Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kabut Radiasi Selimuti Sejumlah Wilayah di Lombok saat Malam sampai Pagi

Rury Anjas Andita • Kamis, 25 Mei 2023 | 15:00 WIB
WASPADA: Kondisi gubuk milik petani di area persawahan Dusun Mangkung Daye, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Loteng, kemarin (24/5) yang diselimuti kabut tebal. (Dewi/Lombok Post)
WASPADA: Kondisi gubuk milik petani di area persawahan Dusun Mangkung Daye, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Loteng, kemarin (24/5) yang diselimuti kabut tebal. (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Fenomena kabut tebal terjadi di sejumlah wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan sebagian Lombok Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok menyebut fenomena ini biasa terjadi pada setiap musim kemarau.

"Fenomena kabut tebal yang terjadi disebut kabut radiasi, biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok M Alfiansyah Pradana di ruangannya, Rabu (24/5).

Dia menjelaskan, ketika musim kemarau terjadi, salah satunya ditandai dengan cuaca cerah dengan eksistensi awan yang sedikit atau tidak ada. Eksistensi awan yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali ini menimbulkan fluktuasi suhu yang cukup signifikan antara malam dan siang hari.

"Karena salah satu fungsi awan adalah menangkap radiasi matahari sehingga suhu di permukaan cenderung tidak berubah drastis," terang Alfiansyah.

Ketika eksistensi dari awan sedikit ataupun tidak ada, sambungnya, suhu pada malam hari cenderung lebih dingin dan siang hari lebih panas. Suhu permukaan yang dingin ini dapat menimbulkan kabut yang timbul pada malam hingga pagi hari.

"Kabut jenis ini disebut kabut radiasi. Kabut radiasi disebabkan oleh suhu udara permukaan yang dingin sehingga menyebabkan uap air diatasnya mengalami pendinginan sehingga terbentuk kabut," jelasnya.

Tak perlu khawatir, lanjutnya, kabut radiasi ini akan berangsur-angsur hilang seiring dengan adanya pemanasan permukaan dari sinar matahari. Selain itu juga ditambah dengan adanya angin. Namun, ia mengingatkan masyarakat khususnya para pengendara agar selalu hati-hati.

"Pengendara diharapkan selalu berhati-hati karena salah satu dampak dari terjadinya kabut adalah jarak pandang yang berkurang," pintanya.

Menyinggung apakah berdampak atau mempengaruhi penerbangan, Alfiansyah mengaku, selama tidak melewati batas jarak pandang pesawat maka akan baik-baik saja. "Umpama dengan runway dan kondisi pesawat sekarang, batas minimum jarak pandang 1.800 meter. Selama jarak pandang pesawat diatas itu (1.800 meter) tidak akan berpengaruh," tutupnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#kabut radiasi #bmkg #musim kemarau