Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Nama Mantan Gubernur NTB Jadi Nama Baru Ruas Jalan Bypass BIL

Redaksi Lombok Post • Senin, 25 Desember 2023 | 23:26 WIB

NAMA JALAN: Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi didampingi Hj Lale Prayatni (kanan depan) saat meresmikan nama ruas jalan Bypass BIL di Kabupaten Lombok Tengah, kemarin (22/12).
NAMA JALAN: Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi didampingi Hj Lale Prayatni (kanan depan) saat meresmikan nama ruas jalan Bypass BIL di Kabupaten Lombok Tengah, kemarin (22/12).
LombokPost--Penjabat Gubernur NTB HL Gita Ariadi meresmikan penamaan tiga ruas jalan Bypass BIL I dan II antara Mataram, Kota Mataram-Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Penamaan ruas jalan tersebut menggunakan nama tiga mantan gubernur NTB. Yakni AR Mohammad Ruslan Tjakraningrat, HR Wasita Kusumah, dan H Gatot Suherman.

Peresmian nama ruas jalan tersebut dilakukan Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi didampingi Pj Ketua TP PKK NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi dalam rangkaian kegiatan Jumat Salam yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Tengah, kemarin (22/12).

Acara tersebut juga dihadiri Pj sekda NTB, bupati Lombok Tengah, perwakilan forkopimda lingkup Pemprov NTB dan Lombok Tengah, unsur OPD Pemprov NTB, dan masyarakat.

“Dengan mengucapkan bismillahirrohmaanirrohim, maka penamaan jalan dari Mataram ke Kute Lombok Tengah dengan nama-nama gubernur yang telah berjasa kepada daerah secara resmi dinyatakan dimulai,” ucap Miq Gite.

Menurut Miq Gite, penamaan ruas jalan dengan menggunakan nama mantan gubernur NTB ini sebagai wujud penghargaan masyarakat NTB atas jasanya dalam membangun NTB. “Pemerintah Provinsi NTB mengabadikan gubernur pendahulu yang telah berjasa membawa NTB melewati masa-masa sulit,” kata Miq Gite.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB H Lalu M Faozal, S.Sos.,M.Si sebagai inisiator penamaan ruas jalan tersebut mengatakan, usulan penamaan ruas jalan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa mantan gubernur NTB yang telah beriktiar dalam memimpin dan membangun Provinsi NTB hingga mencapai kemajuan seperti saat ini.

Penetapan nama-nama jalan di wilayah Provinsi NTB dilakukan sebagai langkah penertiban administrasi kewilayahan yang dilakukan dengan memperhatikan dan memberikan penghargaan atas jasa para pemimpin daerah di Provinsi NTB.

Ketiga naman mantan gubernur NTB tersebut yakni, AR Mohammad Ruslan Tjakraningrat diabadikan sebagai nama ruas jalan Bypass BIL II sepanjang 7,8 km antara Tugu Mataram Metro – GMS (Giri Menang Square) Gerung. HR Wasita Kusumah diabadikan menjadi nama ruas jalan Bypass BIL I sepanjang 30,4 km antara GMS Gerung – Bundaran BIZAM. Dan H Gatot Suherman diabdikan menjadi nama ruas jalan Bypass BIL Mandalika sepanjang 17,3 km antara Bundaran BIZAM – Bundaran Songgong.

HL Faozal menjelaskan, AR Muhammad Ruslan Cakraningrat adalah 

gubernur NTB pertama. Lahir di Madura, 17 Oktober 1913 dan memimpin sejak 1 November 1958 hingga 23 September 1968.

AR Muhammad Ruslan Cakraningrat berhasil meletakkan fondasi pemerintahan yang baik di NTB meski saat awal memimpin dalam situasi transisi dan tidak stabil. Dengan menjalankan program pembangunan regional semesta berencana, fokus ke sektor pendidikan untuk pemberantasan buta hurup, serta sektor pertanian dan peternakan. Bahkan saat era itulah lahirnya Universitas Mataram.

Selanjutnya, HR Waskita Kusumah sebagai gubernur kedua yang menjabat sejak 28 September 1968 hingga 30 Agustus 1978. Pada awal memimpin, sejumlah wilayah NTB terancam kelaparan dan kekurangan pangan akibat gagal panen dan waktu panen sangat lama. Untuk mengatasinya, saat itu diluncurkan Lumbung Paceklik di setiap desa dan Lumbung Kemakmuran di setiap kecamatan.

Tokoh kelahiran Tasikmalaya, 10 Agustus 1929 ini menerapkan Gerakan Operasi Tekad Makmur untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras. Saat itu masyarakat juga mendapatkan bantuan bulgur untuk mengatasi kelaparan.

Untuk mendukung sektor pertanian, pemimpin yang dikenal dengan sebutan Gubernur Petani ini menginisiasi pembangunan Bendungan Batu Jai, Lombok Tengah. Selain itu melakukan rehabilitasi irigasi Jurang Sate, serta mendirikan Bank Pembangunan Daerah yang kini dikenal dengan nama Bank NTB Syariah.

Gubernur ketiga adalah H Gatot Suherman yang menjabat sejak 30 Agustus 1978 hingga 30 Agustus 1988. Awal pemerintahannya, NTB masih mengalami rawan pangan, sehingga lebih fokuas dalam program peningkatan pangan.

Selama memimpin NTB, tokoh kelahiran Jogja, 1 Januari 1929 ini ingin menjadikan Provinsi NTB sebagai lumbung beras nasional. Melalui berbagai kebijakan peningkatan produktivitas lahan pertanian tekhnis dengan menerapkan panca usaha tani.

Di era kepemimpinannya juga lahir program peningkatan produktivitas lahan pertanian tadah hujan dengan pola tanam Gogo Rancah (Gora). Keberhasilan program Gogo Rancah ini diapresiasi Presiden Soeharto dengan datang ke NTB melakukan panen raya di wilayah Truwai, Lombok Tengah.

Keberhasilan H Gatot Suherman mengantarkan NTB yang semula minus pangan menjadi surplus dan membuat NTB dikenal menjadi lumbungan beras dengan sebutan Bumi Gora. Di era itu juga NTB mulai dikenal dengan daerah penghasil mutiara laut selatan terbaik.

          “Penamaan ruas jalan ini menjadi kado HUT NTB pada 17 Desember 2023. Nama baru ini akan mulai disosialisasikan pada Januari 2024 untuk menyesuaikan kembali data kependudukan, pertanahan dan lainnya,” kata HL Faozal.

Sementara itu, selain meresmikan penamaan ruas jalan, Pj Gubernur HL Gita Ariadi juga melakukan penghijauan dan penanaman pohon pelindung sepanjang area kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Menurut Miq Gite, BIZAM merupakan pintu utama para tamu ketika datang ke NTB. Diharapkan sepanjang jalan bypass dapat dipenuhi dengan pepohonan yang meneduhkan sehingga para tamu yang berkunjung ke NTB mendapatkan kesan yang baik.

“Selain nama jalannya baru dan menggunakan nama mantan gubernur NTB, kita ingin begitu tamu sampai bandara, keluar melalui jalur dengan kerimbunan pohon-pohon menghijau,” kata Miq Gite. (lil/r5/ADV)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#HR Wasita Kusumah #H Gatot Suherman #R Ruslan Tjakraningrat #Bypass BIL