alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Stok Langka, NTB Targetkan Produksi 1.000 APD Korona

MATARAM-Pemprov NTB akan memproduksi alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dan paramedis. ”Kami punya target produksi 1.000 unit APD,” kata Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuyanti, pada Lombok Post, kemarin (30/3).

                Setelah mempelajari bahan dan cara produksi APD, industri kecil menengah (IKM) di NTB sangat bisa memproduksi. Sebab, pembuatan APD tidak terlalu sulit. ”In syaa Allah ada IKM yang bisa membuat,” katanya.

                Produksi APD saat ini dalam tahap persiapan. IKM tengah menunggu bahan baku yang didatangkan dari luar. Bila bahan baku sudah ada, secepatnya produksi dilakukan. ”Mudahan minggu ini bisa mulai produksi, Jumat atau Sabtu,” jelasnya.

                Dia memastikan, bahan baku yang digunakan sesuai standar kesehatan. Bahan baku yang dibutuhkan berupa kain spunbond untuk APD 100 gram. ”Ini masih kita datangkan dari luar,” katanya.

                Dalam dunia kesehatan, kain spunbond digunakan untuk membuat masker dan penutup kepala. Kain ini ramah lingkungan dan higienis.

                Pemprov saat ini tengah menyiapkan SDM untuk membuat APD tersebut. Terkait standar pembuatan, mereka tetap mengacu pada standar yang aman untuk kesehatan. ”Tentu memperhatikan standar pengadaan bahan baku, proses  produksi, dan pengemasan,” jelasnya.

                Sementara untuk pengadaan masker, Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman mengatakan, pemprov mendukung UKM dan IKM yang ingin memproduksi. ”Pemprov mendorong mereka membuat,” katanya.

Menurutnya, tidak ada larangan bagi siapa saja memproduksi masker. ”Kita tidak membuat masker medis, tapi masker kain yang bisa digunakan warga sehari-hari,” jelasnya.

Rencananya jumlah masker yang akan diproduksi mencapai 100 ribu unit. Harapannya, kekurangan masker ke depan bisa diatasi. ”Masker ini bisa dipakai untuk mencegah penyebaran viru korona,” jelasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks