsung Kampung Sehat Rajumas di Desa Mantang, Kecamatan Batukliang. Di tempat itu, Menteri Muhadjir mengangkat kedua jempol tangannya.

“Luar biasa Kampung Sehat ini,” sanjungnya. Dia menilai, gerakan Kampung Sehat yang digalakkan Polda NTB secara langsung membangkitkan ekonomi rakyat, meningkatkan kesadaran warga menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga terhindar dari penularan Covid-19.

Pantauan Lombok Post, dalam kunjungannya itu, Menteri Muhadjir disuguhkan kue cerorot oleh warga. Dia pun sempat bingung bagaimana cara membuka cerorot dan cara mencicipi. Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal yang berada di samping Pak Menteri pun memberitahukan caranya. Tawa keduanya pun pecah diikuti hadirin yang hadir.

“Bagi kita kue-kue tradisional seperti ini biasa saja. Tapi, bagi wisatawan asing luar biasa,” katanya. Untuk itulah Menteri Muhadjir meminta warga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Sehingga memiliki nilai tinggi.

Apalagi, tahun depan Lombok akan menjadi tuan rumah MotoGP di Mandalika.

Dari Kampung Sehat Rajumas, Menteri Muhadjir kemudian menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Praya. Menteri Muhadjir menjadi khatib. Dia menyampaikan nasehat kisah perjalanan Nabi Ibrahim. Termasuk, kembali mengkampanyekan gerakan pakai masker nasional. (dss/r6)

 

Pembangunan Rumah Korban Gempa NTB

 

SUDAH SELESAI DIBANGUN

  • 987 unit Rumah Rusak Berat
  • 787 unit Rumah Rusak Sedang
  • 057 unit Rumah Rusak Ringan

 

DALAM PROSES PENGERJAAN

  • 720 unit Rumah Rusak Berat
  • 655 unit Rumah Rusak Sedang
  • 534 unit Rumah Rusak Ringan

 

BELUM DIBANGUN

  • 727 Unit

 

Sumber: Pemaparan Danrem 162/WB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks