alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

MATARAM-Perubahan status daerah menuju zona hijau Covid-19 bakal lebih sulit. Pemerintah menambah poin dalam indikator penilaian kondisi penularan di suatu daerah.

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Orang dengan kategori probable yakni pasien yang secara klinis ciri-cirinya mengarah positif Covid-19, tapi hasil uji laboratoriumnya belum keluar. ”Kita punya banyak itu (probable) masuk hitungan sekarang untuk zonasi merah, kuning, hijau,” katanya.

Berbeda dengan pasien suspect, gejala-gejala penyakit probable sudah lebih parah dibandingkan pasien suspect. ”Sebelumnya mereka ini disebut sebagai PDP (pasien dalam perawatan),” katanya.

Pasien probable dipastikan semua dirawat di rumah sakit. Namun selama ini, mereka tidak dimasukkan dalam kasus Covid-19. Ke depan, bila mereka dimasukkan dalam data tentu data kasus Covid-19 akan menjadi banyak.

Eka belum memastikan jumlah orang masuk kategori probable di NTB. Tapi khusus anak, jumlah kasus probable dan suspect mencapai 800-an orang. Anak yang dinyatakan positif Covid-19 230 orang dan meninggal lima orang. Tapi dari 800 itu, ada juga 70 orang anak meninggal dalam status probable.

Bila kasus probable dimasukkan, maka pasien Covid-19 anak meninggal bukan lima tapi menjadi 75 kasus. ”Itu dia (tambah banyak) tapi terus terang kita lagi belajar menghitungnya,” katanya.

Terkait sistem perhitungannya, Pemprov masih menunggu ketentuan BNPB. Bisa saja ada perhitungan lain dengan pusat. ”Kita masih belajar mengihitung, namanya juga barang baru ya,” jelasnya.

Pasien probable akan dimasukan dalam data pasien Covid-19 mulai minggu ini. Baik data mereka yang sedang dirawat maupun yang meninggal. Semuanya dimasukkan sebagai data pasien Covid-19.

Hal itu sesuai standar yang diterapkan organisasi kesehatan dunia (WHO). Selama ini, Indonesia tidak menggunakan standar itu. ”Dari dulu kasus probable sebenarnya dari dulu sudah ada, cuma tidak kita hitung saja,” katanya.

Dengan tambahan indikator perhitungan itu, Eka menyadari pasti akan berdampak terhadap status daerah. Bila tidak masuk zona kuning dan hijau tidak boleh masuk sekolah, termasuk pengaturan pegawai masuk kerja.

”Memang berdampak tapi inikan sistem nasional,” katanya.

Tapi sisi baiknya, dengan memasukkan kategori probable maka penanganan akan semakin baik. Pemerintah bisa melakukan pencegahan lebih dini.

 

195 Orang Meninggal

Data terbaru menunjukkan, jumlah pasien Covid-19 di NTB 3.285 orang, dengan perincian 2.600 orang sudah sembuh, 195 meninggal dunia, serta 490 orang masih positif. Kemarin ada tambahan tujuh kasus baru terkonfirmasi positif dan 39 orang sembuh baru.

Selain itu, jumlah kasus suspect sebanyak 11.589 orang, dengan perincian 330 orang masih dalam isolasi, 83 orang masih berstatus probable, 11.176 orang sudah discarded.

Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 24.688 orang. Terdiri dari 2.075 orang masih dalam karantina dan 22.613 orang selesai karantina.

Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 77.016 orang. Masih menjalani karantina sebanyak 1.001 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 76.015 orang.

 

Wajib Swab

Kasus-kasus positif Covid-19 saat ini didominasi pelaku perjalanan keluar daerah. ”Orang-orang dari luar yang datang ke sini itu meningkat yang positif,” katanya.

Karena itu, seluruh ASN yang pulang dari luar daerah wajib menjalan uji usap atau swab. Sehingga bisa cepat diketahui hasilnya. Sama halnya dengan para menteri, setiap balik dari kunjungan kerja pasti di-swab.

”Kita juga di sini begitu untuk ASN kita,” kata Eka.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi selaku ketua harian Gugus Tugas Covid-19 NTB mengatakan, untuk menekan angka kematian, anak-anak, para lansia, dan orang dengan penyakit komorbid diimbau benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

”Tiga kelompok ini yang paling rentan kondisinya jika terpapar Covid-19,” katanya.

Data menunjukkan, di NTB ada 23 ribu warga memiliki penyakit penyerta atau komorbid level I dan level II. Termasuk di dalamnya para lansia. Mereka menjadi prioritas di-screening untuk deteksi Covid-19.

Gita mengimbau seluruh masyarakat mematuhi Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. ”Setiap masyarakat wajib melaksanakan 3M yakni memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan,” imbuhnya.

Demikian juga dengan pengelola tempat-tempat publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi kemasyarakatan juga wajib menyediakan fasilitas 3M tersebut.

 

Siap Produksi Vaksin

Sementara itu, vaksin menjadi salah satu harapan dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian dan pengujian terus dilakukan. Tak terkecuali di Indonesia.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, pemerintah telah berkomunikasi dengan tim uji klinis Universitas Padjajaran Bandung. Hingga saat iniuji klinis tahap III dinyatakan berjalan dengan lancar. ’’Dan tidak diperoleh efek yang berat,’’ terangnya usai rapat kabinet terbatas virtual yang dipimpin presiden Joko Widodo kemarin.

Pihaknya juga terus memantau persiapan Bio Farma untuk memproduksi vaksin hasil kerja sama dengan Sinovac itu. Tim ahli Sinovac juga telah datang ke Bandung pekan lalu untuk meninjau gedung 21 dan 43 yang menjadi production site vaksin bio farma. Sekaligus mengobservasi pelaksanaan uji klinis fase ketiga di Bandung dan sekitarnya. Bio Farma sendiri saat ini memiliki kapasitas produksi 250 juta dosis vaksin per tahun.

Sebaliknya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga akan melakukan on site visit ke fasilitas Sinovac di Beijing. BPOM akan melihat secara langsung kualitas vaksin tersebut. ’’Ini merupakan salah satu bagian dari kehati-hatian dalam mempersiapkan vaksin yang akan digunakan di Indonesia,’’ lanjut Retno.

BPOM juga sudah bertemu otoritas UEA dan sepakat untuk berbagi data terkait uji klinis. Sharing data sangat penting bagi BPOM dalam rangka rencana penggunaan vaksin dari Sinofarm dan G42. BPOM harus memastikan keamanan, efikasi atau khasiat, dan kualitas vaksinnya.

Yang jelas, tambah Retno, pemerintah berupaya melakukan vaksinasi secara tepat waktu. ’’Vaksinasi akan dilakukan secara hati-hati dan seksama,’’ tambahnya. BPOM akan mengawasi dan mengotorisasi, sementara Kemlu memfasilitasi komunikasi dengan pihak luar.

Awal bulan ini, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 Eric Tohir memastikan 93 juta orang akan menerima vaksin. Dia menegaskan bahwa 1,5 juta dokter dan tenaga medis lainnya akan menapat paling awal. Alasannya karena mereka bekerja di garda terdepan. Dia berharap imunisasi Covid-19 ini akan selesai dalam enam bulan.

Humas PB IDI Abdul Halik Malik menyatakan bahwa lembaganya menyetujui pemberian vaksin Covid-19 pada dokter. ”Terkait prioritas penerima vaksin Covid sudah dikoordinasikan bersama Satgas dan organisasi profesi kesehatan lainnya,” ungkapnya kemarin (28/9). Dia menyatakan bahwa vaksin ini dikhususkan kepada tenaga medis yang bertugas di pelayanan garda depan.

Sebelumnya, ketua PB IDI Daeng M  Faqih mengatakan bahwa vaksin memiliki kekuatan untuk melindungi. Namun ada keterbatasan waktu dalam memberikan imunitas. Setidaknya kekebalan akan terbentuk maksimal hingga 2 tahun. Sehingga dia mendesak agar pemberian vaksin dilakukan serentak.

Daeng juga berjanji membantu mengkoordinasi pemberian vaksin ke masyarakat. Menurutnya, dokter, perawat, dan bidan biasa untuk melakukan vaksinasi. ”Kami bantu satgas dalam penyuntikan vaksin dan dikoordinasikan hingga tingkat kecamtaan,” ujarnya.

Peran TNI dalam penanggulangan pandemi virus korona di tanah air dipastikan tidak akan berhenti. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan hal itu. Menurut Hadi, seluruh angkatan sudah disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan terkait Covid-19. Mulai distribusi peralatan kesehatan sampai nanti vaksin diberikan. ”Sejak awal penanganan Covid-19, TNI mendukung semua langkah yang ditempuh pemerintah,” ungkap Hadi.

Menurut Hadi, TNI hadir untuk memastikan supaya penyebaran virus korona tidak meluas. Dia sudah keliling dan bertemu pimpinan TNI di daerah untuk memastikan kesiapan operasi tersebut. ”Termasuk ketika kelak (TNI) harus mendistribusikan vaksin ke seluruh daerah,” terang mantan kepala staf angkatan udara (KSAU) itu. Dia memastikan bahwa tri matra TNI siap melaksanakan tugas tersebut.

Semua prajurit berikut peralatan angkut yang mereka miliki sudah disiapkan untuk bergerak. ”TNI sendiri, sekali lagi, siap untuk mendukung segala upaya dalam menghadapi wabah Covid-19,” imbuhnya. Namun demikian, Hadi juga menyebut, perang melawan Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus turut serta. Termasuk di antaranya masyarakat. Dia berpandangan, tanpa masyarakat perang itu akan terasa kian berat. (ili/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks