alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Potensi Tenaga Kerja Milenial di NTB

Oleh: Ayub Abdul Rahman, SST Fungsional Statistisi BPS Provinsi NTB

BELAKANGAN ini, istilah milenial sering kali digaungkan untuk membahasakan masyarakat muda masa kini. Masyarakat milenial yang selanjutnya disebut sebagai generasi milenial menjadi perbincangan di kalangan masyarakat umum karena perilakunya yang berbeda bila dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Stafford dan Griffis (2008) menyebutkan bahwa generasi milenial atau generasi Y lahir antara tahun 1980 hingga awal tahun 2000an.

Keberadaan generasi milenial atau generasi Y tidak terlepas dari penggunaan teknologi. Disaat yang bersamaan, dunia telah memasuki masa revolusi industri 4.0 yangmana hampir semua aspek kehidupan manusia menitikberatkan padapola digitalisasi dan otomasi.

Revolusi industri yang terjadi saat ini tidak terlepas dari peran mereka yang berusia muda. Revolusi industri juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, diantaranyakondisi dunia kerja yang menjadi semakin kompetitif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi generasi milenial di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2019 mencapai 31 persen atau hampir sepertiga dari total populasi penduduk di NTB.Itu artinya,NTB memiliki stock generasimilenialyang tentunya diharapkan produktif dan menjadi tulang punggung dalammembangun perekonomian didaerah.Kedepannya, generasi milenial saat ini akan menjadi pemeran utama pada saat era bonus demografi berada dipuncaknya.

Bonus demografi merupakan sebuah kesempatan besar untuk mendapatkan peluang percepatan pembangunan ekonomi. Momentum bonus demografi akan benar-benar menjadi sebuah “bonus” jikaSDM yang dimiliki suatu daerah dipersiapkan dengan baik. Generasi milenial sebagai generasi yang akan melewati bonus demografi diharapkan memiliki kompetensi atau skill tinggi, yang tentunya bisa didapatkan melalui pendidikan dan keterampilan.

 

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB

 

Sistem pendidikan dasar di NTB sudah cukup baik.Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2019menunjukan angka melek huruf generasi milenial di NTB telah mencapai 98,09 persen.Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tingkat pendidikan yang didapatkan oleh generasi milenial sudah lebih baik. Selain akibat meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas pendidikan, media untuk belajar atau mendapatkan informasi juga berbeda.

Sistem pembelajaran generasi milenial tidak hanya menggunakan cara konvensional seperti kelas tatap muka dan buku pelajaran, tetapi juga secara onlineyang memungkinkan seseorang dapat belajar dari berbagai sumber.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah di NTB pada tahun 2019 mencapai 7,98, yang berartipendudukNTB rata-rata menempuh pendidikan hingga setingkat SMP kelas satu. Jika dibandingkan dengan capaian nasional, baik capaian angka melek huruf maupun capaian rata-rata lama sekolah penduduk NTB masih berada dibawah rata-rata nasional.Hal tersebuttentunya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang dapat meningkatkan taraf pendidikan penduduk NTB.

Program kampanye buta aksara nol serta taman bacaan masyarakat sangat penting untuk membantu generasi milenial yang sudah putus sekolah atau tidak bersekolah lagi, setidaknya untuk meningkatkan pengetahuan yang mereka miliki disamping pendidikan berbasis skill.

Selain itu, karakter dan mental generasi milenial perlu dibentukmelalui pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Pembentukan karakter tersebut diharapkan menjadi bekal generasi milenial agar siap menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi di masa yang akan mendatang.

 

Generasi Milenial dalam Pasar Tenaga Kerja

 

Dalam lingkup ketenagakerjaan, generasi milenial merupakan aset bangsa ketika akan menjalani masa bonus demografi.Jumlah angkatan kerja di NTB tahun 2019 mencapai 2,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya merupakan generasi milenial.

Sekitar 21,2 persen dari angkatan kerja yang merupakan generasi milenial di NTB bekerja di sektor pertanian, kemudian 18,5 persen bekerja di sektor perdagangan dan 13,2 persen bekerja di sektor industri pengolahan. Sektor-sektor tersebut merupakan tiga sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di NTB.

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di NTB, tetapi minat generasi milenialuntuk berkecimpung di sektor tersebut semakin menurun. Kontribusi generasi milenial terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian memang tidak sebanding dengan generasi yang lebih tua. Namun demikian, peran generasi milenial sangat penting untuk kelangsungan ketahanan pangan terutama dalam melakukan modernisasi pertanian, mengingat masih banyak petani kita yang belum melek teknologi.

Hasil Survei Pertanian Antar Sensus tahun 2018 mencatat hanya sekitar 14 persen petani yang mengunakan internet. Saat ini, pemerintah NTB tengah berupaya mencetak generasi milenial sebagai calon-calon pengusaha di sektor pertanian. Selain untuk menarik kembali minat generasi muda, diharapkan mereka mampu mengembangkan pola modernisasi pertanian dari petani tradisional menjadi petani berbasis teknologi.

Generasi milenial juga dikenal senang bekerja sesuai passion dan tidak suka terikat dalam aturan. Hal tersebut tak jarang membuat banyak orang menilai bahwa generasi milenial memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang tinggi. Data Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2019 menunjukkan sekitar 33 persen generasi milenial menjadi entrepreneuratau bekerja dengan status berusaha sendiri,bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap atau buruh tidak dibayar.Pada kenyataannya persentase generasi milenial yang menjadi entrepreneurtersebut relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan milenial yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai yang mencapai 37 persen.

Kondisi di atas menunjukan bahwa generasi milenial di NTB lebih tertarik untuk menjadi seorang PNS,honorer daerah ataupunkaryawan swasta ketimbang menjadi seorangentrepreuner. Masih banyak masyarakat kita yang berpandangan bahwa menjadi seorang pegawai dengan gaji yang pasti adalah lebih baik dibanding menjadi seorang entrepreuner dengan banyak risiko dan ketidakpastian penghasilan. Padahal menjadi seorang entrepreuner tentunya akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat karena akan dapat membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lainnya.

Pemerintah saat ini sedang mengembangkan ekonomi kreatif dikalangan generasi milenial. Ekonomi kreatif memberikan kesempatan bagi milenial untuk menjadi entrepreuner yang berbasis teknologi.Berbagai lapangan usaha berbau digital kini gencar digeluti oleh generasi milenial diantaranya bisnis online (e-commerce) termasuk jual beli online, social media officer atau influencer, serta penyedia platform untuk berbagai jasa seperti transportasi, perdagangan, sosiopreuner dan sebagainya.

Generasi milenial tentu saja akan mudah dan siapuntuk beradaptasidi era revolusi industri 4.0. Namun kesiapan tersebut tentunya harus dilandasi dengan pengetahuan dan kompetensi yang cukup serta memadai, apalagi NTBakan menghadapi bonus demografi. Jangan sampai kesempatan tersebut hanya dipandang sebelah mata sehingga manfaat dari bonus demografi tidak bisa dipetik secara optimal. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks