alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Menjadi Aktor dalam Impian Kemajuan

Oleh: Cukup Wibowo Widyaiswara BPSDM Provinsi NTB

PIKIRAN bersungguh dengan integritas dan komitmen mutu yang dimiliki oleh setiap orang dalam suatu organisasi adalah modal terbaik untuk bisa mencapai maksud dan tujuan secara optimal.

Karena itulah para pemimpin organisasi yang visioner akan selalu menciptakan terbukanya ruang kebersamaan dengan terus mendorong dan mendukung setiap prakarsa, ide-ide, maupun lontaran gagasan kemajuan yang muncul dari pemikiran setiap orang.

Kepemimpinan visioner (visionary leadership) dapat diartikan sebagai kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan, mensosialisasikan, mentransformasikan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil interaksi sosial diantara anggota organisasi dan stakeholders yang diyakini sebagai cita-cita organisasi di masa depan yang harus dicapai melalui komitmen semua orang yang ada di dalam organisasi itu.

Tapi yang namanya organisasi tak ubahnya suatu entitas dinamis dengan komposisi yang jarang sekali merata baik dalam kemampuan maupun komitmen. Belum lagi dengan begitu gampangnya friksi tumbuh dan berkembang yang dipicu oleh ketidaksesuaian harapan, baik yang personal maupun kelompok kecil-kelompok kecil dalam kemajemukan pikir dan rasa yang tak bisa dielakkan.

Situasi internal yang menjadi hambatan dalam organisasi seperti yang diungkapkan oleh Francis & Woodcock (1994) dalam penelitiannya disebutkan  ada beberapa hambatan umum dalam organisasi dalam pendayagunaan sumberdaya anggota organisasinya. Beberapa hambatan tersebut adalah:

Pertama, Stagnasi Personel– (Personnel Stagnation). Dimana orang-orang di dalam organisasi tidak mencerminkan sikap yang dapat mendorong keefektifan pengerjaan tugas dan pertumbuhan organisasi.

Kedua, Komunikasi yang tidak berjalan lancar– (Inadequate Communication). Dimana visi organisasi tidak dimengerti, koordinasi antar anggota organisasi lemah, iklim

organisasi rusak dan para pembuat keputusan kekurangan informasi.

Ketiga, Tim kerja yang tidak berjalan baik– (Poor Teamwork). Dimana orang-orang di dalam organisasi yang seharusnya dapat bekerja sama tidak dapat menjalankan perannya dalam kelompok dan menemui banyak hambatan dalam bekerja sama.

Keempat, Motivasi rendah– (Low Motivation). Dimana orang-orang dalam organisasi kurang memiliki perhatian terhadap permasalahan organisasi dan kurang mengerahkan upayanya dalam mencapai tujuan organisasi.

Kelima, Kreativitas rendah– (Low Creativity). Dimana ide-ide untuk pengembangan tidak dimanfaatkan secara tepat dan terjadi stagnasi dalam mengembangkan ide-ide baru.

Oleh realitas yang dihadapi oleh suatu organisasi dalam gambaran dinamika dan hambatan internalnya seperti di atas, maka diperlukan upaya gigih untuk bisa mempertemukan dua orientasi dalam persenyawaan yang ideal sekaligus harmonis, yakni orientasi kepemimpinan dan orientasi pemikiran yang bisa merespon setiap gagasan yang muncul dalam lingkungan kerja.

Pertanyaannya, siapa yang harus berada dalam “upaya gigih” itu? Tentu semua pihak. Semua elemen. Kolektivitas tak akan menumpuhkan pada satu sisi tanggung jawab melainkan kemerataan yang terurai dalam porsi dengan proporsi yang terukur. Kolektivitas yang terpimpin dengan baik akan bisa memproduksi sinergitas yang dahsyat, yang pada gilirannya akan membuat organisasi bisa menghasilkan kegemilangan dan kejayaan dirinya.

Sebuah medan tugas yang memaparkan program dan kegiatan itu memiliki batas dan ukuran yang berkepastian. Parameter dan indikatornya jelas. Kreativitas memang diperlukan untuk makin membuat produktivitas yang dihasilkan oleh organisasi bisa berkembang lebih memuaskan. Tapi sebelum pada tahap pengembangan kreativitas hal yang mendasar bagi sebuah organisasi adalah tuntutan terhadap meratanya persepsi setiap orang dalam menerjemahkan tugas dan tanggung jawabnya sesuai kapasitas yang melekat pada dirinya.

Mimpi atas kemajuan adalah naluri yang melekat pada setiap orang. Karena pada dasarnya setiap orang itu memiliki orientasi kebaikan. Bila pada prakteknya kebaikan itu belum berwujud tentu harus dicari sebabnya. Dalam kerja kolektif, setiap orang sesungguhnya menjadi aktor penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Analogi seorang aktor, ia tahu apa yang menjadi keharusan untuk dilakukan. Ia juga tahu bagaimana posisi dirinya dalam skenario bersama yang dipimpin oleh seorang sutradara yang membuatnya makin mengerti bahwa tidak akan bisa dihasilkan suatu tontonan yang bagus bila dirinya justru menjadi penyumbang atas buruknya adegan. Dalam praktek peragaan sebuah organisasi, kita tak ubahnya aktor yang sedang memerankan tugas keaktoran sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing. Komitmen dan integritas diri karenanya mutlak untuk terus terbangun dan terawat dalam diri sang aktor. (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks