alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

Oleh : Riadi Anggota Berugak Demokrasi-KPU Lombok Barat

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Oleh karena itu, jujur walaupun bukan satu-satunya kunci kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu/pemilihan akan tetapi jujur telah menempatkan dirinya sebagai juru kunci dalam setiap proses dan tahapan penyelenggaraan pemilu. Pada konteks pemutahiran data, maka prinsip ‘jujur’ dapat mengikat petugas pemutahiran maupun calon pemilih. Keduanya harus membangun nilai kejujuran, kejujuran petugas pemutahiran dengan tugas pokoknya sedangkan kejujuran pemilih terletak pada keharusannya memberikan informasi yang benar.

Semangat kejujuran ini tertuang dalam undang-undang 7/2017 pasal 203 disebutkan setiap orang dilarang memberikan keterangan yang tidak benar mengenai diri sendiri atau orang lain tentang satu hal yang diperlukan untuk pengisian daftar pemilih. Lebih luas dari konteks pemutahiran data, maka jujur harus hadir dalam setiap diri seseorang dalam mensukseskan pilkada serentak tahun 2020.

Dalam rangka mensukseskan pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, tahapan pilkada serentak kembali bergulir pasca penundaan akibat covid19. Yang membuat bangga, semangat penyelenggara baik sebelum maupun sesudah penundaan tak berkurang sedikitpun, semangat penyelenggara dari masa pandemi sampai masa transisi tetap menguat dan meyakinkan. Salah satu kewajiban KPU adalah melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan secara tepat waktu sehingga keputusan pilkada serentak pada tanggal dan bulan yang sudah ditentukan menjadi salah satu kewajiban untuk ditunaikan tepat waktu.

KPU NTB dengan sepuluh KPU kabupaten/kota, diantaranya tujuh KPU kabupaten/kota melaksanakan pilkada serentak dan tiga KPU kabupaten/kota yang tidak melaksanakan pilkada serentak tahun ini. Kesepuluh kabupaten/kota tersebut saat ini melakukan pemutahiran data pemilih. Tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada serentak melakukan pemutahiran data pemilih dengan gerakan klik serentak (GKS) dan gerakan coklit serentak (GCS) yang dimulai dari 15 Juli-13 Agustus 2020.

Sedangkan tiga KPU kabupaten/kota yang tidak berpilkada tahun ini juga melaksanakan pemutahiran data yakni pemutahiran data pemilih berkelanjutan mulai bulan Januari-Desember 2020. Pemutahiran data yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota baik KPU kabupaten yang berpilkada maupun KPU kabupaten/kota yang tidak berpilkada sama pentingnya untuk memperoleh data pemilih yang benar untuk menunjang Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat.

Salah satu tahapan yang sangat krusial untuk menunjang kualitas daftar pemilih dan memastikan daftar pemilih tersusun dengan baik dan sistematis adalah KPU melakukan gerakan yang disebut dengan istilah GKS dan GCS. GKS adalah singkatan dari Gerakan Klik Serentak, sedangkan GCS adalah Gerakan Coklit Serentak.

 

Gerakan Klik Serentak

GKS ini dilakukan dengan mengunjungi laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id. GKS ini diawali dari KPU dan jajaran penyelenggara di bawahnya, selanjutnya penting ‘ditularkan’ ke public. Caranya sangat mudah hanya dengan mengunjungi laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id langkah selanjutnya dengan memilih kabupaten, selanjutnya masukkan NIK atau ketik nama lengkap sesuai e-ktp dan isi tanggal lahir. Setelah semua terisi dengan benar maka KLIK pencarian.

Setelah itu akan tampil data hasil pencarian, apabila data tersebut cocok maka klik cocok, sebaliknya apabila tidak cocok maka klik tidak cocok agar dilakukan coklit oleh petugas pemutahiran. Gerakan ini penting untuk memastikan setiap warga Negara yang memenuhi syarat menjadi pemilih apakah sudah terdaftar atau belum. Era digital seperti saat ini, hampir semua orang memiliki gadget diharapkan semua orang berpartisipasi aktif untuk mengecek identitasnya secara mandiri.

 

Gerakan Coklit Serentak

Gerakan Coklit serentak dimulai tanggal 15 Juli 2020-13 Agustus 2020. Coklit terdiri dari dua istilah yang dilebur menjadi satu dalam implementasinya yakni cok untuk pencocokan sedangkan lit untuk penelitian. Jadi, Coklit adalah pemutahiran data pemilih yang dilakukan oleh PPDP dengan cara mencocokkan sekaligus melakukan penelitian terhadap data pemilih.

Nilai plus dari coklit ini adalah petugas pemutahiran data pemilih merupakan orang setempat yang mengetahui persis orang-orang sekitar dan setiap derap langkah PPDP dilakukan dengan teliti by door to door. ‘bonus’ dari ‘nilai plus’ dari GCS ini diperolehnya data yang valid dalam menunjang DPT (Daftar pemilih tetap) yang akurat. Akurat tidak akuratnya DPT sedikit banyak bergantung dari hasil pencoklitan, sehingga keterbukaan data dan informasi dari warga yang dikunjungi sangat diharapkan. Siapkan data diri Anda berupa kartu keluarga (KK) dan KTP agar petugas tidak salah mencatat identitas Anda.

 

Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan

Banyak pertanyaan yang muncul, bila kabupaten lain menyelenggarakan pemilihan, lalu apa kegiatan KPU kabupaten yang tidak pemilihan? Pertanyaan ini penting untuk dijawab, kegiatan KPU yang tidak pemilihan tidak sebanyak yang pemilihan akan tetapi kegiatannya tidak kalah penting dibanding dengan KPU yang pemilihan. Taruh saja di NTB ada tiga kabupaten/kota yang tidak pemilihan yakni KPU kabupaten Lombok Barat, KPU kabupaten Lombok Timur dan KPU Kota Bima. Ketiga kabupaten/kota ini memiliki agenda diantaranya pemutahiran data pemilih berkelanjutan.

Dalam prosesnya tentu tidak berbeda dengan pemutahiran pada umumnya dengan langkah awal melakukan koordinasi dengan dukcapil agar angka-angka kependudukan dan pergeseran status penduduk menjadi arah pandu melakukan pemutahiran. Tujuan pemutahiran data pemilih berkelanjutan ini adalah untuk memperbaharui data pemilih guna mempermudah proses pemutahiran data dan penyusunan daftar pemilih pada pemilu/pemilihan berikutnya.

 

KPU Nurut Tatanan Baru

Pada era pandemi seperti ini, sudut pandang KPU tentu berbeda dengan sudut pandang tenaga medis yang hanya melihat warga sebagai individu yang harus dijaga kesehatan dan keselamatannya. Bagi KPU setiap warga tidak hanya sebagai pemilih melainkan juga penyelenggara.

Sebagai pemilih karena mereka memiliki hak suara yang dapat menentukan nasib bangsa dan menjadi elemen penting dalam system demokrasi. Sebagai penyelenggara karena mereka bisa jadi bagian dari penyelenggara seperti PPDP, KPPS, PPS, PPK bahkan KPU. Sadar akan pentingnya posisi warga Negara dalam system demokrasi maka KPU selalu mengingatkan jajarannya untuk mentaati protokoler kesehatan sekaligus mengedukasi warga untuk selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Dapat dipastikan bahwa setiap kantor KPU dan semua penyelenggara baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, PPK di kecamatan, PPS di desa bahkan PPDP di dusun semua wajib menjalani tugas dengan memperhatikan protokoler kesehatan.

Keseriusan KPU dalam mensikapi wabah ini sudah terlihat ketika terjadinya penundaan tahapan pemilihan yang berkonsekuensi pada bergesernya waktu pemilihan yang semula akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2020 menjadi 9 Desember 2020. Mari bersama sukseskan pilkada serentak 7 kabupaten/kota di NTB pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020. Lindungi hak pilihmu, lindungi kesehatanmu. (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks