alexametrics
Kamis, 26 November 2020
Kamis, 26 November 2020

Generasi Milenial dan Road Safety

Oleh: Kombes Pol Noviar, S.IK Direktur Lalu Lintas Polda NTB

MILENIAL Road safety Festival beberapa tahun lalu, masih ingat!

Ya kegiatan tsb mengingatkan kita bagaimana milenial sebagai aset bangsa merupakan Potensi sebagai penerus menjadi target untuk diajak terus mengenal dan mengetahui arti pentingnya keselamatan berlalulintas.

Generasi milenial sebagai generasi penerus yang akan menjadi pilar bangsa seringkali pupus di tengah jalan karena menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Dari korban fatal yang menunjukan angka kurang lebih 30.000 jiwa meninggal dunia 60 persen adalah dari generasi milenial, Tak terkecuali Di Prop NTB

Pada semester Pertama tahun 2020 dari 633 kasus lakalantas sebanyak 373 kasusnya atau 58,93 % melibatkan usia milenial (16 – 30 tahun) dari sejumlah 643.537 orang usia milenial di NTB saat ini yang bisa kita kalkulasi setiap 1.725 orang usia milenial beresiko mengalami 1 kali kecelakan dalm periode 6 bulan. Angka fatalitas kecelakaan ini dihitung dari korban yang meninggal dunia, belum lagi yang  cacat angka korban tentu akan semakin besar.

Yang menjadi pertanyaan mengapa korban kecelakaan yang  begitu besar dari  genersi milenial?

Berbicara lalu lintas ini sebenarnya berbicara tentang manusia dengan  kemanusiaanya. Makna dari manusia dan kemanusiaan ini menunjukkan bahwa untuk  bertahan hidup tumbuh dan berkembang diperlukan suatu produktifitas.

Dari mana produk – produk  untuk  bertahan hidup tumbuh dan berkembang? Itu semua dihasilkan dari  berbagai aktivitas yang  mana aktivitas – aktivitas  tersebut memerlukan pergerakan atau adanya gerak pindah yang  melalui atau dilakukan dengan  cara – cara  berlalu lintas. ( BJP DR Chrisnanda DL, september 2020, Dirkamsel Korlantas Polri).

Lalu lintas yang  merupakan gerak pindah dari  suatu tempat ke tempat yang  lainnya maka akan ada jarak tempuh dan waktu tempuh yang  membutuhkan kecepatan. Kecepatan pergerakan di era modern didukung dari  infrastruktur atau jalan dan kendaraan bermotor. Dari kendaraan yang  memiliki kapasitas kecepatan tinggi juga, kondisi jalan yang  memadai sampai yang  rusak ditambah kompetensi dan perilaku pengguna jalan yang  seringkali mengabaikan standar – standar road safety sehingga timbul masalah lalu lintas.

Tujuan dari  program road safety Korlantas Polri adalah terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang  aman, selamat, tertib, dan lancar, meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan, terbangunnya budaya tertib berlalu lintas serta adanya pelayanan di bidang lalu lintas yang  prima.

Permasalahan lalu lintas baik kemacetan hingga kecelakaan social costnya amat mahal bahkan sampai kehilangan nyawa manusia. Semua itu kontra produktif. Tatkala berbicara produktifitas generasi yang  banyak melakukan pergerakkan inilah kaum milenial. Dari belajar bermain hingga bekerja mereka melakukannya.

 

Generasi milenial 

 

Sebagai generasi yang  dinamis pergerakannya cepat kreatif inovatif namun ada kalanya kurang peduli dengan  lingkungan atau dengan  aturan atau dengan  standar – standar  yang  ditentukan Generasi milenial bisa dikatakan generasi hidup dibalik layar  gadget dibarengi pada usianya yang sedang tumbuh dan berkembang menunjukan aktualisasi diri.

Itu semua berdampak pada perilaku berlalu lintas. Masalah – masalah lalu lintas sebagian besar disebabkan adanya perilaku melanggar (manusia dan hedonisme melekat bagai dua sisi mata uang). Perilaku melanggar ini tatkala menjadi kebiasaan maka dianggap sesuatu perilaku hal yang biasa. Sikap permisive terhadap pelanggaran inilah yang  membuat orang makin masa bodoh terhadap masalah dan kondisi lalu lintas saat ini.

Bagaimana jika generasi milenial masa bodoh terhadap masalah lalu lintas? Tatkala generasi milenial masa bodoh terhadap  masalah  lalu lintas maka akan makin banyak lagi korban dan berbagai hal yang  kontra produktif akan terjadi bahkan dapat menghambat merusak bahkan mematikan produktifitas diri kita maupun orang lain.

Bagaimana mengajak dan menggerakkan generasi milenial ini peduli akan road safety? Kualitas tertinggi bagi manusia dalam kehidupan sosial kemasyarakatan adalah adanya kesadaran. Orang yang  sadar adalah orang tahu dan memahami mampu mengimplementasikan dan bertanggung jawab muaranya adalah tindakan – tindakan  yang  disiplin. Menyadarkan inilah yang  menjadi core dan merupakan gerakkan moral sebagai bagian dalam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Apa dan Bagaimana yang  dilakukan dalam  membangun kesadaran terhadap  road safety? Membangun kesadaran bagi generasi milenial untuk peduli road safety, sesuai Program dan berbagai kebijakan dari Ditkamsel Korlantas Polri dipadukan dengan kearifan lokal dan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat di Prop.NTB dengan menjabarkan dan merealisasikan berbagai program – program  millenial road safety Korlantas Polri yang sudah diturunkan yakni : Literasi road safety, road safety coaching, Art policing, Masyarakat sadar wisata, Pembinaan komunitas, Kamsel talk melalui program aktual maupun virtual ditengah pandemi Covid19 yang tentunya dengan mengindahkan  Protokol kesehatan.

Tahapan tahapan dalam pembinaan kesadaran keselamatan berlalulintas yang  dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, Tahap Tahu. Pada tahap untuk mengetahui diperlukan adanya sosialisasi edukasi contoh – contoh  atau berbagai produk tentang road safety  yang  digelorakan secara masif di semua lini secara langsung maupun melalui media. Peran media ini penting dan mendasar untuk dapat menjadi opini publik atau viral yang dapat menginspirasi, mMenunjukkan yang  baik dan benar, memotivasi, memberdayakan, memberi ruang untuk  berekspesi.

Kedua, tahap memahami. Pada tataran mengetahui perlu dikemas dan dikembangkan melalui edukasi, training bahkan coaching yang  mampu menghasilkan master atau setidaknya para trainer atau setidaknya pernah ikut pelatihan.

Ketiga, tahap memanfaatkan. Pada tahap ini bisa memanfaatkan apa yang  telah dilakukan pada poin 1 dan 2 dipraktekkan dalam  berlalu lintas yang  berani dan mampu menjadi pelopor tertib berlalu lintas.

Keempat, tahap mengembangkan. Pada tahap ini wujud kepekaan kepedulian dan bela rasa akan road safety dan siap menginspirasi, menunjukkan yang  baik dan benar, memotivasi, memberdayakan, memberi ruang berekspresi dan mampu menghibur.

 

Pelopor Keselamatan           

 

Generasi milenial peduli road safety merupakan pelopor keselamatan yang  menyadari bahwa keselamatan yang  utama dan pertama untuk  menyelamatkan anak bangsa menjadi korban sia – sia di jalan raya. Kepekaan dan kepedulian generasi milenial akan road safety merupakan gerakan moral untuk Mendukung proses membangun budaya tertib berlalintas, Berjuang ikut serta meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.

Budaya tertib berlalu lintas merupakan habit (Kebiasaan) yang  merefleksikan perilaku berlalu lintas patuh terhadap  aturan dan adanya suasana lalu lintas yang  tertata dengan  standar – standar lalu lintas yang  aman selamat dan lancar.

Aturan dipatuhi para pengguna jalan dan dapat ditegakkan. Tingkat kesadaran dan kepatuhan inilah yang  menjadi harapan  agar generasi milenial aktif berperan, peka peduli akan road safety. Selain menjadi teladan juga  mendukung program – program yang  membangun infrastruktur dengan  sistem – sistemnya agar tidak ada peluang atau kecil sekali kemungkinan terjadinya pelanggaran dan ada sanksi tegas bahkan keras bagi yang  melanggar.

Kepatuhan dari  generasi milenial terhadap  aturan yang  dikarenakan adanya kesadaran ini merupakan budaya tinggi bagi suatu peradaban di mana produk pendidikkan berhasil mentrasformasi sehingga pemahaman akan road safety atau lalu lintas yang  aman selamat tertib lancar dan mampu diimplementasikan pada saat berlalu lintas. Edukasi, sistem dengan  berbagai perangkat infra strukturnya dan penegakan hukum membuat pengguna lalu lintas peka dan peduli bahkan mau bertanggungjawab atas terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang  aman, selamat, tertib dan lancar.

Di NTB sudah terbangun dan melembaga Forum LLAJ dan 5 Pilar keselamatan dari Badan/Dinas dan Kepolisian Sebagai leading sektor dalam melaksanakan RSPA (Road safety partnership  action) yang dapat bersinergi dengan para tokoh dunia pendidikan dan tokoh masyarakat dalam menjabarkan dan merealisasikan berupa  program nyata dan Real pada Kaum milenial baik di tingkat Propinsi , kabupaten kota sampai  dengan kecamatan dan diberbagai tempat/ strata pendidikan Formal guna melaksanakan edukasi , sosialisasi baik secara virtual dan Manual dengan berbagai produk kretifitas, inovasi dan terobosannya diera Pandemi covid19 disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada , guna sebagai tahapan dalam mewujudkan dan cipta kondisi Lalu lintas yang  aman selamat tertib dan lancar dapat dipahami sebagai tujuan road safety yang  berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terbangunnya budaya tertib, dan pelayanan prima.

Dengan  adanya lalu lintas yang   aman selamat tertib dan lancar maka social cost dan cost menjadi efektif dan efisien dan mendukung produktifitas sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan memuliakan manusia dengan martabatnya. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

La Nyalla Dorong Promosi MotoGP Harus Digencarkan

”Kalau ada gambaran utuh, entah melalui tayangan video, infografis, dan konten lain mengenai manfaat dan untungnya pembangunan, pasti dukungan masyarakat semakin kuat,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebut Kerja Sama Pemprov-PT GTI Kontrak Jahat, Dewan Minta KPK Turun

”Harus KPK masuk. Melakukan penelusuran, penyelidikan kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Rabu (25/11/2020).

Sepi Pembeli, Perajin Gerabah Banyumulek Terpaksa Alih Profesi

”Awal Korona pesanannya membludak sekali. Sekarang satu saja kalau bisa  terjual,” ujar Hj Khairunnisa, pemilik toko Banyu Andika salah satu toko pengepul kerajinan gerabah, Rabu (25/11/2020).

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Perekrutan PPPK, Honorer Berharap Masa Pengabdian Jadi Tolok Ukur

”Seharusnya, pengabdian yang sudah kami lakukan selama belasan tahun, harus dijadikan tolok ukur kemampuan kami,” tegas dia.

Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia, Upaya Pencegahan Penyakit

Vaksin bukanlah hal baru buat masyarakat Indonesia. Sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks