LombokPost - Seleksi calon direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) kini memasuki tahap akhir. Panitia Seleksi (Pansel) telah menuntaskan proses penjaringan, hingga menghasilkan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional.
Tahap selanjutnya adalah menunggu agenda wawancara oleh Gubernur NTB sebagai pemegang saham pengendali (PSP), dan ini menjadi bagian dari mekanisme penentuan akhir pimpinan perusahaan daerah tersebut.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan hingga saat ini daftar kandidat tersebut belum sampai ke mejanya. Ia menjelaskan bahwa Pansel masih akan menyampaikan hasil seleksi secara resmi sebelum proses wawancara dilakukan.
“Belum ke meja saya, tidak ada di meja saya. Baru akan disampaikan oleh Pansel kepada saya,” katanya, Sabtu (14/3).
Ia juga menegaskan tidak banyak ikut campur, atau cawe-cawe dalam proses tersebut, karena sejak awal Pemprov NTB, memberikan kewenangan penuh kepada panitia seleksi untuk mencari kandidat terbaik yang mampu memimpin perusahaan tersebut.
Langkah itu dilakukan agar proses seleksi berjalan profesional dan menghasilkan direksi yang kompeten. “Saya berikan kewenangan penuh kepada Pansel untuk mencarikan calon-calon terbaik. Karena kita ingin membangkitkan kembali PT GNE supaya jadi perusahaan yang kredibel,” jelas pria asal Lombok Tengah tersebut.
Terkait tahapan selanjutnya, Gubernur Iqbal menyebut wawancara mendalam dengan dirinya sebagai PSP direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. “Dalam minggu-minggu ini,” katanya singkat.
Dalam proses wawancara nanti, gubernur menegaskan akan menilai sejumlah aspek penting dari para kandidat, terutama terkait latar belakang industri dan kemampuan manajemen keuangan. Hal itu dinilai krusial mengingat tantangan yang dihadapi perusahaan.
“Ya pokoknya saya cari, karena ini kan industri ya. Jadi cari orang yang punya background industri yang bagus, pengalaman industri yang bagus,” jelasnya.
Gubernur Iqbal memaparkan terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PT GNE ke depan. Pertama adalah pemahaman terhadap sektor industri yang menjadi bidang usaha perusahaan, terutama yang berkaitan dengan material konstruksi.
“Jadi dua isu kalau di GNE. Satu, dia harus pemahaman industrinya bagus. Karena ini adalah industri dan ke depan akan kita kembangkan lebih banyak industrinya. Salah satunya di genre material konstruksi,” bebernya.
Isu kedua adalah kondisi keuangan perusahaan yang saat ini dinilai cukup berat sehingga membutuhkan kemampuan manajerial yang kuat.
“Yang kedua, keuangan. Karena problem keuangannya akut. Jadi dia harus mampu melakukan financial engineering yang baik untuk keluar dari persoalan keuangan yang mereka hadapi saat ini,” tegasnya.
Dengan proses seleksi yang kini memasuki tahap wawancara gubernur, penentuan direksi baru PT GNE diharapkan dapat segera rampungm dan berharap kepemimpinan baru nantinya mampu memulihkan kondisi perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai badan usaha daerah yang kredibel dan berdaya saing.
Editor : Kimda Farida