Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kuota Pengiriman Sapi NTB Keluar Daerah Mengalami Peningkatan

Rury Anjas Andita • Sabtu, 8 April 2023 | 13:00 WIB
IMPOR SAPI: Pemprov NTB membuka kuota puluhan ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di sejumlah wilayah di Indonesia.( Dok/Lombok Post)
IMPOR SAPI: Pemprov NTB membuka kuota puluhan ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di sejumlah wilayah di Indonesia.( Dok/Lombok Post)
MATARAM-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB memastikan kebutuhan daging sapi di dalam daerah mencukupi. Meski kuota pengiriman sapi ke luar daerah mengalami peningkatan.

Insya Allah cukup. Kalau untuk kebutuhan di Pulau Lombok, nanti disuplai dari Pulau Sumbawa,” kata Kepala Disnakkeswan NTB drh Khairul Akbar.

Pemprov telah menetapkan kuota pengiriman sapi ke luar daerah sebanyak 35.500 ekor untuk tahun 2023. Angka ini telah dibahas dan disetujui bersama peternak dan pengusaha di Provinsi. Dari jumlah tersebut, pengiriman sapi terbanyak akan menuju DKI Jakarta, yakni sekitar 16.500 ekor.

Sapi potong puluhan ribu ekor tersebut akan disuplai dari kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Antara lain Kabupaten Bima ditargetkan 15.500 ekor; Kota Bima 2.000 ekor; Kabupaten Sumbawa 10 ribu ekor; dan Kabupaten Dompu 6.000 ekor.

”Itu yang sudah kami buat kuotanya untuk ke luar NTB,” ujarnya.

Pengiriman sapi ke luar daerah, terutama DKI Jakarta, akan menggunakan tol laut. Dari pelabuhan di Bima maupun Sumbawa, untuk langsung menuju Jakarta. Bisa juga menggunakan jalur darat, dengan menggunakan kapal ferry dari Lombok ke Surabaya atau Banyuwangi, kemudian lanjut melewati jalan tol ke Jakarta.

Setiap sapi yang keluar dari Provinsi NTB, diharuskan untuk mendapat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Atau bisa juga melalui tes PCR hewan dengan hasil negatif.

Lebih lanjut, jumlah pengiriman sapi ke luar daerah memang cukup tinggi. Bahkan ada peningkatan kuota dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, ia menyebut kebutuhan daging sapi untuk Provinsi NTB, terutama di Pulau Lombok tetap tercukupi.

Kata Khairul, kebutuhan daging sapi untuk Pulau Lombok akan disuplai dari Pulau Sumbawa. Untuk tahun ini kuotanya mencapai 38.500 ribu ekor sapi. Ini untuk kebutuhan satu tahun, termasuk di saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, maupun stok di setiap bulannya.

”Masih disuplai dari Pulau Sumbawa, karena stok di Pulau Lombok sendiri tidak mencukupi,” tandasnya.

Kembali menggeliatnya pengiriman sapi NTB ke luar daerah tak lepas dari penanganan kasus PMK. Di Provinsi NTB sejauh ini sudah mencapai zero kasus PMK. Untuk menjaga kondisi ini , Disnakkeswan menggencarkan vaksinasi hewan ternak.

Pada tahun ini vaksinasi PMK ditargetkan bisa mencapai 1.450.793 ekor hewan ternak. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi vaksinasi hewan ternak pada 2022, yang sebanyak 1.202.135 ekor.

Selain vaksinasi, Disnakkeswan juga akan melakukan ear tag atau penandaan bagi hewan ternak. Ditargetkan dilakukan pada 1.053.157 ekor hewan ternak. ”Tahun lalu baru 367.803 ekor. Tahun ini kami targetkan lebih banyak lagi,” kata Kabid Keswan drh Muslih. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#ramadan #sapi #Disnakkeswan NTB #stok daging