Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, peningkatan kapasitas SDM untuk masyarakat sangat penting. Bertujuan untuk memberikan bekal bagi masyarakat agar bisa bersaing di dunia kerja.
”Harus segera dikenalkan bagaimana eksplorasi, pengeboran dan lain sebagainya,” kata Zul.
Keberadaan PT STM membawa peluang ekonomi dan lapangan keja. Agar semakin terasa dampaknya, masyarakat harus dilatih sebagai tenaga kerja yang berskill. Karena itu, Zul menargetkan sebanyak 100 orang dapat berpartisipasi dalam program tersebut. ”We need more engineers,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Zainal Abidin mengatakan, 100 orang yang akan disekolahkan untuk program D-1 diprioritaskan untuk masyarakat lingkar tambang. ”Rencananya begitu, diutamakan di daerah lingkar tambang,” kata Abidin.
Selama ini masyarakat lingkar tambang terus meminta untuk diakomodasi sebagai tenaga kerja di PT STM. Kondisi tersebut direspons pemerintah dan PT STM dengan membuka peluang sekolah bagi masyarakat lingkar tambang.
Abidin menyebut, program sekolah tersebut akan difokuskan pada jurusan D-1 untuk operator alat berat. ”Ini untuk menjawab keinginan masyarakat. Jadi pemprov, pemda Dompu dan STM sepakat untuk menyekolahkan putra daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, PT STM saat ini masih pada tahapan eksplorasi. Yang diperkirakan akan tuntas pada tahun 2026. Dalam waktu dekat, kata Abidin, STM akan menyampaikan rencana kegiatan anggaran dan biaya. Dari sana bisa diketahui seperti apa proyek penambangan emas dan tembaga yang dilakukan PT STM.
Soal lamanya eksplorasi yang dilakukan PT STM, tak lepas dari munculnya potensi panas bumi di lokasi tambang yang berada di Kecamatan Hu’u ini. Karena itu, PT STM mencari cara agar bisa memanfaatkan juga potensi panas bumi dan tidak mengganggu aktivitas pertambangan secara bersamaan. ”Kami harap eksplorasinya bisa lebih cepat juga kan,” tandas Abidin. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita