LombokPost - Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB kini memasuki babak krusial. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Tri Budiprayitno mengungkapkan setelah tim panitia seleksi (pansel) menetapkan dan menyerahkan tiga nama besar calon Sekda NTB ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, pada Jumat lalu (9/1), pihaknya langsung memproses dokumen administrasi.
“Jadi kami sudah memproses tiga besar yang ditetapkan oleh tim pansel, yang kemudian telah disampaikan ke Pak Gubernur,” terangnya, Rabu (14/1).
Adapun tiga nama calon Sekda NTB yakni Abul Chair selaku kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur, Ahmad Saufi yang menjabat asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kementerian Koordinator PMK, serta Ahsanul Khalik selaku kepala Dinas Kominfotik NTB.
Dokumen usulan telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui aplikasi resmi yang digunakan, sekaligus dilakukan komunikasi intensif dengan penanggung jawab (PIC) di BKN. Menurut Tri, seluruh data telah diterima dan kini sedang diproses sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Demi mempercepat birokrasi, Tri menjelaskan pihaknya melakukan langkah proaktif dengan langkah paralel, artinya menyampaikan dokumen yang sama secara manual ke Kementerian Dalam Neger (Kemendagri).
Selain itu, Pemprov NTB juga telah mengirimkan dokumen ke Sekretariat Kabinet (Seskab), mengingat tahap akhir dari proses ini adalah penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi harapan kami dengan jalan paralel ini dan tentunya sesuai dengan SOP yang ada, kita bisa mendapatkan keputusan itu, mudah-mudahan dalam kurun waktu secepatnya,” jelas Tri.
Kemudian di tingkat daerah, proses tidak berhenti pada tahap administrasi saja. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dijadwalkan akan melakukan pendalaman langsung terhadap ketiga kandidat tersebut.
Kegiatan ini diagendakan berlangsung pada Senin (19/1). Tri menegaskan hal ini bukan fit and proper test formal, melainkan ruang bagi kepala daerah untuk mengenal lebih dekat kompetensi dan kapasitas para calon Sekda NTB, untuk mengawal dan menyukseskan visi NTB Makmur Mendunia. “Sudah kami agendakan ya, pak Gubernur ingin bertemu dengan ketiga calon sekda ini,” kata dia.
Sambil menunggu penetapan Sekda definitif, posisi Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB masih tetap dijabat oleh Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal.
Perpanjangan masa tugas Plh dilakukan sesuai arahan kepala daerah, hingga pejabat definitif ditetapkan. Pihaknya berharap, seluruh proses dapat rampung dalam waktu dekat sehingga NTB sudah memiliki Sekda definitif pada Februari 2026.
“Mudah-mudahan di bulan Februari ya, entah di minggu keberapa kita sudah mempunyai sekda definitif,” pungkasnya.
Di lain kesempatan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan ingin mendapatkan Sekda yang tepat. Hal itu dinilai penting guna memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Yang jelas soal tata kelola. Itu akan sangat memudahkan saya. Beban saya akan lebih ringan kalau punya Sekda yang bisa membantu membenahi tata kelola, sehingga saya bisa fokus ke luar,” ujarnya.
Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025-2029 memiliki visi besar NTB Makmur Mendunia, dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas sebagai peta jalan untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing global, sejalan dengan visi RPJPD 2025-2045.
Maka Gubernur Iqbal menegaskan, tidak hanya makmur yang dipikirkan, tetapi juga positioning NTB di level global yakni mendunia. Karenanya, diperlukan pembagian peran yang jelas di internal Pemprov NTB. “Harus ada yang memikirkan makmur, dan ada yang memikirkan mendunia,” jelasnya.
Sehingga peran Sekda menjadi sangat strategis untuk menjaga stabilitas dan pembenahan birokrasi di internal, sementara kepala daerah lebih banyak turun ke lapangan dan membangun jejaring, untuk mewujudkan visi besar NTB Makmur Mendunia tersebut.
“(Kepala daerah, Red) harus banyak turun ke lapangan. Untuk kemakmuran. Harus banyak keluar. Untuk networking. Jadi kita butuh orang yang kuat menjaga di dalam (birokrasi, Red),” jelasnya.
Editor : Jelo Sangaji