Ekonomi NTB Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Halil E.D.C • Dipublikasikan Rabu, 22 November 2023 | 13:18 WIB

 

Asisten Administrasi Umum Setda NTB H Wirawan Ahmad bersama perwakilan Bappeda, Dinas Kominfotik, BPS, dan Bank Indonesia saat Konreg PDRB Sejawa-Bali-Nusatenggara di Mataram.
Asisten Administrasi Umum Setda NTB H Wirawan Ahmad bersama perwakilan Bappeda, Dinas Kominfotik, BPS, dan Bank Indonesia saat Konreg PDRB Sejawa-Bali-Nusatenggara di Mataram.

LombokPost - Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTB H Wirawan Ahmad mengatakan, pertumbuhan ekonomi inklusif Provinsi NTB di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan data BPS NTB, ekonomi NTB triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,57 persen. Dari sisi produksi, konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,76 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen PMTB mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,21 persen.

Sementara pada triwulan I-2023, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 40,10 triliun. Atas dasar harga konstan mencapai Rp 25,30 triliun. 

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita di NTB terus tumbuh di atas rata-rata nasional," kata H Wirawan Ahmad saat membuka seminar Konsultasi Regional (Konreg) PDRB Sejawa-Bali-Nusatenggara Jabalnusra di Mataram.

Konsultasi regional (Konreg) tersebut dihadiri seluruh Bappeda, Dinas Kominfotik, BPS, dan Bank Indonesia Sejawa-Bali-Nusatenggara. Temanya; Mendorong ekonomi inklusif dan keberlanjutan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem.

Diharapkan, kegiatan Konsultas Regional PDRB Sejawa-Bali Nusatenggara ini sebagai langkah awal untuk membantu membuat kebijakan daerah atau perencanaan, dan evaluasi hasil pembangunan. Serta memberikan informasi yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian daerah di NTB.

“Kita harus terus berikhtiar untuk melakukan transformasi ekonomi yang makin maju ke depan," harapnya.

Kepala BPS Provinsi NTB Drs Wahyudin mengungkapkan, ekonomi NTB pada triwulan I-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,37 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami kontraksi terdalam sebesar 15,23 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi tertinggi sebesar 20,17 persen.

Ekonomi NTB tanpa tambang bijih logam pada triwulan I-2023 tumbuh 0,71 persen secara q-to-q dan tumbuh 4,65 persen secara y-on-y. (lil)

Editor : Haliludin