Tradisi Pedang Pora yang khidmat dan penuh kehangatan itu mengantar langkah terakhir sang jenderal bersama istri, meninggalkan markas Bhayangkara Bumi Gora.
Prosesi dimulai sekitar pukul 16.40 Wita. Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo bersama istri berdiri di barisan terdepan, memberikan penghormatan dan mengantar pejabat lama melewati lorong pedang sebagai simbol penghargaan institusi.
Personel Polri tampak berbaris rapi mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) II Kopel Rim. Sementara Bhayangkari hadir anggun dengan Pakaian Seragam Harian (PSH).
Jajaran pejabat utama Polda NTB, Wakapolda, Irwasda, para kapolres dan kapolresta se-NTB, hingga seluruh personel, turut menyaksikan momen sakral tersebut.
Pedang Pora bukan sekadar seremoni. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, doa keselamatan, sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi pejabat lama yang telah menorehkan pengabdian bagi institusi dan masyarakat NTB.
Dalam suasana haru, Irjen Pol. Hadi Gunawan menyampaikan kesan mendalam selama memimpin Polda NTB—wilayah yang memiliki ikatan emosional kuat baginya.
“Saya merasa terhormat pernah memimpin Polda NTB, tanah tempat saya dilahirkan. Kebersamaan dan soliditas personel menjadi kenangan yang tidak akan saya lupakan,” ungkapnya.
Ia juga menitipkan harapan agar Polda NTB terus menjaga semangat pelayanan dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Saya yakin kepemimpinan baru mampu membawa Polda NTB semakin maju dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Irjen Pol. Edy Murbowo menegaskan bahwa Tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghargaan tertinggi institusi kepada pejabat yang telah menorehkan teladan.
“Tradisi ini adalah wujud rasa hormat kami kepada senior yang telah memberi dedikasi dan contoh luar biasa bagi institusi,” ujarnya.
Irjen Edy juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian positif dan memperkuat soliditas internal.
“Kami siap meneruskan program-program baik dan meningkatkan kinerja demi keamanan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB,” tutupnya.
Prosesi Pedang Pora sore itu menjadi penanda akhir masa tugas, sekaligus membuka babak baru kepemimpinan di Polda NTB.
Editor : Marthadi