alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Dikes Pastikan Petugas dan Obat Aman

MATARAM-Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi memastikan segala kebutuhan di posko kesehatan mudik Lebaran sudah siap. “Kami semua se-NTB, tiap-tiap kabupaten dan kota sudah menyiapkan pos-posnya di mana dan petugasnya ada berapa, semua sudah kami siapkan,” terangnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puskesmas sampai rumah sakit sudah diinstruksikan bahwa ruang IGD harus standby selama 24 jam. Sementara itu, petugas kesehatan di masing-masing posko terpadu disiagakan sebanyak satu sampai dua orang. Ini untuk penanganan awal bila pada saat arus mudik terjadi peristiwa kecelakaan.

“Makanya kami tegaskan kalau IGD harus buka selama 24 jam, karena ada beberapa posko terpadu yang kami siagakan dengan ambulannya,” kata Eka.

Terkait ketersediaan obat, Eka memastikan semuanya sudah disiapkan. Kalaupun ada yang kurang, stok obat-obatan di Dikes NTB masih mampu memback-up kebutuhan di lapangan. “Karena ini pekerjaan rutin setiap tahun, kami sudah siapkan dari jauh-jauh hari,” ujarnya.

Dia mengingatkan, agar pemudik harus berhati-hati dan mengetahui batas kemampuan tubuh saat melakukan perjalanan. Kalau sudah merasa lelah, jangan memaksakan diri. Bisa beristirahat di posko terpadu, puskesmas terdekat atau tempat yang aman. Ini demi keselamatan selama berkendara.

“Di posko terpadu pun sudah ada alat-alat medis dan obat-obatan yang dibutuhkan, kalau sudah merasa lelah, harus istirahat,” pesannya.

Sopir bus AKDP Angkasa Jaya, Idris yang ditemui Lombok Post di Terminal  Mandalika mengatakan, sangat terbantu dengan adanya posko terpadu. Terutama yang dilengkapi dengan petugas kesehatan. Sudah 20 tahun ini menjadi sopir bus, tetap memanfaatkan posko terpadu sebagai tempat beristirahat sekaligus memeriksa kesehatannya.

“Kalau mudik biasanya periksa kesehatan di terminal atau pelabuhan, biar tahu sakit atau nggak terus dikasi obat, karena pekerjaan ini (sopir) butuh konsentrasi jadi kami harus prima,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks