Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPVP Lotim Ditarget Laksanakan PBK Kepada 1.504 Orang

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 2 Februari 2024 | 19:45 WIB
SIMBOLIS: Plt Sekretaris Dirjen Binalavotas Kemenaker RU Muhamad Ali mengalungkan id card ke peserta di Acara Kick Off pelatihan Vokasi BVPV Lotim dengan UPTD binaan, Kamis (1/2).
SIMBOLIS: Plt Sekretaris Dirjen Binalavotas Kemenaker RU Muhamad Ali mengalungkan id card ke peserta di Acara Kick Off pelatihan Vokasi BVPV Lotim dengan UPTD binaan, Kamis (1/2).

LombokPost-Pada tahun 2024 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim) mendapat target khusus dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Mereka diminta melakukan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dengan berbagai keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dunia kerja (DUDI) kepada 1.504 orang. 

"Ada kegiatan PBK Boarding, PBK non boarding dan ada juga PBK untuk CPMI yang akan kita lakukan tahun ini,” kata Plt Kepala BPVP Lotim Verry Fahrudin saat membuka Kick Off Patihan Vokasi, Kamis ( 01/2).

Untuk 1.504 orang ini hampir 70 persennya dilakukan di Lotim. Kemudian ada sekitar 200 orang yang akan dilaksanakan di tempat khusus yakni di Mandalika dan 1 orang di Labuhan Bajo.

Pelatihan non Boarding akan diprioritaskan untuk masyarakat Lotim sebanyak 20 paket.

Sedangkan pelatihan Boarding akan dilakukan di BLK/LLK binaan BPVP Lotim yang tersebar di tiga provinsi yakni Bali, NTB dan NTT. Akan tetapi Lotim tetep mendapatkan alokasi khusus.

Pihaknya juga saat ini telah bekerja sama dengan Pemkab Lotim untuk melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

BPVP Lotim salah satu balai vokasi yang terfokus pada pelatihan di bidang pariwisata, mengingat Lotim adalah salah satu wilayah pariwisata di Indonesia.

"Tapi seiring perkembangan, kami juga melihat potensi daerah. Terutama di Lotim ini adalah pertanian sehingga tahun ini kami akan mengembangkan kejuruan pertanian dan kejuruan perikanan," sebutnya. 

Selain itu, BPVP  Lotim juga saat ini juga telah  bekerja sama dengan Pemerintah Swiss untuk energi keterbarukan. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan pelatihan sejumlah pelatihan yakni pelatihan teknisi solar cell dan pembangkit tenaga mikro. 

"Bahkan untuk instrukturnya juga sudah dilatih oleh Pemerintah Swiss untuk bisa memberikan pelatihan energi keterbarukan ini," katanya. 

Baca Juga: Catat, Masuk Polisi Gratis dan Tidak Ada Percaloan

Sementara itu, Plt Sekretaris Dirjen Binalavotas Kemenakertrans RU Muhamad Ali menyampaikan kegiatan PBK adalah salah satu cara untuk membekali angkatan kerja. Terlebih sebagian besar angkat kerja di Indonesia adalah generasi millenial dan generasi Z. 

"Sebagian besar yang mengikuti PBK ini sudah lepas di pendidikan formal. Namun mereka masih merasa belum cukup sehingga membutuhkan pelatihan lagi," jelasnya. 

Diharapkan dengan adanya pelatihan yang dilakukan di BPVP bisa menjadi bekal untuk bisa mendapatkan pekerjaan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Terlebih salah satu syarat yang dibutuhkan untuk bisa masuk dunia kerja adalah adanya kompetensi di masing-masing bidang. 

Kompetensi yang disipkan BPVP sesuai dengan kebutuhan kerja, seperti di Lombok yang saat ini menjadi daerah destinasi wisata super prioritas.

Maka pelatihan yang diberikan adalah pelatihan yang berbasis pariwisata. Sehingga para pekerja yang bergerak di sektor pariwisata ini betul berkompeten.

 "Di dunia internasional, pariwisata ini juga sangat dibutuhkan. kita juga bekali para peserta pelatihan dengan bahasa. Agar tidak terkendala dengan bahasa ketika bekerja di luar negeri," katanya. 

Para peserta yang sudah melakukan pelatihan di BPVP tidak hanya bisa bisa bekerja dunia industri.

Namun banyak juga yang mengikuti pelatihan untuk mengembangkan usaha sendiri sehingga kedepan diharapkan adanya kolaborasi dengan stakeholder yang memiliki tujuan yang sama, untuk memberikan bantuan peralatan, bantuan modal dan lainnya.

"Tujuannya agar para peserta yang tidak bekerja di dunia industri bisa membuka usaha sendiri, dengan adanya bantuan modal atau peralatan yang diberikan oleh instansi tersebut," katanya. (cr-par).

Editor : Kimda Farida
#BPVP Lotim