Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kompos Tai Sapi Ternyata Kunci Keberhasilan Budidaya Kurma di Lombok Utara, Kualitas Terbaik 7 Dunia dengan Predikat Zero Kimia

Rosmayanthi • Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:04 WIB

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, I Gede Putu Aryadi bersama Direktur PT Ukhuwah Datu Nusantara Lombok Utara Suharman, Q.H.Sos.I.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, I Gede Putu Aryadi bersama Direktur PT Ukhuwah Datu Nusantara Lombok Utara Suharman, Q.H.Sos.I.
LombokPost - Kompos tai sapi ternyata kunci keberhasilan budidaya kurma di Lombok Utara. Dengan menggunakan pupuk tai sapi, kualitas kurma Lombok Utara menjadi terbaik 7 Dunia dengan predikat zero kimia.

Informasi ini terungkap saat kunjungan kerja (Kunker) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung dan sejumlah anggota DPD RI lainnya, termasuk Evi Apita Maya (Dapil NTB), ke sentra perkebunan kurma di KLU, Sabtu (30/8/2025).

Jhon Arif Munandar, ilmuwan tanah yang memelopori pengembangan budidaya kurma di Lombok Utara, mengungkapkan, kurma Lombok Utara berhasil meraih peringkat 7 dunia dalam ajang kontes kurma dunia di Abu Dhabi Uni Emirat Arab karena rasanya yang manis dan zero kimia.

Ternyata kurma yang zero kimia dicari-cari di dunia karena sangat langka. Dan uniknya, penyebab kurma Lombok Utara zero kimia adalah karena penggunaan pupuk tai sapi.

Jhon menyebutkan, penggunaan tai sapi sebagai pupuk bukan disengaja. Pasalnya, saat mulai menanam kurma, pihaknya tidak mampu membeli pupuk, dan memanfaatkan kompos tai sapi sebagai pupuk, dan ternyata hasilnya luar biasa.

"Penggunaan kotoran sapi yang melimpah di Lombok sebagai pupuk alami untuk kurma, terbukti meningkatkan hasil panen dan menjadikan kurma Lombok Utara bebas bahan kimia," tambah Jhon.

Melihat peluang ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB langsung berinisiatif mendirikan pabrik kompos di kawasan Mandalika Lombok Tengah.

"Melihat teknologi kompos tai sapi ini serta kebutuhan pupuk yang tinggi untuk tanaman kurma dan kacang sacha inchi kedepannya, maka BRIDA berinisiatif mendirikan pabrik kompos tai sapi di kawasan Mandalika, di Desa Prabu," ungkap Kepala BRIDA I Gede Putu Aryadi.

Dan kebetulan di kawasan Mandalika banyak terdapat ternak sapi, sehingga untuk mengatasi masalah kotoran ini BRIDA NTB berinisiatif memanfaatkannya menjadi pupuk kompos yang berguna bagi kesuburan tanah, termasuk bagi kurma dan kacang sacha inchi.

Hebatnya lagi, pabrik kompos ini justru menjadi tempat para wisatawan yang tinggal di Mandalika berbondong-bondong datang ke Pabrik demi mempelajari cari membuat kompos.

"Jadi sekarang ini para turis yang ada kawasan Mandalika 30% belajar beternak dan mengelola kompos di Desa Prabu," ungkap Aryadi.

Sementara itu Suharman, Direktur Utama PT. Ukhuwah Datu Nusantara, keunggulan kurma Lombok Utara adalah bisa tumbuh di sabana tropis, sementara kurma Abu Dhabi dan daerah penyuplay kurma terbesar dunia hanya bisa tumbuh di iklim tropis (kering).

"Hal ini membuat kurma Lombok Utara sangat potensial dan bisa berkembang baik, bisa mengisi pasar internasional disaat kurma pasar dunia diisi oleh negara-negara yang biasa menyuplai ," ungkap Suharman.

Hal ini membuat posisi kurma Lombok Utara lebih beruntung, dimana kurma Abu Dhabi dll tidak dapat berproduksi disaat cuaca dingin, kurma Lombok Utara bisa tetap berproduksi.

"Jadi kurma Lombok Utara bisa tetap berproduksi di bulan-bulan Januari Februari -Maret dimana di Timur Tengah Tengah sedang musim dingin ," tambah Suharman.

Dia juga menyebut, kurma Lombok Utara bisa panen 2-3 kali per tahun. Kurma ini pada usia 6-7 tatun sudah bisa berbuat dan berproduksi.

Satu pohon kurma bisa menghasilkan 150-200 kilogram sekali panen. Sementara harga jual kurma segar (ruthob) di Timur Tengah sangat tinggi, mencapai Rp250.000 hingga Rp360.000 per kg. 

Suharman menyebutkan, luas lahan kurma di Lombok Utara baru 3000 pohon, namun jika dhitung se NTB totalnya ada 5000 pohon, karena kebun kurma juga ada di Bima Dompu Sumbawa.

"Di Lombok Utara sendiri, luas lahan kurma ada sekitar 8-10 hektar dengan jumlah 3000 pohon, sementara kebunnya ada di 4 titik, yakni di Kecamatan Tanjung (1 titik), Kecamatan Gangga (7 titik), Kecamatan Kayangan (1 titik) dan Bayan 1," jelas Suharman.

Selain sebagai komoditas ekspor, kebun kurma di Lombok Utara juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik banyak pengunjung.
Selain sebagai komoditas ekspor, kebun kurma di Lombok Utara juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik banyak pengunjung.

Selain sebagai komoditas ekspor, kebun kurma di Lombok Utara juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik banyak pengunjung. 

"Saat ini saja ada sekitar 200 kunjungan per bulan tamu yang datang ingin melihat kebun kurma," tutup Suharman.

Editor : Siti Aeny Maryam
#tai sapi #kurma #Mandalika #kompos #Lombok Utara