alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Alhamdulillah, Dua Pasien Positif Korona di RSUP NTB Membaik

KONDISI dua pasien positif Korona asal Lombok Timur membaik. Kemarin (30/3), kedua pasangan suami istri tersebut masih di ruang isolasi RSUD NTB. Dalam foto yang ditunjukkan pada awak media, mereka terlihat sehat. Ada yang duduk dan berdiri sambil tersenyum. Satu foto lainnya menunjukkan sang istri sedang makan.

”Mereka sudah lama tidak demam, alhamdulillah,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (30/3).

Saat ini, tim medis masih terus menangani sampai keduanya benar-benar sembuh total.  ”Kalau  sembuh pasti segera dipulangkan,” kata Eka.

Membaiknya kesehatan kedua pasien cukup menggembirakan. Hal itu menunjukkan positif Covid-19 bukan berarti tidak bisa sembuh. Dengan penanganan yang tepat, warga bisa kembali sehat.

Hingga kemarin, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) tembus 1.047 orang. Jumlah PDP meningkat menjadi 47 orang dan ODP tembus hingga 1.000 orang.

Khusus PDP, 20 orang bebas pengawasan, empat orang di antaranya meninggal dan 16 orang sudah sembuh. Sisanya 27 orang masih isolasi. Sementara dari 1.000 ODP, 247 orang selesai pemantauan dan 753 orang dalam pemantauan. ”Sampel dua orang PDP meninggal dari Mataram belum keluar,” kata dr Eka.  

Meningkatnya jumlah ODP disebabkan jumlah orang yang pulang dari daerah terpapar Covid-19 semakin banyak. Tidak hanya dari luar negeri, tetapi juga dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lainnya.

Terkait kesiapan petugas, Eka menyebut, bantun alat pelindung diri (APD) sudah didistribusikan BPBD ke masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Kalau jumlahnya masih kurang, masing-masing pemda bisa mengadakan sendiri. ”Memang harus sharing,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, mereka langsung membagikan 1.500 unit APD ke masing-masing pemda dan rumah sakit rujukan. ”Harapan kita, dialokasikan juga untuk puskesmas yang menangani ODP,” katanya.

Pembagian untuk wilayah Lombok diserahkan ke kabupaten/kota. ”Untuk pulau Sumbawa hari ini rencananya staf BPBD NTB yang membawa,” katanya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks